<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>digitaLmbuL's FiLes &#187; helm</title>
	<atom:link href="http://digitalmbul.com/blogs/tag/helm/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://digitalmbul.com/blogs</link>
	<description>cerita-cerita dari Rio</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 11:19:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Spy Hacker &#8211; INK</title>
		<link>http://digitalmbul.com/blogs/2010/12/18/spy-hacker-ink/</link>
		<comments>http://digitalmbul.com/blogs/2010/12/18/spy-hacker-ink/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Dec 2010 13:44:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>digitalmbul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Automotive]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Safety Riding]]></category>
		<category><![CDATA[helm]]></category>
		<category><![CDATA[Safety]]></category>
		<category><![CDATA[spyhacker]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://digitalmbul.com/blogs/2010/12/18/spy-hacker-ink/</guid>
		<description><![CDATA[10 Desember 2010, dimulai perjalanan dengan helm Spy Hacker produksi dari INK, keluar dari rumah yang ada di dalam komplek angkatan darat jatiwaringin, fungsi spying masih belum terlihat, karena masih tertutup oleh Senza istri tercinta yang juga produksi INK. Kalau dibilang, untuk yang belum terbiasa menggunakan chin strap ala arena balap itu, akan lumayan sulit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_1330" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://digitalmbul.com/blogs/wp-content/uploads/2010/12/IMG00122-20101210-0653.jpg"><img class="size-medium wp-image-1330" title="Spy hacker" src="http://digitalmbul.com/blogs/wp-content/uploads/2010/12/IMG00122-20101210-0653-300x225.jpg" alt="Spy hacker" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Spy hacker</p></div>
<p>10 Desember 2010, dimulai perjalanan dengan helm Spy Hacker produksi dari INK, keluar dari rumah yang ada di dalam komplek angkatan darat jatiwaringin, fungsi spying masih belum terlihat, karena masih tertutup oleh Senza istri tercinta yang juga produksi INK.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau dibilang, untuk yang belum terbiasa menggunakan chin strap ala arena balap itu, akan lumayan sulit untuk memasang helm nya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sesekali saya melirik kearah istri, dan mendapat lambaian tangan darinya, ya bolehlah kangen-kangenan di jalan <img src='http://digitalmbul.com/blogs/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Sesampainya di kantor istri yang terletak di BII Thamrin, dan hujan rintik mulai menyambut ramah. Perjalanan saya lanjutkan setelah selesai rutinitas cium tangan dan sapaan mesra suami istri.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_1331" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://digitalmbul.com/blogs/wp-content/uploads/2010/12/IMG00141-20101210-0659.jpg"><img class="size-medium wp-image-1331" title="Spy hacker vs Senza" src="http://digitalmbul.com/blogs/wp-content/uploads/2010/12/IMG00141-20101210-0659-300x225.jpg" alt="Spy hacker vs Senza" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Spy hacker vs Senza</p></div>
<p style="text-align: justify;">Mulailah saya optimalkan penggunaan spion di helm ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Cenderung, selama perjalanan, reflek saya lebih ke arah spion motor, atau mungkin belum terbiasa.<br />
Ternyata tidak terlalu sulit untuk melihat ke arah spion itu, dan yang dimaksud &#8220;melihat&#8221; bukan &#8220;melirik&#8221; oleh teman-teman sebelumnya mungkin karena refleksi spion ini akan lari keatas bukan kebawah, sedangkan target pengelihatan kita adalah sejajar dengan punggung kitam</p>
<p style="text-align: justify;">Sampai dikantor, yang ada di jalan Utan Kayu Raya, Jakarta Timur, saya lagi-lagi harus membuka chin strap dengan perlahan, mungkin karena belum terbiasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Siang hari saya keluar kantor, kembali mencoba fasilitas spion di helm ini. Kali ini, saya menyimpulkan selama perjalanan, proyeksi yang ada di spion adalah untuk melihat siapa di belakang saya untuk kesenangan pribadi, bukan untuk antisipasi keamanan. Di lampu merah saya mencoba melihat pengendara motor di belakang saya, tampaknya beliau sedang sibuk membaca stiker yang ada di box saya :</p>
