Sosok Dibalik Terciptanya Sebuah Kamus

 

kamusKamus merupakan sekumpulan kata yang tersusun rapi dalam sebuah buku. Berbagai kamus mudah kita jumpai, mulai dari kamus bahasa asing hingga kamus bahasa untuk istilah-istilah yang lazim di gunakan dalam dunia akuntansi. Dari sebuah kamus, berbagai hal dalam kehidupan ini dapat terbantu dengan baik. Namun, pernahkah terlintas dalam benak siapa orang dibaliik terciptanya sebuah kamus yang dapat mempermudah kehidupan seseorang. Samuel Johnson menyelesaikan kamus bahasa Inggris pertama di 1755. Johnson terkenal sebagai seorang peminum. Noah Webster, penulis Webster Dictionary merupakan sosok yang dikenal sebagai seorang pria pendek, pucat, angkuh, sombong, memiliki selera humor yang baik, dan agama.

Ketika kamus Webster diterbitkan pada tahun 1828, berbagai komentar pun hadir, mulai dari penegasan bahwa buku tersebut tidak memiliki pengetahuan nyata, penuh crudities dan kesalahan, hingga memiliki tujuan tertentu atas terciptanya sebuah kamus tersebut. Webster bukan pendatang baru di panggung sastra. Ejaan yang digunakannya disebut ejaan Biru-Hitam dan merupakan salah satu buku terlaris pada abad ke-19. Meskipun demikian, Webster hanya mendapatkan royalti yang relatif kecil dari kamusnya. Dia tidak pernah mengira bahwa akan terjual lebih dari 30 juta kopi pada 12 tahun berikutnya.

Pada tahun 1857, masyarakat Philological London memutuskan untuk mengkompilasi bahasa Inggris. Akhirnya pada tahun 1879, James AH Murray ditunjuk untuk mengumpulkan para ahli bahasa untuk berkompilasi membuat sebuah kamus yang akan terdiri dari 6.400 halaman dalam dua jilid. Pada bulan April 1928, kamus bahasa Inggris Oxford Inggris diterbitkan. Kamus yang terdiri terdiri dari 400.000 kata dan frasa terangkum dalam 10 edisi. Edisi terbaru mencakup lebih dari 600 ribu kata yang terdapat dalam 22.000 halaman, termasuk 33.000 kutipan Shakespeare.

 

 

*Sumber : didyouknow.org/Kartika Maharani

Leave a Reply

CommentLuv badge