<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>digitaLmbuL's FiLes &#187; Radio</title>
	<atom:link href="http://digitalmbul.com/blogs/tag/radio/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://digitalmbul.com/blogs</link>
	<description>cerita-cerita dari Rio</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 May 2012 11:20:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Siapa Bilang NgeBrik Ketinggalan Jaman??</title>
		<link>http://digitalmbul.com/blogs/2008/09/03/siapa-bilang-ngebrik-ketinggalan-jaman/</link>
		<comments>http://digitalmbul.com/blogs/2008/09/03/siapa-bilang-ngebrik-ketinggalan-jaman/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 08:38:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>digitalmbul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Automotive]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Radio]]></category>
		<category><![CDATA[RAPI]]></category>
		<category><![CDATA[Safety]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://digitalmbul.com/blogs/?p=564</guid>
		<description><![CDATA[Pernah saya dengar, pada beberapa waktu lalu, intinya mengatakan &#8220;hari gini koq masih main radio komunikasi?? kaya kakek gue aja&#8221;&#8230; Hmmm&#8230;. Radio Komunikasi sekarang ini sudah menjadi alternatif dari melepas kepenatan dalam berkendara di jalan, seperti yang kita tahu, bahwa, ketika kita berkomunikasi, bisa mengurangi tingkat stress, dibandingkan kita sendiri, tentu saja dengan topik pembicaraan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah saya dengar, pada beberapa waktu lalu, intinya mengatakan &#8220;hari gini koq masih main radio komunikasi?? kaya kakek gue aja&#8221;&#8230;<br />
Hmmm&#8230;.</p>
<p>Radio Komunikasi sekarang ini sudah menjadi alternatif dari melepas kepenatan dalam berkendara di jalan, seperti yang kita tahu, bahwa, ketika kita berkomunikasi, bisa mengurangi tingkat stress, dibandingkan kita sendiri, tentu saja dengan topik pembicaraan yang ringan, dan sebisa mungkin ber humor&#8230;<br />
Saya adalah salah satu orang yang mengaplikasikan radio komunikasi pada kendaraan saya, hanya saja, di roda empat, saya tidak menggunakan perangkat yang ditanam permanen.</p>
<p><a href="http://digitalmbul.com/blogs/wp-content/uploads/2008/09/03092008693.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-565" title="tampak depan" src="http://digitalmbul.com/blogs/wp-content/uploads/2008/09/03092008693-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Lalu lintas di ibu kota ini bagaikan hutan tak bertuan, siapaun yang kuat, dia akan menjadi pemenang, karena penegak hukum kita <a href="http://digitalmbul.com/blogs/2008/09/03/561/" target="_blank">terlalu banyak berpikir dengan hati nurani </a>sehingga peraturan yang memang sudah ada ditanggalkan begitu saja.<br />
Dari extramic yang standar, terus ke extramic military spek, yang nempel di leher, sampe akhirnya buat sendiri <a href="http://digitalmbul.com/blogs/2008/09/02/project-extramic-di-helm/">yang lebih customize</a>&#8230;dijual juga..hehehehe&#8230;.</p>
<p><a href="http://digitalmbul.com/blogs/wp-content/uploads/2008/09/03092008695.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-566" title="03092008695" src="http://digitalmbul.com/blogs/wp-content/uploads/2008/09/03092008695-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Juliet Zulu kosong sembilan Hotel Lima Echo, Juliet Zulu kosong sembilan Echo Kilo Mic, sepuluh dua lima, sering terlantun sewaktu saya masih baru menggunakan extramic di leher, tapi responnya selalu saja, sepuluh satu, komunikasi pelan, juga dengan stasiun Juliet Zulu lainnya.</p>
<p>Tapi Sekarang, setelah menemukan inovasi yang yahud, saya pun bisa lebih ber 10-25 dengan lancar, dan tidak lupa, konsep safety di perhatikan dalam komunikasi ini. Karena saya sadar, saya adalah warga sipil biasa yang hak dan kewajibannya sama dengan yang lain.</p>
<p>Para insan otomotif pun sudah menjadikan radio komunikasi sebagai peralatan standar dalam berkendara, karena sangat dibutuhkan pada saat berkendara secara kelompok, jauh lebih membantu dalam komunikasi group. Tidak hanya roda empat, roda dua pun, seperti saya, sudah menjadikan perangkat ini menjadi pelepas kepenatan dalam menghadapi kemacetan. Tapi, hanya menghimbau, jangan lupa mengurus perizinannya&#8230;</p>
<p>51-55</p>