<p style="text-align: center;"><a href="../wp-content/uploads/2010/12/IMG00147-20101210-1458.jpg"><img class="aligncenter" title="Stiker" src="../wp-content/uploads/2010/12/IMG00147-20101210-1458.jpg" alt="" width="543" height="407" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Oya, sepanjang perjalanan, saya pikir ada pesawat jet yang lagi terbang diangkasa, ndak taunya itu berasal dari dalam helm, sebetulnya suara itu baru &#8220;ada&#8221; ketika kita konsentrasi ke suara tersebut, karena memang tidak terlalu mengganggu.</p>
<p style="text-align: justify;">Pulangnya, saya pun menjemput istri saya, dan kembali, proyeksi cermin terhalang oleh wajah cantik bidadari yang memakai INK Senza itu.</p>
<p style="text-align: justify;">11 Desember 2010<br />
Pagi hari saya mengantar anak ke sekolah, kebetulan masih di dalam komplek. Jadi tidak terlalu berfungsi proyeksi Prisma View yang diciptakan oleh helm sekelas Premium dari INK ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah itu, perjalanan saya lanjutkan ke tempat kursus Public Speaking for Proffesional di jalan Wijaya. Sayang sekali, kali ini, proyeksi cerminnya tertutup oleh sesuatu, yang saya tidak mengerti itu apa. Jadi praktis, sepanjang perjalanan, saya tidak menggunakan fasilitas cermin tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Oya, untuk yang suka &#8220;mengembunkan&#8221; helm ketika dipakai, biasanya pada saat lampu merah, cermin ini pun akan mudah terhalang embun dari perbedaan suhu yang ada, tapi tenang, embun akan cepat menyingkir ketika perjalanan anda dimulai.</p>
<p style="text-align: justify;">Sesampainya di rumah, saya menyempatkan kembali melihat kondisi cermin yang terhalang benda misterius itu, selidik punya selidik, ternyata kain yang berada di dekat cermin terlepas sedikit, hingga menghalangi pandangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dua kali sudah saya harus terpaksa membuka tutup di belakang helm untuk menyelesaikan masalah. Pertama adalah, lepasnya stiker INK yang ada di bagian belakang dimana hal tersebut menghalangi kesempurnaan proyeksi gambar, yang kedua, lagi-lagi hal sepele yang menyebabkan proyeksi tidak ditampilkan maksimal. Hal-hal ini mungkin tidak terlalu menjadi perhatian, karena mungkin juga jarang terjadi, tapi menjadikan pertanyaan bagaimana Quality Control helm secara keseluruhan sebelum terlepas ke pasaran.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_1332" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://digitalmbul.com/blogs/wp-content/uploads/2010/12/IMG00138-20101210-0658.jpg"><img class="size-medium wp-image-1332" title="Spy hacker minus Stiker INK" src="http://digitalmbul.com/blogs/wp-content/uploads/2010/12/IMG00138-20101210-0658-300x224.jpg" alt="Spy hacker minus Stiker INK" width="300" height="224" /></a><p class="wp-caption-text">Spy hacker minus Stiker INK</p></div>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">12 Desember, saya melakukan perjanan dengan kendaraan roda empat, jadi Spy Hacker dari INK ini tidak saya gunakan, kecuali saya mau terlihat seperti pembalap sirkuit, hahahaha.</p>
<p style="text-align: justify;">Aah..senin, tanggal 13 Desember 2010, masih belum ada perkembangan signifikan, saya tetap menggunakan fasilitas &#8220;spy&#8221; untuk kesenangan pribadi, belum dapat dikategorikan untuk keselamatan berkendara.</p>
<p style="text-align: justify;">Pagi harinya, saya kembali harus membenarkan kain yang mengganggu pengelihatan dari cermin pemantul yang disebut Prisma View tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">14 Desember, tampaknya saya mulai terbiasa menggunakan fasilitas cermin ini untuk antisipasi kendaraan di sekitar motor saya. Maklum, di motor, saya menggunakan bantuan blind spot mirror, dimana dengan tambahan itu, saya harus bisa membagi konsentrasi dari pengelihatan spion tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Diperbincangan sore hari, ada masukan menari dari teman saya, ternyata ada hal lain, selain harus membetulkan kain yang terlepas dari lem.<br />
