Syndicate

digitaLmbuL’s FiLes

 

Featured Articles

Implementasi Rules-Skill-Attitude Dalam Ruang Kontestasi Berkendara Indonesia (Bag.2 – Habis)

Rules-Skill-Attitude Sebagai Solusi

Lantas bagaimana kita menyikapi realitas yang kita hadapi sebagai
pengguna jalan dan beradaptasi dengan lingkungan berlalulintas yang
berbahaya bagi keselamatan kita? Dalam hal ini pemahaman akan aturan
(Rules) berlalulintas, kemampuan (skill) berkendara yang baik, dan
sikap (Attitude) dalam berkendara dapat menjadi senjata kita untuk
bertahan dan selamat dari “medan perang” yang kita lalui.
Keseluruhannya dirangkum dalam sebuah segitiga tak terpisahkan,
Rules-Skill-Attitude.

Rules atau peraturan berlalulintas tidak dibuat tanpa perhitungan yang
matang, ia dibuat guna menciptakan kondisi berlalulintas yang aman dan
nyaman. Tidak dilaksanakannya aturan-aturan dalam berlalulintas adalah
salah satu faktor utama dari kesemrawutan dalam situasi berlalulintas
yang kita lalui. Semakin banyak peraturan berlalulintas yang dilanggar
maka kita semakin banyak pula berperan dalam menciptakan “medan
perang” yang semakin berbahaya bagi setiap pengguna jalan. Adapun
skill atau kemampuan dalam berkendara adalah tingkat penguasaan
seorang pengendara dalam menggunakan kendaraanya dengan aman dan
nyaman. Tanpa adanya skill yang memadai tentu seorang pengendara tidak
akan mampu mengendalikan kendaraannya dengan baik dan akan menjadi
satu hal yang berbahaya bagi si pengendara maupun orang lain di
sekitarnya.

 

Comments (0)

Implementasi Rules-Skill-Attitude Dalam Ruang Kontestasi Berkendara Indonesia (Bag.1 dari 2)

Rules-Skill-Attitude Sebagai Upaya Adaptasi Terhadap Situasi
Berkendara yang Berbahaya


Situasi berlalulintas di Indonesia dapat diibaratkan seperti sebuah
“medan perang. Hal ini dikarenakan kondisi berlalulintas di negara
kita sudah merenggut begitu banyak korban sebagai akibat dari buruknya
sistem transportasi yang tidak disertai dengan masih minimnya upaya
beradaptasi dengan situasi tersebut. Jalan raya yang menjadi tempat
dimana kita berkendara juga menjadi arena persaingan atau kontestasi
dengan sesama pengguna jalan yang lain. Persaingan tersebut meliputi
perebutan space atau ruang di jalan raya yang kian hari semakin terasa
sempit, proses adaptasi terhadap situasi berlalulintas yang kita lalui
akhirnya menjadi penting demi meminimalisir potensi bahaya terhadap
pengguna jalan.

Comments (0)

Twitter Weekly Updates for 2011-12-25

Powered by Twitter Tools

Comments (0)

Kasih Ibu Kepada Beta

Kasih ibu, kepada beta, tak terhingga sepanjang masa. Hanya memberi, tak harap kembali, bagaikan surya menyinari dunia.

BANYAK diantara kita ingat penggalan syair di atas. Sebuah pengungkapan rasa hormat pada ibu yang melahirkan kita kedunia. Menyirami kasihnya tanpa henti. Tanpa pamrih.

22 Desember, bangsa Indonesia merayakan Hari Ibu. Sejenak kita merenung, betapa ibu mewarnai hidup kita. Membentuk watak kita. Wanita tiang keluarga.

Ibu pula yang bisa membentuk karakter kita soal keselamatan saat berkendara. Bersepeda motor yang aman dan selamat. Mau menghargai sesama pengguna jalan. Ibu berkata, hati-hati di jalan nak.

Comments (0)

Apa Imbas Mobil Pribadi Tidak Boleh Minum Premium?

Ada judul berita yang memikat perhatian saya. ‘Mobil Pribadi Dilarang Pakai Premium’. Hal itu mencuat di harian ekonomi, Investor Daily, edisi Rabu (14/12/2011).

Harian yang terbit di Jakarta itu, menyoroti tingginya subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang cukup tinggi. Tentu saja jika tepat sasaran kita semua bisa memaklumi. Tapi, kalau sebaliknya, pasti banyak yang mencibir. Maklum, jumlahnya bisa mencapai puluhan bahkan ratusan triliun rupiah dalam satu tahun.