<p><a href="http://digitalmbul.com/blogs/wp-content/uploads/2008/09/03092008694.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-567" title="03092008694" src="http://digitalmbul.com/blogs/wp-content/uploads/2008/09/03092008694-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://digitalmbul.com/blogs/2008/09/03/siapa-bilang-ngebrik-ketinggalan-jaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Project ExtraMic di Helm</title>
		<link>http://digitalmbul.com/blogs/2008/09/02/project-extramic-di-helm/</link>
		<comments>http://digitalmbul.com/blogs/2008/09/02/project-extramic-di-helm/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 03:13:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>digitalmbul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Safety Riding]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Radio]]></category>
		<category><![CDATA[RAPI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://digitalmbul.com/blogs/?p=540</guid>
		<description><![CDATA[Ah..akhirnya selesai juga perjalanan panjang yang melelahkan buat kantong itu&#8230;setelah melalui beberapa riset dan pengembangan, bersama rekan saya si tukang solder handal itu&#8230;jadilah sebuah karya. Produksi ini sama sekali berangkat dari pengetahuan yang zero, hanya saja berbekal melihat fisik sebuah extra mic dengan military spek. Dengan nekat, saya dan rekan saya, membeli bahan-bahan yang diperlukan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ah..akhirnya selesai juga perjalanan panjang yang melelahkan buat kantong itu&#8230;setelah melalui beberapa riset dan pengembangan, bersama rekan saya si tukang solder handal itu&#8230;jadilah sebuah karya.<br />
Produksi ini sama sekali berangkat dari pengetahuan yang zero, hanya saja berbekal melihat fisik sebuah <em>extra mic </em>dengan <em>military</em> spek. Dengan nekat, saya dan rekan saya, membeli bahan-bahan yang diperlukan. Beberapa kendala, termasuk kendala preamic yang tidak berfungsi sebagai pengeras signal mic, tapi akhirnya semuanya telah dilalui. Hasilnya pun dapat mengecoh rekan saya di frekwensi, saya dipikir berada di dalam mobil, padahal saya berada di motor dengan noise yang tinggi.</p>
<p>Dengan tetap memikirkan tingkat keselamatan dalam berkendara, menjadi sebuah konsep membuat perangkat extra mic buat HT ini. Kebetulan saya menggunakan iCom V-68 (perangkat standar untuk bisa masuk ke RPU lokal saya, JZ09ZTF).</p>
<p>Berikut adalah gambar-gambar dari hasil pekerjaan yang melelahkan itu, kalau dipikir-pikir, lebih baik beli extra mic jadi, harga nya bisa jauh lebih murah..hehehe&#8230;.</p>
<p><strong>Helm INK Topgun dengan extra mic, condensed mic sengaja saya tidak bungkus untuk meningkatkan sensitivitas suara.</strong></p>
<div id="attachment_541" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://digitalmbul.com/blogs/wp-content/uploads/2008/09/02092008678.jpg"><img class="size-medium wp-image-541" title="EM ver. 1.0" src="http://digitalmbul.com/blogs/wp-content/uploads/2008/09/02092008678-300x225.jpg" alt="EM ver. 1.0" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">EM ver. 1.0</p></div>
<div id="attachment_542" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://digitalmbul.com/blogs/wp-content/uploads/2008/09/02092008677.jpg"><img class="size-medium wp-image-542" title="EM ver. 1.0" src="http://digitalmbul.com/blogs/wp-content/uploads/2008/09/02092008677-300x225.jpg" alt="EM ver. 1.0" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">EM ver. 1.0</p></div>
<p><strong>Speaker di dalam helm menggunakan speaker kecil, dengan suara yang dashyat,</strong></p>
<div id="attachment_543" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://digitalmbul.com/blogs/wp-content/uploads/2008/09/02092008681.jpg"><img class="size-medium wp-image-543" title="Speaker 1" src="http://digitalmbul.com/blogs/wp-content/uploads/2008/09/02092008681-300x225.jpg" alt="Speaker 1" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Speaker 1</p></div>
<div id="attachment_544" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://digitalmbul.com/blogs/wp-content/uploads/2008/09/02092008679.jpg"><img class="size-medium wp-image-544" title="Speaker 2" src="http://digitalmbul.com/blogs/wp-content/uploads/2008/09/02092008679-300x225.jpg" alt="Speaker 2" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Speaker 2</p></div>