Teman saya mengatakan, bahwa mika plastik di belakang helm, cenderung mempunyai sifat buram. Berarti, saya harus mengganti secara rutin kaca belakang tersebut. Wah..lumayan sulit, karena saya juga harus mengganti secara rutin visor depan.</p>
<p style="text-align: justify;">15 Desember, menjadi pengalaman pertama dalam mencoba Spy Hacker ditengah hujan malam hari, ternyata, proyeksi yang tertangkap oleh cermin Prisma View itu tidak terlalu sempurna, karena hanya cahaya yang bisa dilihat, selebihnya tidak terlalu jelas.</p>
<p style="text-align: justify;">Pengalaman disiang hari juga sama persis, bahwa tidak ada hal yang berbeda, selain saya sudah mulai terbiasa melihat ke &#8220;spion tambahan&#8221; ini.</p>
<p style="text-align: justify;">16 Desember, saya mencoba hal yang sedikit out of mind, paling tidak menurut saya, yaitu, melihat proyeksi di belakang saya pada saat memacu sepeda motor saya, dan hasilnya?<br />
Sangat tidak direkomendasikan, hilang semua konsentrasi pada saat kita melihat ke belakang, walau hanya kurang dari satu detik, tapi sangat mengganggu.</p>
<p style="text-align: justify;">Kembali saya pulang malam, pada saat itu tidak hujan, hingga saya bisa sedikit melihat keadaan di spy hacker mirror sedikit lebih jelas daripada saat hujan turun. Tapi tetap tidak sesempurna pada siang hari.</p>
<p style="text-align: justify;">Oiya, tetap pada pagi harinya, rutinitas saya adalah memperbaiki sebuah halangan pada Prisma View tersebut, yang dikarenakan hal sepele, yaitu &#8220;lem&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">17 Desember, adalah hari terakhir saya mencoba helm futuristik ini, dan kesimpulannya adalah,</p>
<ol>
<li>Untuk safety, helm ini termasuk kategori tertier, bukan lagi kebutuhan primer atau sekunder</li>
<li>Fungsi utama Prisma View, untuk saya pribadi, adalah sebagai kesenangan pribadi pada saat terjebak macet.</li>
<li>Quality Control yang butuh peningkatan, karena helm yang saya terima lepas tulisan INK dibelakang, dan proyeksi terkadang terhalang oleh kain yang juga akibat lem yang kurang baik.</li>
<li>Saya baru bisa berintegrasi dengan Prisma View setelah 3-4 hari, untuk menjadikan satu kesatuan pada saat melihat lingkungan sekitar, tapi hanya pada saat kecepatan dibawah 40Kmpj.</li>
<li>Proyeksi cermin terlihat jernih (dalam pemakaian 7 Hari), kadang terhalang oleh kain yang tidak melekat sempurna. </li>
<li>Posisi riding dalam kondisi tegak, motor sudah dimodisikasi, sehingga tidak terlalu sulit untuk &#8220;melirik&#8221; situasi dibelakang</li>
<li>Sulit untuk dijadikan secondary side view mirror karena, apabila ingin melihat situasi di kiri, berarti kita harus tengok ke kanan.</li>
<li>Proyeksi cermin terlihat stretch down vertikal</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://digitalmbul.com/blogs/2010/12/18/spy-hacker-ink/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>RSA Berkunjung ke Pabrik Helm</title>
		<link>http://digitalmbul.com/blogs/2009/10/22/rsa-berkunjung-ke-pabrik-helm/</link>
		<comments>http://digitalmbul.com/blogs/2009/10/22/rsa-berkunjung-ke-pabrik-helm/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 03:05:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>digitalmbul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Safety Riding]]></category>
		<category><![CDATA[berkendara]]></category>
		<category><![CDATA[dmi]]></category>
		<category><![CDATA[DOT]]></category>
		<category><![CDATA[helm]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan]]></category>
		<category><![CDATA[motor]]></category>
		<category><![CDATA[RSA]]></category>
		<category><![CDATA[Safety]]></category>
		<category><![CDATA[snell]]></category>
