Featured Articles
5:39 pm by digitalmbul in Automotive,Headline,RSA,Safety Driving
Ya, itu yang bisa saya katakan sekarang ini kepada si supir maut yang telah memakan 9 korban jiwa, pada kecelakaan di Jalan Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Pusat.
Entah, ini adalah kebetulan atau tidak, tapi kecelakaan terjadi di depan Kementrian Perdagangan, yang konon telah membantu mulusnya penjualan kendaraan bermotor di negara ini.
Kronologi yang didapat hasil keterangan Dirlantas Polda Metro Jaya adalah, mobil yang berisi 3 orang selain pengemudi maut itu, baru saja menghadiri acara di hotel Borobudur, dan memacu kendaraannya sekitar 60-70 Kmpj, dimana menurut saya, kecepatan itu cukup fantastis ditengah situasi lalu lintas di daerah tersebut.
Proses mobil oleng masih simpang siur, ada sumber yang mengatakan mobil mengalami rem blong, lalu sumber lain mengatakan terjadi karena menghindari anak-anak yang sedang menyebrang sehavis pulang dari permainan futsal, kabar terakhir, Afriyan Susanti yang telah ditetapkan menjadi tersangka itu mengantuk, mungkin kita tunggu hasil berita acara resmi dari kepolisian. Tampaknya, wanita belum menikah tersebut terancam pasal berlapis, salah satunya adalah membuat hilangnya nyawa pada kecelakaan, yang ancamannya Rp. 24juta atau kurungan paling lama 12 tahun penjara.
Selain dugaan saya bahwa ini bertanda Tuhan sedang memberikan signalnya kepada Kementrian Perdagangan yang selalu saja melancarkan penjualan kendaraan bermotor, hal lain yang menggelitik saya adalah, ibu negara juga turut mengikuti berita yang mengalahkan gaung Katty Perry bahkan membuat saya sempat lupa Sepultura akan hadir di Jakarta ini.
Apakah ini bertanda baik? Bahwa negara ini sudah sadar dengan ongkos sosial yang diakibatkan dari penjualan kendaraan bermotor yang sangat massive?
Apakah ibu Ani akan membisikan suaminya di ranjang malam ini, bahwa beliau harus mulai membenahi ego sektoral para stakeholders lalu lintas jalan? Dan, mengingatkan beliau, bahwa uang tidak menjadi segalanya ketika harus mengorbankan nyawa rakyatnya sendiri? Tentunya dengan harapan lengser dengan wibawa, beliau dapat memikirkan itu semua, ketimbang harus selalu dipusingkan dengan “kegaduhan politik”.
Selain cacian dan makian yang ditujukan kepada Nona Maut Afriyanti Susanti, yang tercatat berumur 29 tahun dan tidak memiliki SIM tersebut, terucap syukur saya terhadap beliau, telah kembali mengingatkan bangsa ini atas kecelakaan yang kerap terjadi, dan bahkan memakan korban jiwa sampai dengan 50 nyawa hilan per hari, bahkan kecelakaan pesawatpun kalah pamor dengan jumlah kematian yang diakibatkannya. Juga karena negara ini harus mengalami shock therapy berkali-kali, tapi tetap tidak peduli.
Mungkin saja, bila dua kendaraan roda empat, Mitsubishi Kuda dan sebuah sedan, yang terbalik di tol pondok gede timur, atau motor Honda Revo yang terlibat kecelakaan di depan Citos, TB. Simatupang adalah figur publik, seperti Sophan Sofyan atau istri dari Saiful Jamil yang selalu menangis ketika diwawancara, pasti situas hari ini akan jauh berbeda, dan media pun ada “uang” untuk mengangkat kejadian-kejadian kecelakaan lalu lintas, lalu beramai-ramai para pakar bicara didatangkan ke studio untuk memberikan solusi, pasti akan mulai berkurang masalah ini, eh tapi, dengan catatan, pemerintah sudah tidak lagi kemaruk uang dari ATPM loh.
Tulisan ini saya dedikasikan kepada teman-teman saya, Road Safety Association, yang selalu berjuang untuk Road Safety di Indonesia!