Comments (0)

Pelayanan Publik Masih Buruk

ASYIK nih bahas soal masih buruknya layanan publik di Indonesia. Kebetulan, RSA Indonesia diundang Ombudsman RI dalam rapat koordinasi di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (15/12/2011), untuk membahas hal itu.
Usai memarkir sepeda motor di bagian belakang hotel, saya masuk ke ruang pertemuan berkarpet warna coklat yang sudah dipadati ratusan undangan. Saya hadir setelah Wakil Presiden Boediono memberikan sambutan. Sesi diskusi pun dimulai, mengobok-obok soal lemahnya pelayanan publik di Tanah Air. Bahas kualitas layanan publik di hotel bintang lima nan sejuk.
“Semoga seminar ini bukan semata menghabiskan anggaran,” ujar Taufik Effendi, wakil ketua Komisi II DPR RI, saat memaparkan materi, Kamis.
Sentilan itu sontak direspons senyum dan gelak tawa para peserta. Terlebih ketika Taufik menusuk dengan menyoroti empat aspek untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Dia menyebutkan, harus ada perubahan cara berpikir. “Mentalitas aparat masih rendah,” katanya.

Comments (0)

Twitter Weekly Updates for 2011-12-18

Powered by Twitter Tools

Comments (0)

Twitter Weekly Updates for 2011-12-11

Powered by Twitter Tools

Comments (0)

Murah Bikin Sembrono?

BERAPA kerugian akibat kecelakaan lalu lintas jalan di Indonesia? Jangan kaget, pada 2010, pemerintah menaksi nilainya mencapai sekitar Rp 220 triliun. Fantastis!
Oopsss…itu belum seberapa. Ada kerugian yang tak ternilai harganya, jiwa manusia. Pada 2010, tak kurang dari 31.234 jiwa tewas sia-sia di jalan raya. Memprihatinkan.
Artinya, setiap hari ada sekitar 86 jiwa yang tewas dan setiap hari kerugian yang muncul sekitar Rp 603 miliar. Miris.

Comments (0)

Twitter Weekly Updates for 2011-12-04

Powered by Twitter Tools

Comments (1)

Lengah, Tidak Tertib, dan Mabuk

ARTIKEL ini bukan cerpen. Judul di atas juga bukan fiksi. Ini fakta. Pada 2010, faktor manusia menjadi penyebab utama kecelakaan lalu lintas di jalan. Data Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyebutkan, sekitar 90,92% kecelakaan di wilayah polda tersebut, disebabkan oleh faktor manusia.

Nah, pertanyaannya, apa saja faktor-faktor manusia selaku pengendara yang bisa menyebabkan kecelakaan? Ini dia data yang dirilis Polda Metro Jaya.

Comments (1)

Lengah, Tidak Tertib, dan Mabuk

ARTIKEL ini bukan cerpen. Judul di atas juga bukan fiksi. Ini fakta. Pada 2010, faktor manusia menjadi penyebab utama kecelakaan lalu lintas di jalan. Data Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyebutkan, sekitar 90,92% kecelakaan di wilayah polda tersebut, disebabkan oleh faktor manusia.

Nah, pertanyaannya, apa saja faktor-faktor manusia selaku pengendara yang bisa menyebabkan kecelakaan? Ini dia data yang dirilis Polda Metro Jaya.

Comments (0)

Usia Muda Dominasi Korban Kecelakaan

 

BARANGKALI diantara kita sering mendengar soal yang satu ini. Korban kecelakaan lalu lintas jalan mayoritas adalah usia muda. Pada Januari-Oktober 2011, di wilayah Polda Metro Jaya, kelompok usia 21-40 tahun mendominasi korban kecelakaan.

Angka yang saya peroleh dari Polda Metro Jaya menyebutkan, dari 8.468 korban kecelakaan, kelompok usia 21-40 tahun sebanyak 51,95%. Selebihnya tersebar direntang usia 11-20 tahun (16,91%), 41-50 tahun (14,44%), 51 tahun ke atas (10,83%), dan dibawah 10 tahun (5,87%).

Comments (0)

Operasi Zebra Dan Perilaku Kita


foto:tino

SEPANJANG 28 November hingga 5 Desember 2011, Polda Metro Jaya menggelar Operasi Zebra. Sasarannya, menindak para pengendara yang tidak taat aturan lalu lintas jalan.