		<category><![CDATA[SNI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://digitalmbul.com/blogs/?p=1241</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA- Road Safety Association (RSA) bersama sejumlah anggota kelompok sepeda motor berkunjung ke pabrik helm PT Dinaheti Motor Industri (DMI), Cikarang, Jawa Barat, Selasa (20/10). Kunjungan tersebut bertujuan guna menambah wawasan tentang proses produksi helm, termasuk kualitas Standar Nasional Indonesia (SNI) Wajib untuk helm. Helm merupakan kelengkapan bersepeda motor yang wajib dipakai oleh setiap pengendara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">JAKARTA- Road Safety Association (RSA) bersama sejumlah anggota kelompok sepeda motor berkunjung ke pabrik helm PT Dinaheti Motor Industri (DMI), Cikarang, Jawa Barat, Selasa (20/10). Kunjungan tersebut bertujuan guna menambah wawasan tentang proses produksi helm, termasuk kualitas Standar Nasional Indonesia (SNI) Wajib untuk helm.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1244" title="Kunjungan ke PT. DMI" src="http://digitalmbul.com/blogs/wp-content/uploads/2009/10/DMI-300x128.jpg" alt="Kunjungan ke PT. DMI" width="300" height="128" /></p>
<p style="text-align: justify;">Helm merupakan kelengkapan bersepeda motor yang wajib dipakai oleh setiap pengendara atau penumpang sepeda motor. Undang Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), khususnya pasal 57 ayat 2 menegaskan bahwa setiap pengendara sepeda motor wajib memakai helm sesuai standar nasional Indonesia. Siapa saja yang melanggar aturan ini bisa dikenai sanksi kurungan maksimal satu bulan atau denda maksimal Rp 250 ribu. Tujuan aturan ini jelas untuk melindungi pengendara sepeda motor terhindar dari risiko kecelakaan. “Luka paling fatal yang dialami pengendara sepeda motor adalah akibat cedera di kepala, ini terkait dengan budaya indisipliner pengguna sepeda motor terhadap peraturan lalu lintas,” tutur Rio Octaviano, ketua RSA.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut dia, tujuan dari kunjungan ke pabrik DMI juga untuk sosialisasi kepada para pengendara sepeda motor, khususnya klub/komunitas pengguna sepeda motor yang berhimpun di RSA. Perwakilan klub/komunitas pengguna sepeda motor yang ikut kunjungan antara lain DeNyut RC, HSJ, Barac, Hornet, YJOC, Everbikers,  Milys, Pulsarian Community, HTML, dan YVC Depok. &#8220;Klub/komunitas pengguna sepeda motor ini adalah agen penyebar virus road safety, diharapkan mereka dapat membagikan pengetahuannya ke masyarakat pengguna sepeda motor di lingkungan masing-masing anggotanya&#8221; tandas Eko Cahyo Wibowo, wakil ketua RSA.</p>
<p style="text-align: justify;">Manajemen PT DMI menjelaskan soal proses produksi helm. Mulai dari pembuatan tempurung helm yang terbuat dari thermal polymer, pembuatan emblem SNI yang langsung di-emboss pada saat pencetakan, hingga pemasangan bagian dalam helm. Seluruh proses produksi harus memenuhi standar mutu ISO 14000 tahun 2008 dan produknya harus lolos uji standardisasi SNI 1811 tahun 2007. Dalam presentasinya GM Manufacturing Operation PT DMI Thomas Lim menjelaskan tiga macam jenis helm yaitu full face, open face dan half face. &#8220;Helm Half Face itu adalah helm cetok yang hanya melindungi bagian atas kepala, sedangkan helm Open Face melindungi bagian atas dan samping kepala sehingga lebih aman,&#8221; jelas Thomas Lim.</p>
<p style="text-align: justify;">RSA juga memperoleh penjelasan mengenai uji laboratorium SNI helm. Beberapa fase pengujian mencakup uji penyerapan energi kejut (impact energy), dilanjutkan uji penetrasi, uji chin strap, dan uji EPS shell. ”Tiap negara mempunyai kriteria sendiri-sendiri, tidak semuanya bisa disamakan standarnya. Pemerintah memiliki tim teknis yaitu Badan Sertifikasi Nasional (BSN) yang merumuskan standar kualifikasi SNI, bahkan standar SNI diakui lebih ketat dari standar DOT (Amerika) yang masih mengizinkan pemakaian helm half face (cetok)” papar Henry Tedjakusuma, direktur PT DMI.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketentuan SNI wajib untuk helm tertuang dalam Peraturan Menteri Perindustrian No 40/M-IND/Per/6/2008 tanggal 25 Juni 2008. Semula, ketentuan itu berlaku mulai 25 Maret 2009, namun diundur menjadi 25 Maret 2010 karena ada permintaan dari sejumlah produsen helm.</p>
