Syndicate

digitaLmbuL’s FiLes

 

Featured Articles

Mengenal Rekayasa Jalan dan Batas Kecepatan

13092011

situasi slope di tol Cipularang

Pasca kecelakaan yang terjadi di tol Purbaleunyi, berbagai pendapat bermunculan seputar penyebab kecelakaan, dari mulai opini bahwa pengemudi yang lalai, adanya sebab mistis di lokasi kejadian, hingga adanya staff khusus presiden yang bilang bahwa kecelakaan di tol itu terjadi karena adanya pergeseran sesar Lembang dan Cisarua. Weleh..masyarakat diombang-ambing berbagai pandangan. Another Pembodohan Otomotif..?

Namun adakah yang menganalisa dari sisi teknis bin logis..? Ada dong.. Pak Ofyar Z. Tamin, dosen yang juga pakar transportasi ITB sudah memberikan opininya tuh, namun sayang pemberitaan media seolah lebih menyukai meliput sisi mistis dan termehek-mehek.

Comments (0)

Peran TV Bagi Keselamatan Jalan

Televisi si kotak ajaib. Mereka merangsek ke ruang keluarga. Bak mantera, dia menyihir kehidupan masyarakat. Materi siaran yang disuguhkan bisa mengubah pemirsa dengan cepat.
Derasnya aneka program menyetir kehidupan masyarakat kota dan perdesaan. Siaran iklan secara vulgar maupun terselubung mendikte naluri konsumtif. Suguhan hiburan film dan musik mengubah gaya hidup. Sajian berita dan perbincangan mencuci otak kita. Daya saringlah yang menentukan kemampuan pemirsa menepis imbas negatif si kotak ajaib tersebut.

Comments (0)

Korban Lakalantas, Duka Kita Semua

Berita duka mencuat Senin (12/9/2011). Tabrakan angkutan umum elf dengan bus Sumber Kencono di Mojokerto, Jawa Timur. Sebanyak 19 nyawa melayang sia-sia. Belum hilang dari ingatan kita, sebuah angkutan travel terguling di jalan tol Cipularang, Jawa Barat, baru-baru ini. Sebanyak enam jiwa tewas.

Dua kasus kecelakaan itu menambah deretan panjang korban-korban yang bergelimpangan di atas aspal. Indonesia patut super serius menangani masalah kecelakaan. Kita semua tahu, pada tahun 2010, setiap hari ada 85 nyawa tewas sia-sia di jalan raya akibat kecelakaan. Memilukan.
Apa yang bisa kita lakukan? Selain senantiasa berdoa saat berkendara, mari kenali faktor-faktor pemicu kecelakaan. Ada tiga faktor utama, yaitu manusia, kendaraan, dan jalan atau lingkungan.


Tiga Faktor
Tidak mudah menentukan sebuah kecelakaan dipicu oleh faktor apa. Butuh investigasi yang komprehensif. Jangan-jangan dalam suatu kecelakaan ketiga faktor tadi menyatu. Kalau sudah begini pekerjaan rumah para stakeholder keselamatan jalan kian besar.
Faktor manusia menjadi dominan karena manusialah pengendali kendaraan. Unsur manusia mencakup beberapa hal, mulai keterampilan berkendara, fisik saat berkendara, hingga ketaatan pada aturan dan etika berkendara di jalan. Unsur fisik bisa jadi memagang andil vital, kondisi tubuh sedang sakit, lelah, hingga mengantuk.
Jika dikaitkan dengan kestabilan emosi saat berkendara, ceritanya bisa runyam lagi. Rasa marah dan emosional bisa meruntuhkan konsentrasi saat berkendara. Padahal, kita tahu, konsentrasi mutlak saat berkendara.

Masih soal faktor manusia. Kebiasaan memeriksa kondisi kendaraan juga harus ditanamkan. Faktor kendaraan yang kerap kali menghantui kecelakaan adalah fungsi rem, kondisi ban, hingga pencahayaan. Dalam kasus angkutan umum, bisa jadi ada persoalan kelebihan beban angkut. Sang sopir dan kernet memaksakan jumlah orang dan barang yang diangkut guna mendapat uang lebih banyak.
Ketika menyinggung infrastruktur jalan yang kurang memadai, rambu dan marka yang tidak jelas, penerangan jalan yang minim, plus cuaca tidak bagus, menambah risiko berkendara. Peluang kecelakaan bisa membesar.
Kita para pengendara, khususnya pemotor seperti saya, cuma bisa memperkuat diri dengan secara disiplin memeriksa kendaraan sebelum berkendara. Lalu, tidak memaksakan diri berkendara jika dalam kondisi fisik melemah.
Budaya keselamatan memang harus kita tanam sedari dini. Bila sudah mengakar, saya optimistis fatalitas kecelakaan bisa ditekan. (edo rusyanto)