Dalam operasi kali ini, Polda Metro Jaya meningkatkan personil yang terlibat hingga 48,3%, jika dibandingkan operasi yang sama pada 2010. Jumlah personil kepolisian yang terlibat naik dari 2.359 petugas menjadi 3.500 petugas.
Penambahan tersebut saya duga karena tingginya frekuensi pelanggaran yang terjadi di jalan raya. Misalnya, pelanggaran aturan oleh pengendara sepeda motor yang mencapai 606.237 kasus.

Selain itu, juga disebabkan masih tingginya korban kecelakaan yang menurut data Polda Metro Jaya, dalam 10 bulan 2011, mencapai 844 jiwa.
Maklum, seperti diungkapkan Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Dwi Sigit Nurmantyas, Operasi Zebra juga bertujuan memperkecil potensi kecelakaan. “Pelanggaran yang berpotensi pada kecelakaan, pelanggaran yang berpotensi pada kemacetan itu akan kami tindak semua,” tegas Kombes Sigit, di sela pembukaan Operasi Zebra, Senin (28/11/2011).

Comments (0)

Andai Kendaraan Pribadi Tidak Boleh Ke Tengah Kota

BISA kebayang gak kalau kota besar seperti Jakarta steril dari kendaraan pribadi? Bakal lebih ‘sehat’ dibandingkan saat ini?

Boleh jadi. Saat ini, di Jakarta sedikitnya ada sekitar 9,3 juta sepeda motor dan sekitar tiga juta mobil pribadi. Bayangkan, kalau kendaraan tersebut bergerak berbarengan, berapa bahan bakar minyak (BBM) yang dihisap? Berapa gas emisi buang yang dikeluarkan dari knalpot mereka? Dan, ini yang penting, seberapa besar potensi kecelakaan lalu lintas jalannya? Soal yang satu ini, kita tahu, dalam tiga tahun terakhir, rata-rata korban yang tewas sebanyak tiga orang per hari.

Comments (0)

MRT, Akan Segera Wujud?

BANYAK warga Jakarta yang merasa sumpek. Bukan lantaran baunya 13 sungai di Jakarta yang tercemar. Apalagi semata karena lebarnya jurang si kaya dan si miskin. Warga merasa sumpek karena karut marutnya lalu lintas jalan.
Bagaimana tidak sumpek, ada sekitar 12 juta kendaraan yang beredar di wilayah Polda Metro Jaya per November 2011 ini. Belum lagi ditambah perilaku berkendara yang ugal-ugalan. Runyam deh.
Fakta menyebutkan, dari sekitar 40 juta angka perjalanan setiap hari di Jakarta, hanya sekitar 13% yang memanfaatkan angkutan umum. Sebagian besar memanfaatkan kendaraan pribadi. Sepeda motor masih primadona, dimanfaatkan oleh 48% mobilitas warga Jakarta dan sekitarnya. Edan.

 

Comments (0)

Alternatif Itu Tidak Selalu Baik

SEPEDA motor menjadi alternatif utama transportasi. Para warga Jakarta dan sekitarnya mengandalkan sepeda motor sebagai alat transportasi. Terlebih bagi masyarakat menengah ke bawah.

Mereka yang memiliki daya beli tinggi, yakni mereka yang berpenghasilan rata-rata per bulan di atas Rp 10 juta, boleh jadi cenderung memilih kendaraan pribadi berupa mobil untuk mendukung mobilitas di sekitar Jakarta. Sementara itu, masyarakat menengah ke bawah yang berpendapatan rata-rata per bulan Rp 5 juta ke bawah, lebih rasional memilih sepeda motor.

Comments (0)

Oldies, but Goodies!

Campaign highlights summer drink drive dangers

Campaign highlights summer drink drive dangers

A new TWIST to solve an old problem

A new TWIST to solve an old problem

Road safety team and music festival work in partnership

Road safety team and music festival work in partnership

Recycling giant fined for worker death failings

A worker at one of the world’s largest metal recycling firms was killed because of a failing to properly segregate people and moving vehicles, a court has heard.

Durham firm sentenced after worker’s arm amputated

A Durham firm has been fined after a worker suffered horrific injuries and had to have his arm amputated when he fell into dangerous machinery in an asphalt production plant.

digitaLmbuL’s FiLes Authors


  • Abdil - Pabrik Genteng




  • J. Avianto
    lahir di Malang 01031975

  • Benny


  • Fitria Puspa Kusumah

  • Ivan Virnanada
  • Rio Octaviano
    ayah, pekerja, dan penggiat keselamatan jalan...




