Virus Rabies Dapat Menangkal AIDS
Para ilmuwan di Jefferson Medical College di Philadelphia telah menggunakan virus rabies untuk melemahkan protein HIV yang pada dasarnya vaksinasi tersebut diperuntukkan melawan penyakit seperti AIDS. Bukti awal menunjukkan bahwa vaksin tidak melindungi atau mencegah perkembangan penyakit. Namun, para ilmuwan menunjukkan bahwa dua tahun setelah vaksinasi awal, empat primata terlindungi dari penyakit, bahkan dari virus hewan atau manusia yang berbahaya.
Matthias Schnell, Ph.D. profesor mikrobiologi dan imunologi di Jefferson Medical College, Thomas Jefferson University, dan rekan menguji efek dari dua protein virus yang dimasukkan ke dalam genom virus rabies, dan menggunakan vaksin virus pada kera rhesus. Salah satunya adalah glikoprotein, sementara yang lain adalah protein internal dari simian immunodeficiency virus (SIV).
Empat kera diimunisasi dengan kedua vaksin tersebut, sementara dua hewan lainnya yang hanya menerima virus rabies kian melemah. Setelah mereka memberi vaksinasi awal, mereka kemudian mencoba meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang berbeda, tapi tidak meningkatkan imun tubuh. Mereka kemudian mengembangkan sebuah vektor baru, virus stomatitis vesikuler (VSV). Dua tahun setelah imunisasi awal, mereka memberikan vaksin penguat dengan vektor rabies VSV, dan melihat respon SIV / HIV terhadap kekebalan tubuh.
Tim menemukan bahwa hewan-hewan yang diberi vaksin dapat mengendalikan infeksi. Sedangkan hewan tanpa vaksin eksperimental mengalami perkembangan virus tingkat tinggi dan kehilangan sel CD4. "Kami masih perlu vaksin guna terlindung dari infeksi HIV. Namun melindungi dari perkembangan penyakit merupakan langkah yang sangat penting," kata Dr Schnell. Ia menunjukkan perlunya mempelajari lebih dalam untuk studi masa depan pada kelompok hewan yang lebih besar hewan. Selain itu, satu pertanyaan kunci tetap belum terjawab. Apakah vaksin berbasis rabies layak di gunakan oleh manusia sebagai vaksin HIV?
*Sumber : Sciencedaily.com/Kartika Maharani