Comments (0)

Mereka Peduli Nasib Pemotor

Sepekan menjelang hari raya Idul Fitri dan sepekan sesudahnya, perhatian terhadap pemotor meninggi. Media massa pun bak mendapat angle berita yang tak ada habisnya. Pengendara motor menjadi obyek perhatian dadakan.

Fokus perhatian pada satu titik, pemotor sumber kecelakaan lalu lintas jalan. Motivasi kepedulian pada pemotor pun beragam, ada yang karena tugas dan kewajibannya. Lalu, ada yang karena latar belakang ekonomi bisnisnya. Sedikit yang karena ikhlas peduli atas nama kemanusiaan. Paling repot kalau latar belakang pencitraan politis. Kalau yang ini pasti butuh timbal balik berkepanjangan. Tak ada makan siang yang gratis.

Mayoritas pemakai sepeda motor adalah anak-anak bangsa yang mencoba bertahan hidup. Mereka mencari alternatif moda transportasi untuk bertahan hidup. Motor sebagai solusi mobilitas dalam mengais rejeki. Maklum, transportasi umum belum memadai.

Di sisi lain, kondisi ini menjadi peluang bisnis amat manis. Puluhan triliun rupiah omzet bisnis sepeda motor setiap tahunnya. Para pemain bisnis ini, jika memiliki kepedulian kepada pemotor, bersifat semu. Lebih kepada upaya merawat kepercayaan sang konsumen pada produsen. Termasuk yang seperti ini adalah para pemain jasa keuangan yang terkait penjualan si kuda besi.

Kelompok yang peduli karena tugas dan kewajibannya tentu beralasan agar pekerjaannya berprestasi. Pemotor menjadi obyek pelik manakala statistik kecelakaan membubung terus. Santunan harus terus digelontorkan. Walau pundi-pundi pendapatan pajak terus gendut.

Bagaimana dengan para pemotornya sendiri?

Pemotor tentu punya cara untuk bertahan dari risiko yang mengancam. Ada yang terus meningkatkan keterampilan berkendara. Ada pula yang terus mencari tahu mengurangi risiko. Umumnya secara berkelompok sebagai kekuatan akar rumput. Tapi tak sedikit yang tak mau ambil pusing. Mengalir begitu saja.

Semestinya getok tular soal segala risiko berjalan dua arah. Mereka yang lebih dulu tahu berbagi kepada yang awam. Sebaliknya, kelompok yang minim informasi bertanya pada sipemilik informasi. Peer education lebih leluasa menyampaikan pesan.

Setiap sel yang bergerak peduli terhadap pemotor bakal meraksasa dan berimbas signifikan jika terangkum dalam satu wadah dan dirigen skala besar juga. Maklum keterlibatan sepeda motor dalam kecelakaan masih tinggi, tahun 2010, kontribusinya mencapai sekitar 53%.

Butuh andil pengambil keputusan dan media massa dalam menasionalkan gerakan peduli pemotor. Regulasi kita memungkinkan hal itu. Lihat saja Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Disitu ada yang namanya Forum Lalu Lintas Jalan. Strukturnya mulai tingkat nasional hingga daerah.

Pertanyaannya, sudah lebih dari dua tahun kapan Forum itu terwujud? Jangan-jangan tidak ada kemauan politis untuk mewujudkannya. (edo rusyanto)

Comments (0)

Oldies, but Goodies!

Pupils play judge and jury

Pupils play judge and jury

Positive feedback for pedestrian seminar

Positive feedback for pedestrian seminar

Tyre firm fined after worker injured

A Burton-on-Trent tyre collection and recycling company has been fined after a teenage worker was seriously injured when he was hit by a falling stack of tyres.

Staff and public exposed to asbestos during refurbishment work

A decorating company has been fined after it exposed employees, agency staff and members of the public to potentially fatal asbestos material.

