Perubahan Anatomi Ulat Ketika Berubah Menjadi Kupu-Kupu

ulatSebuah penjelasan mengenai proses alam yang paling misterius. Proses transformasi ulat menjadi kupu-kupu atau ngengat yang digambarkan terengah-engah. Penelitian menunjukkan bahwa sistem pernapasan bayi ngengat pada setiap tahap perkembangan, membatasi jumlah asupan oksigen. Dalam studi baru, Nijhout dan Viviane Callier mengukur ukuran sistem pernapasan ulat. Mereka menemukan bahwa pipa trakea serangga tetap dalam ukuran disetiap tahapan kehidupan larva. Bagian tubuh ulat bisa tumbuh, tetapi tidak pipa pernapasan yang mengakibatkan serangga tercekik. Satu-satunya cara adalah melepaskan pipa tua untuk mendapatkan yang baru dan lebih panjang.

Ukuran tubuh merupakan sifat dasar bagi semua organisme dan mempengaruhi segala sesuatu bagaimana mereka bergerak ke arah pasangan yang mereka pilih. Studi baru juga menguji apakah ulat bisa tetap meranggas setelah dipenggal. Bahkan tanpa membuka, otak dapat melepaskan meranggas dan memicu hormon ecdysone, dan meneteskan exoskeleton dan tubing trakea mereka.

Karena penelitian ini khusus untuk ulat, maka tidak dapat menjelaskan mengapa ukuran tubuh manusia dapat tumbuh sampai ukuran tertentu. Tapi Nijhout menambahkan, bila jumlah sensor oksigen rendah mungkin berhubungan dengan sistem yang menghasilkan insulin, seperti hormon pertumbuhan pada manusia. Peneliti berharap dapat mempelajari lebih jauh informasi mengenai proses biologis yang mempengaruhi bagaimana proses organisme sampai dewasa.

 

 

*Sumber : sciencedaily.com/Kartika Maharani

Leave a Reply

CommentLuv badge