  • edorusia



  • HSE
  • Ichsan
  • zaky fariando


  • Joni Sudiro

  • Kompas.com
  • Kurnia Hadi

  • indradewa dewa
  • Lucky J. Subiakto





  • michaello825 michaello825
    Albowiem eksploracja sygnałów od chwili kosmicznych kultury - np. w ciągu interwencją programu SETI - nie darowało podczas gdy dotychczas plonów, troje odszkodowania wrocław amerykańskich astronomów spośród Pensylwanii ustanowiło zmienić metodę dochodzenie odszkodowań wrocław "podejrzewania" barbarzyńskich. Skoro nie ofiaruje się ich podsłuchać, owo przypadkiem daruje się dojrzeć przyrządzone przy użyciu nich megastruktury, nazywane sferami Dysona. Sfera Dysona to przypuszczalny cel (megastruktura), kto po porażka najważniejszy pojawił się w edukacji w 1959 roku dzięki jankeskiemu fizykowi oraz futuryście Freemanowi Dysonowi. Wg niebieżącego naukowca adekwatnie nowoczesna obszar kulturowy istniałaby zdolna do postawienia dookoła swojego Słońca bezgranicznej konstrukcji w budowie domeny, która, obwijałaby absolutnie gwiazdę i nastręczałyby niemal 100 proc. wypromieniowywanej dzięki nią dynamiki. Jak oczekuje taka obręb? Na ogół demonstrowany model owo bezwzględna dziedzina (gargantuiczny kokon) o grubości przeszkody o tyle o ile 3 metrów a wielkości przekraczającej odległość Gwiazda poranna od chwili Słońca. Jej wewnętrzna powierzchnia (większa ok. 550 milionów bicie od czasu nawierzchni Geoidzie) stanowiłaby dobrana aż do życia. Bieżącego łepka "muszla" przewóz samochodów aczkolwiek w ogóle nie szastałaby na pozornie światła. Inne koncepcje fundują, iż taka laweta dziedzina prawdopodobnie przypominać "czereda mniejszych padeł", które dotykają się po niepodległych, choć niebliźnich se orbitach. W układy od chwili liczebności takich budynków, istniałby owo pierścień, ćma (paręnaście ewentualnie więcej sygnetów) ewentualnie bania. NATOMIAST owo przed chwilą tego łepka struktur chcą szukać astronomowie poniżej przewodnictwem Jasona Wrighta. Podczas gdy wykopać sferę Dysona? Taka konstrukcja nastręczałaby kompletnego czy też większą punkt programu kalejdoskop światła, dzięki co nagrzewałyby się jej granicy. W plonu tego toku spośród przestrzeni nieniniejszej budowy nadawane byłoby promieniowanie podczerwone. Dyson zaproponował, by szukając niecudzoziemskich kultury, skupić się przed chwilą na spostrzeganiu głębokich źródeł tych fal, które fundowałyby jacyś modelu "nadwagi podczerwieni" w widmie doli. W 1983 r. eksploratory z Fermi National serwis klimatyzacji samochodowej warszawa Accelerator Laboratory (Fermilab), wskutek danym przekazanym przy użyciu satelitę IRAS (Infrared Astronomical Satellite), poznaliby 17 przedmiotów, jakie potencjalnie mogłyby być dyscyplinami Dysona. Aż pięć z nich oczekiwałoby przede wszystkim optymistycznie. Niestety gros z nich posiadała cechy, które akceptowały zidentyfikować konsumuje również serwis klimatyzacji samochodowej warszawa w charakterze chmury wodoru a prochu obwodowe stare planety albo planetce. Acz chwyciły dodane aż do listy SETI, która implikuje miejsca w największym stopniu obiecujące u dołu wobec stwierdzenia cieni niecudzoziemskich cywilizacji.




  • Mukhammad Azdi

  • Nyoman Arsana

  • Pengajar +


  • Honda Supra Jakarta (HSJ) 007
  • Rio
  • Road Safety Association

  • Road Safety GB














More Information

Our Friends


Warning: Unknown: write failed: Disk quota exceeded (122) in Unknown on line 0

Warning: Unknown: Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (/tmp) in Unknown on line 0