<p style="text-align: justify;">SNI mengacu kepada standar Japan International Standard dan standar Eropa Saat ini, produksi helm di Tanah Air berkisar 9-10 juta unit per tahun. Sebagian produsen juga telah mengekspor produk mereka ke pasar Eropa dan Amerika.</p>
<p style="text-align: justify;">Henry juga menjelaskan bahwa helm produksi di atas April 2009 harus sudah mengikuti sertifikasi SNI. Adanya sertifikasi SNI ini selain menjaga kualitas produk juga mencegah kemungkinan importir pemasok helm impor yang kadaluarsa atau cacat produksi untuk mengedarkan produk gagal tersebut di pasaran Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan data Depperin, selama ini hanya 7 dari 15 perusahaan helm skala besar yang mengajukan Sertifikat Produk Pengguna Tanda (SPPT) SNI. Ketujuh perusahaan itu antara lain PT Tara Citra Kusuma, PT Dinaheti Motor Industri (DMI), dan PT Tara Kusuma Indah (TKI).</p>
<p style="text-align: justify;">RSA menilai, SNI cukup mumpuni untuk melindungi para pengguna helm di Tanah Air. Konsep perlindungan terhadap pengendara sepeda motor, khususnya terkait helm, juga telah disiapkan oleh pemerintah. Proses produksi helm akan diawasi oleh Departemen Perindustrian, lalu peredarannya diawasi Departemen Perdagangan, dan Departemen Perhubungan akan membuat regulasi pemakaian helm, sedangkan Kepolisian Republik Indonesia berperan selaku penegak hukum. “Sayangnya, ini hanya akan menjadi isapan jempol belaka bila tidak diiringi dengan niat baik dan konsistensi dari berbagai instansi tersebut,” ujar Rio Octaviano.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia menambahkan, kegiatan penegakan aturan di lapangan masih tidak karuan. ”Masih banyak penyimpangan dan inkonsistensi” tuturnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://digitalmbul.com/blogs/2009/10/22/rsa-berkunjung-ke-pabrik-helm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kepala istriku lebih kuat!</title>
		<link>http://digitalmbul.com/blogs/2008/09/26/kepala-istriku-lebih-kuat/</link>
		<comments>http://digitalmbul.com/blogs/2008/09/26/kepala-istriku-lebih-kuat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 07:43:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>digitalmbul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Safety Riding]]></category>
		<category><![CDATA[helm]]></category>
		<category><![CDATA[Safety]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://digitalmbul.com/blogs/?p=635</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Tenang saja, kepala istri dan anakku lebih kuat daripada kepalaku, aku tidak harus memperhatikan mereka&#8221;, mungkin itu yang terbesit di kepala bapak yang satu ini, juga banyak lagi pengendara tidak bertanggung jawab itu. Apa yang mereka pikirkan ketika membeli helm standar safety itu? Kemana nurani nya? Tapi tidak bisa disalahkan sepenuhnya, istriku juga pernah berkata, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://digitalmbul.com/blogs/wp-content/uploads/2008/09/21092008820.jpg"><img src="http://digitalmbul.com/blogs/wp-content/uploads/2008/09/21092008820.jpg" alt="" title="21092008820" width="500" height="375" class="aligncenter size-full wp-image-636" /></a></p>
<p>&#8220;Tenang saja, kepala istri dan anakku lebih kuat daripada kepalaku, aku tidak harus memperhatikan mereka&#8221;, mungkin itu yang terbesit di kepala bapak yang satu ini, juga banyak lagi pengendara tidak bertanggung jawab itu.<br />
Apa yang mereka pikirkan ketika membeli helm standar safety itu? Kemana nurani nya? Tapi tidak bisa disalahkan sepenuhnya, istriku juga pernah berkata, kaum wanita terkadang enggan menggunakan helm standar safety, karena mereka tidak ingin rambutnya berantakan, atau rusak. Berarti mereka lebih baik kepala pecah, tapi rambutnya tetap bagus yah? Untungnya istriku malah memintaku untuk membeli helm full face, bahkan yang  modular/flip up helmet untuk melindungi kepalanya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://digitalmbul.com/blogs/2008/09/26/kepala-istriku-lebih-kuat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