<div id="attachment_545" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://digitalmbul.com/blogs/wp-content/uploads/2008/09/02092008680.jpg"><img class="size-medium wp-image-545" title="Speaker 3" src="http://digitalmbul.com/blogs/wp-content/uploads/2008/09/02092008680-300x225.jpg" alt="Speaker 3" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Speaker 3</p></div>
<p><strong>Kabel Mic/Speaker yang saya selipkan di sela2 busa helm.</strong></p>
<div id="attachment_547" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://digitalmbul.com/blogs/wp-content/uploads/2008/09/02092008682.jpg"><img class="size-medium wp-image-547" title="Selipan" src="http://digitalmbul.com/blogs/wp-content/uploads/2008/09/02092008682-300x225.jpg" alt="Selipan" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Selipan</p></div>
<p><strong>Menghindari kesulitan dengan menggunakan ExtraMic yang konvensional, saya membuat pemutusan di antara koneksi perangkat dengan <em>speaker/mic</em>, <em>interface</em> yang umum dan mudah di lepas/pasang saya pilih USB connector.</strong></p>
<div id="attachment_546" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://digitalmbul.com/blogs/wp-content/uploads/2008/09/02092008683.jpg"><img class="size-medium wp-image-546" title="USB Conn" src="http://digitalmbul.com/blogs/wp-content/uploads/2008/09/02092008683-300x225.jpg" alt="USB Conn" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">USB Conn</p></div>
<p><strong>Yang paling menentukan faktor safety pada berkendara adalah di rangkaian yang ada di motor,</strong></p>
<div id="attachment_548" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://digitalmbul.com/blogs/wp-content/uploads/2008/09/02092008684.jpg"><img class="size-medium wp-image-548" title="Rangkaian di Motor" src="http://digitalmbul.com/blogs/wp-content/uploads/2008/09/02092008684-300x225.jpg" alt="Rangkaian di Motor" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Rangkaian di Motor</p></div>
<p><strong>Switch PTT saya rubah dengan switch on/off, memudahkan ketika kita harus ber 10-25 dengan rekan-rekan di frekwensi, maka sewaktu transmit kita tidak lagi harus menekan secara kontinyu tombol PTT, cukup dengan menekan 1 kali switch ke on atau ke off. Posisi/letak switch ini harus dibuat senyaman dan seaman mungkin, agar tidak mengganggu cara berkendara.</strong></p>
<div id="attachment_549" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://digitalmbul.com/blogs/wp-content/uploads/2008/09/02092008687.jpg"><img class="size-medium wp-image-549" title="Switch PTT" src="http://digitalmbul.com/blogs/wp-content/uploads/2008/09/02092008687-300x225.jpg" alt="Switch PTT" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Switch PTT</p></div>
<div id="attachment_550" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://digitalmbul.com/blogs/wp-content/uploads/2008/09/02092008685.jpg"><img class="size-medium wp-image-550" title="Switch PTT 2" src="http://digitalmbul.com/blogs/wp-content/uploads/2008/09/02092008685-300x225.jpg" alt="Switch PTT 2" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Switch PTT 2</p></div>
<p>Sekarang, tinggal kita beradaptasi dengan instrumen tambahan di tangan kiri ini, seperti yang kita tau, kebanyakan intrumen yang digunakan relatif frekwentif adalah di sebelah kiri.</p>
<p>Setelah ini terealisasi, tidak menutup kemungkinan, rekan-rekan bikers yang berminat untuk membuat extra mic di helm ini, bisa dibantu oleh rekan saya, dengan biaya relatif murah (dibandingin pengembanganya), cukup merogoh kocek sejumlah <strong>Rp. 100.000,00 </strong> (Jakarta Only..hehehehe) teman saya akan membuatkannya spesial untuk anda dan helm nya. Dengan catatan, busa helm dapat di bongkar pasang seperti helm saya, untuk menjaga kerapihan pada saat implementasi ke helm.</p>
<p><em>Mungkin ini tidak sebanding dengan pengetahuan rekan-rekan insan Radio Komunikasi, tapi saya cukup bangga, karena semua kami pelajari sendiri&#8230;&#8230;.</em></p>
<p>Kalo yang bawah ini, saya tidak pasang extra mic, soalnya masih dalam tahap pengembangan pada saat itu..hehe&#8230;<br />
<a href="http://www.friendster.com/photos/7497684/1/802523958"><img border="0" src="http://photos.friendster.com/photos/48/67/7497684/1_802523958l.jpg"/></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://digitalmbul.com/blogs/2008/09/02/project-extramic-di-helm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

