[Yan's Speed] Ketelitian Seorang Pemilik Bengkel

Tanggal 18 September 2011 lalu, Silvie kembali melakukan perawatan, setelah dia melewati sejumlah perawatan lainnya, seperti service besar AC dan ganti set kopling.
Kali ini Silvie memilih tempat Om Yanto, di bilangan Pondok Bambu, Jakarta Timur, dengan nama bengkel Yanto Motor.

Sebetulnya, saya sudah ingin ke tempat ini lebih dari sebulan yang lalu, tapi karena keterbatasan waktu, baru kemarin saya merapat ke lokasi beliau, sebelumnya juga bertanya-tanya kepada rekan-rekan DTC dan kakak sendiri tentang Carbon Clean. Beberapa masukan saya terima, dan informasi tersebut variatif, bahkan ada info tentang ketidakpuasan terhadap hasil pelayanan bengkel tersebut.

Jam 8 kurang saya sampai di tempat beliau, bertanya apakah bisa booking tempat, ternyata Pak Hakim sebagai mekanik disana menyanggupi, kebetulan saya harus kembali menjemput anak saya sekolah pada pukul 11 siang.

Jam 11.05 saya sampai di lokasi, dengan estimasi selesai pukul 14.00, pada awalnya memang saya mau melakukan service Carbon Clean, Kalibrasi injektor, Kuras Tangki bensin, dan Tune Up. Para mekanikpun datang menghampiri, dan mulai mengerjakan pekerjaannya.

Karena pada saat itu saya sedang bersama anak saya, jadi pada awalnya memang tidak terlalu fokus dalam mengawasi pekerjaan, sampai akhirnya saya bertemu dengan Pak Yanto sendiri, kami lumayan terlibat pembicaraan yang cukup akrab, karena sebelumnya kami sudah berhubungan melalu Blackberry Messenger. Tentunya kesempatan itu saya sampaikan tentang informasi tentang ketidakpuasan beberapa rekan hasil dari service disana. Selain menerima semua informasi, pak Yanto juga memberikan informasi tentang beberapa anggota klub yang janji datang pagi, tapi datangnya siang, sehingga pekerjaan dilakukan secara terburu-buru.

Di dalam pengawasan pak Yanto selaku pemilik Yanto Motor atau lebih dikenal dengan Yan’s Speed itu, step awal adalah melakukan pembersihan carbon melalui jalur pembakaran kendaraan, dengan dimasukannya semacam cairan ke dalam lubang busi. Setelah beberapa saat, dibawa alat vakum, untuk menghisap kotoran yang rontok akibat cairan tersebut, dan lumayan hitam hasilnya, akibat endapan kotoran hasil pembakaran dari kendaraan. Paralel dengan itu, injektor saya juga dibawa ke mesin kalibrasi, dan dilakukan kalibrasi ulang dari rasio distribusi bahan bakar dan lain sebagainya.

Step kedua adalah melakukan Tune Up, dengan melakukan stel klep pada mesin,

pada saat ini sebelumnya pak Yanto juga mengingatkan tentang tutup plastik timing belt yang sering getas dan pecah, sehingga serpihannya masuk ke dalam crank shaft, yang mengakibatkan timing belt melakukan looping, betul saja, ketika tutup itu dibuka, ternyata pecah, dan anak buahnya diperintahkan untuk mengganti juga memeriksa kembali apakah ada serpihan yang sempat masuk ke dalam crank shaft.

Hal ini paralel dilakukan sambil dilakukan pengurasan tangki bensin, dan pembersihan filter bensin dalam.


Setelah selesai, pak Yanto kembali datang untuk melakukan double check, luar biasa bapak dari 2 anak ini, selain beliau mengerjakan beberapa pekerjaan sendiri, beliau menemukan kejanggalan pada tempat putaran fan belt Silvie, ada satu baut yang patah ternyata. Kembali mekanik yang sedang mengerjakan Silvie harus membuka fan belt, dan melakukan penggantian baut di tempat tersebut. Lumayan lama pengerjaan penggantian tutup timing belt dan penggantian baut tersebut karena harus turun radiator.


Pak Yanto kembali  memeriksa hasil kerjaan mekaniknya, ternyata hasil dari ketelitiannya, kembali ditemukan kejanggalan pada pemasangan tutup timing belt, ada satu baut yang belum terpasang kembali, setelah ditelusuri, penyebabnya karena perbedaan usia antara tutup timing belt atas dan bawah, sehingga lubang baut nya tidak lagi presisi seperti masih baru, ada sedikit trik yang dilakukan untuk memasang baut tersebut. Sehabis itu, semuanya mulai dikembalikan seperti semula, dan mesin mulai dihidupkan, tapi ternyata ada suara dari fan belt Silvie, tentunya langsung dikoreksi oleh mekanik dibawah perintah pak Yanto.

Hari sudah mulai gelap, kendaraan sudah mulai selesai, dan Pak Yanto sendiri yang melakukan test drive, namun pada saat saya mau bawa pulang, terdapat bunyi dari fan belt kembali, sedikit setting, karena memang Taruna hanya memiliki satu fanbelt untuk handle banyak fungsi.
Pekerjaan selesai sekitar pukul 18.30, memang ada jadwal yang saya harus batalkan, tapi tidak menjadi masalah, karena ketelitian pekerjaan yang membuat saya menerima pembatalan tersebut.

Hari kemarin dan sekarang, saya masih melakukan pemantauan selama seminggu, karena ini adalah kali pertama saya memasukan Silvie ke bengkel non-resmi Daihatsu, saya juga sampaikan ke Pak Yanto, bahwa kendala di bengkel non-resmi adalah, saya harus berulang kali datang untuk melakukan koreksi.

Total yang dikeluarkan dari service tersebut adalah Rp. 1.255.500, dengan rincian sebagai berikut,

No

Barang/Jasa  Harga

1

Busi ND K20TNR-S  Rp            180.000.00

2

Spirit Carbon Cleaner  Rp            300.000.00

3

Kuras Tangki  Rp            150.000.00

4

Oli Shell  Rp            175.000.00

5

Carbon Cleaner Run 99  Rp               25.000.00

6

Tune Up  Rp            100.000.00

7

Tester & Injector Cleaner  Rp            200.000.00

8

Cover Timing Belt atas  Rp            265.000.00

SUB TOTAL

 Rp         1.395.000.00

Discount Daihatsu Taruna Club

10%

TOTAL

 Rp         1.255.500.00

Overall, saya melakukan angkat topi kepada Pak Yanto untuk ketelitian dan pengawasan kinerja anak buahnya.


Speak!  ayah, pekerja, dan penggiat keselamatan jalan...


One Response to “[Yan's Speed] Ketelitian Seorang Pemilik Bengkel”

  1. Bu Sylvi, sy tertarik dengan bengkelnya Pak Yanto. Sy juga pemakai Taruna. Sy berencana untuk carbon clean dll. Kalau tidak keberatan, bisa minta nomor telepon atau pin bb Pak Yanto?
    Terima kasih banyak sebelumnya.
    Salam.

    Reply

Leave a Reply

CommentLuv badge