RSS feed for comments on this post. TrackBack URL
Recent Posts
Sub-contractor fined for safety failings at Devonport Royal Dockyard
by HSE
Consultation on changes to simplify RIDDOR: Impact assessment
by HSE
Pupils target dangerous parkers
by Road Safety GB
Traffic courts will deal with minor offences
by Road Safety GB
Safety in Ports – Last chance to have your say
by HSE
Case 172 – Staff shortage on train resulted in buffet service being stopped
by HSE
Pupils play judge and jury
by Road Safety GB
Positive feedback for pedestrian seminar
by Road Safety GB
Tyre firm fined after worker injured
by HSE
Staff and public exposed to asbestos during refurbishment work
by HSE
Firm in court after worker’s life-changing injuries
by HSE
TTC forms new road safety education division
by Road Safety GB
Manchester set to introduce more 20mph areas
by Road Safety GB
HSE Jobs – Press and Public Relations (PR) Officer
by HSE
HSE Jobs – Senior Press Officer
by HSE
East of England firms in court for employee fall
by HSE
Firms in court after worker fell from unguarded scaffolding
by HSE
Global Road Safety Week: a round up of activity
by Road Safety GB
Minister pushes for driverless cars
by Road Safety GB
What's the dilly, yo?
cerita-cerita dari Rio
Categories
Archives
digitaLmbuL’s FiLes Authors
More Information
Our Friends
Ya jangan sampai ngarepin SBY yang ngurus ini, bukan kerjaan dia..
Dan hubungannya dengan Kemendag rasanya kok dibikin-bikin. Yang penting sekarang urus korban-korban dan selidiki apa yang sebenarnya terjadi pas kecelakaan kemarin itu, publik butuh kejelasan bukan rumor..
Reply
digitalmbul
reply on January 23rd, 2012 12:49 am:
yup, saya memang hanya ingin mengangkat ini dari satu sisi yang sangat berbeda
Reply
Comment by giewahyudi
— January 22, 2012 @ 6:20 pm
kejadian yg mengerikan. hiiiii …..
Reply
digitalmbul
reply on January 23rd, 2012 12:50 am:
mama saya gak habisnya merinding lihat kejadian itu
Reply
Comment by BOABOO
— January 22, 2012 @ 7:33 pm
memang ini bukan urusan SBY, tapi orang yang punya hati nurani harusnya peduli, pemimpin kita ga pernah sekalipun peduli sama rakyat (buktinya banyak, yang punya uang dibela). Jangan coba dibandingkan dengan perdana menteri Singapura yang benar2 peduli dengan rakyatnya, (search aja kisah orang tua yang diusir menantu) yang kita punya udah gila kekuasaan, gila uang lagi.. lupakan bro, jgn buang2 energi. Kalo rakyat belom bergerak, mereka2 itu belom akan sadar, sudah saatnya, ditunggu kelamaan akan semakin merugikan rakyat. Indonesia ini milik bersama, seharusnya semua bisa dapat sesuap nasi, pengobatan, buang air tanpa antri (singgung WC DPR dikit) dan masih banyak lagi. Skrg saya mao tanya, sama sebelum reformasi apa bedanya? kalau anda nyesel pernah terjadi reformasi, ini saatnya reformasi lagi, babat habis pejabat korup negara ini.. Indonesia itu sekarang sebuah sinetron besar, rakyat gatau mana yang benar mana yang salah, semua sandiwara!
Reply
digitalmbul
reply on January 23rd, 2012 12:51 am:
tampaknya kita punya cara pandang yang sama yah?
Reply
Comment by AndiM
— January 22, 2012 @ 9:47 pm
Alangkah lebih baik bila ungkapan ‘Terima Kasih’ di opini anda tidak disertakan. Bagaimanapun tanggapan-tanggapan dan tajamnya pengamatan/kritik anda terhadap kecelakaan maut tersebut dengan kebobrokan di negara ini tidak perlu harus disimpulkan bahwa kejadian tersebut ‘pantas’ untuk anda komentari sebagai titik awal koreksi dan berterimakasih segala untuk usaha perbaikan tentang hal-hal lainnya. Opini dan kritik anda jelas-jelas sangat tajam dan penuh perhitungan, termasuk sangat kreatif dan menggelitik untuk disimak. Tetapi sebagai manusia yang berhatinurani, hapuskan ungkapan ‘Terima Kasih’ anda sebagai embel-embel penarik tulisan anda. Toh anda tetap bisa menyampaikan semua protes dan kritik anda tanpa perlu mengangkat rasa syukur pada kejadian yang sudah merenggut banyak nyawa sia-sia tersebut. Semoga dapat dipertimbangkan, atau mungkin anda dapat berterimakasih nanti kepada orang-orang lain yang juga merasa prihatin seperti saya terhadap ungkapan ‘Terima Kasih’ yang sudah anda tuliskan disini. ‘Terima Kasih’
Reply
Comment by wahyu
— January 23, 2012 @ 8:00 am