Pemberian Vaksin Dapat Melalui Saluran Pernapasan

primataSebuah vaksin saluran pernapasan topikal diuji untuk pertama kalinya pada primata yang di yakini dapat melindungi primata terhadap infeksi virus Ebola. Virus Ebola adalah virus yang menularkan demam berdarah dengan tingkat kematian hingga 88% pada manusia. Yang dapat ditularkan melalui kontak dan rute aerosol, serta dianggap berisiko tinggi karena dapat digunakan sebagai senjata biologis. Dengan rute pernafasan, terdapat portal umum sebagai jalur masuk patogen, dan vaksin intranasal terbukti dapat melakukan terapi pencegahan.

Dalam sebuah studi, peneliti mengembangkan vaksin yang menggabungkan jenis virus manusia parainfluenza 3 (HPIV3), patogen pernapasan umum anak, dengan rute pernafasan untuk monyet rhesus. Beberapa monyet yang diimunisasi sekali ditantang guna mematikan virus Ebola. Hasil penelitian menunjukkan bahwa imunisasi tunggal melindungi 88% hewan terhadap demam berdarah yang berakibat pada kematian, sementara mereka yang menerima dosis lebih dari vaksin tersebut, tidak hanya selamat tetapi juga bebas dari gejala dan tidak ditemukannya virus Ebola dalam aliran darah.

"Data ini menggambarkan kelayakan imunisasi melalui saluran pernafasan terhadap demam berdarah yang disebabkan oleh virus Ebola," kata para peneliti. "Untuk pengetahuan kita, ini adalah studi pertama di mana imunisasi topikal melalui saluran pernapasan dapat mencegah infeksi virus demam berdarah pada primata."

 

 

*Sumber : Sciencedaily.com/Kartika Maharani

Leave a Reply

CommentLuv badge