Tikus Virtual Dapat Digunakan Dalam Penelitian
Sebagian besar tikus laboratorium harus diberi makan dan dibesarkan. Tapi tidak bagi kelompok Beard Daniel dalam sistem biologi barunya. Tikus yang mereka gunakan akan bersifat virtual. Beard, seorang ahli biologi komputasi di Medical College of Wisconsin di Milwaukee, menggunakan model komputer dari fisiologi tikus untuk mempelajari bagaimana gen dan faktor lingkungan berinteraksi terhadap penyakit. Ia menyebut proyek tersebut "Tikus Fisiologis Virtual."
Produk akhir ini tidak akan hanya terlihat seperti hewan pengerat, namun lebih seperti kumpulan data yang terintegrasi pada komputer dan menjadi satu kesatuan. "Kami akan bersintesis atau berintegrasi dengan banyak komponen" jelas Beard. Sistem biologi pada umumnya membuat model yang meniru proses sel hidup, dan kemudian menggunakan eksperimen untuk menguji seberapa dekat model dengan aslinya. "Kami sedang bekerja menuju tantangan besar dalam hal penelitian biomedis, guna memahami interaksi kompleks antara fisiologis, faktor genetik dan lingkungan," kata Beard.
Model tikus hidup telah digunakan secara ekstensif untuk mempelajari penyakit kardiovaskular, penyebab utama kematian pada orang di seluruh dunia. Tapi mereka belum bisa mengungkapkan bagaimana beberapa gen dan faktor lingkungan menyebabkan penyakit kompleks lainnya.
Dengan proyek baru ini, Beard bertujuan untuk mengungkap informasi baru tentang penyakit manusia seperti tekanan darah tinggi dan gagal jantung, yang menantang untuk belajar karena mereka tidak memiliki sebab-akibat yang sederhana dalam tubuh. Beard berharap dapat menambahkan informasi penyakit lebih rinci untuk menghasilkan database yang dapat membandingkan gen tikus untuk fungsi molekul dan dapat memprediksi kardiovaskular atau penyakit lainnya.
Akhirnya, penemuan dari tikus maya dapat membantu peneliti mengidentifikasi peran gen dalam penyakit. Di masa depan, pekerjaan seperti ini membantu intervensi awal untuk pencegah penyakit berkembang.
*Sumber : sciencedaily.com/Kartika Maharani