Persepsi Wanita Dan Pria Terhadap Memori
Dalam sebuah studi penelitian, perempuan menunjukkan respon saraf tinggi dalam mengantisipasi pengalaman negatif. Respon saraf selama antisipasi terkait dengan keberhasilan mengingat peristiwa itu di masa depan. Dr Giulia Galli, penulis utama dari Institut UCL of Cognitive Neuroscience mengatakan, ketika mendapatkan pengalaman negatif, perempuan memiliki respon emosional yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki, yang ditunjukkan oleh aktivitas otak mereka. Hal ini mempengaruhi bagaimana mereka mengingat peristiwa negatif tersebut dikemudian hari.
Penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas otak pada wanita antara isyarat dan pengaruh adegan yang akan diingat. Temuan ini mungkin relevan untuk gangguan kejiwaan seperti kecemasan, di mana ada antisipasi berlebihan terhadap ancaman masa depan dan memori terhadap pengalaman negatif.
Dalam sebuah eksperimen peneliti menunjukkan serangkaian gambar untuk 15 wanita dan 15 pria. Sebuah wajah tersenyum untuk citra positif, wajah netral untuk gambar non-emotif dan wajah sedih untuk gambar negatif. Contoh gambar negatif menunjukkan kepada peserta studi adalah dari cacat parah dan kekerasan ekstrem. Citra positif termasuk penggambaran pemandangan menarik dan pasangan berpegangan tangan. Gambar yang netral terutama benda, seperti peralatan dapur.
Baik perempuan maupun laki-laki menunjukkan adanya perbedaan aktivitas otak sebelum melihat gambar yang netral atau positif. Dr Leun Otten dari Institut UCL of Cognitive Neuroscience dan peneliti senior mengatakan, temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan responsivitas emosional perempuan meluas ke arah mengantisipasi peristiwa yang tidak menyenangkan, dan mempengaruhi pengkodean mereka ke dalam memori jangka panjang. Setelah mengantisipasi kejadian yang tidak menyenangkan, wanita secara spontan dapat melakukan strategi untuk melawan dampak dari emosi negatif.
*Sumber : sciencedaily.com/Kartika Maharani