Firm in court after worker’s life-changing injuries

Wienerberger Limited has been fined for safety failings after a worker suffered multiple injuries when he fell from the roof of an industrial brick oven at a site in Bishop Auckland.

digitaLmbuL’s FiLes Authors


  • Abdil - Pabrik Genteng




  • J. Avianto
    lahir di Malang 01031975

  • Benny


  • Fitria Puspa Kusumah
  • Ivan Virnanada
  • Rio Octaviano
    ayah, pekerja, dan penggiat keselamatan jalan...




  • edorusia



  • HSE
  • Ichsan
  • zaky fariando


  • Joni Sudiro

  • Kompas.com
  • Kurnia Hadi

  • indradewa dewa
  • Lucky J. Subiakto





  • michaello825 michaello825
    Albowiem eksploracja sygnałów od chwili kosmicznych kultury - np. w ciągu interwencją programu SETI - nie darowało podczas gdy dotychczas plonów, troje odszkodowania wrocław amerykańskich astronomów spośród Pensylwanii ustanowiło zmienić metodę dochodzenie odszkodowań wrocław "podejrzewania" barbarzyńskich. Skoro nie ofiaruje się ich podsłuchać, owo przypadkiem daruje się dojrzeć przyrządzone przy użyciu nich megastruktury, nazywane sferami Dysona. Sfera Dysona to przypuszczalny cel (megastruktura), kto po porażka najważniejszy pojawił się w edukacji w 1959 roku dzięki jankeskiemu fizykowi oraz futuryście Freemanowi Dysonowi. Wg niebieżącego naukowca adekwatnie nowoczesna obszar kulturowy istniałaby zdolna do postawienia dookoła swojego Słońca bezgranicznej konstrukcji w budowie domeny, która, obwijałaby absolutnie gwiazdę i nastręczałyby niemal 100 proc. wypromieniowywanej dzięki nią dynamiki. Jak oczekuje taka obręb? Na ogół demonstrowany model owo bezwzględna dziedzina (gargantuiczny kokon) o grubości przeszkody o tyle o ile 3 metrów a wielkości przekraczającej odległość Gwiazda poranna od chwili Słońca. Jej wewnętrzna powierzchnia (większa ok. 550 milionów bicie od czasu nawierzchni Geoidzie) stanowiłaby dobrana aż do życia. Bieżącego łepka "muszla" przewóz samochodów aczkolwiek w ogóle nie szastałaby na pozornie światła. Inne koncepcje fundują, iż taka laweta dziedzina prawdopodobnie przypominać "czereda mniejszych padeł", które dotykają się po niepodległych, choć niebliźnich se orbitach. W układy od chwili liczebności takich budynków, istniałby owo pierścień, ćma (paręnaście ewentualnie więcej sygnetów) ewentualnie bania. NATOMIAST owo przed chwilą tego łepka struktur chcą szukać astronomowie poniżej przewodnictwem Jasona Wrighta. Podczas gdy wykopać sferę Dysona? Taka konstrukcja nastręczałaby kompletnego czy też większą punkt programu kalejdoskop światła, dzięki co nagrzewałyby się jej granicy. W plonu tego toku spośród przestrzeni nieniniejszej budowy nadawane byłoby promieniowanie podczerwone. Dyson zaproponował, by szukając niecudzoziemskich kultury, skupić się przed chwilą na spostrzeganiu głębokich źródeł tych fal, które fundowałyby jacyś modelu "nadwagi podczerwieni" w widmie doli. W 1983 r. eksploratory z Fermi National serwis klimatyzacji samochodowej warszawa Accelerator Laboratory (Fermilab), wskutek danym przekazanym przy użyciu satelitę IRAS (Infrared Astronomical Satellite), poznaliby 17 przedmiotów, jakie potencjalnie mogłyby być dyscyplinami Dysona. Aż pięć z nich oczekiwałoby przede wszystkim optymistycznie. Niestety gros z nich posiadała cechy, które akceptowały zidentyfikować konsumuje również serwis klimatyzacji samochodowej warszawa w charakterze chmury wodoru a prochu obwodowe stare planety albo planetce. Acz chwyciły dodane aż do listy SETI, która implikuje miejsca w największym stopniu obiecujące u dołu wobec stwierdzenia cieni niecudzoziemskich cywilizacji.




  • Mukhammad Azdi

  • Nyoman Arsana

  • Pengajar +


  • Honda Supra Jakarta (HSJ) 007
  • Rio
  • Road Safety Association

  • Road Safety GB














More Information

Our Friends


Warning: Unknown: write failed: Disk quota exceeded (122) in Unknown on line 0

Warning: Unknown: Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (/tmp) in Unknown on line 0