Featured Articles
9:03 am by digitalmbul in Lainnya
Powered by Twitter Tools
Comments (0)
8:32 am by lucky junan subiakto in Automotive,Headline,Horse,POLICE STORY,RETRO,Weapons
PERNAH mendengar suara knalpot sepeda motor yang nyaring bunyinya? Bagaimana perasaan Anda?
Atau pernah mendengar soal razia kebisingan knalpot sepeda motor? Apa sanksinya bagi pelaku yang dianggap melanggar? Pasti bingung.
Ya. Saya juga kerap bingung oleh aturan yang satu ini. Ada seorang teman bercerita, saat dia touring Jakarta-Jogjakarta-Jakarta, kena tilang di kota Gudeg tersebut. Saat itu, dia bersama sejumlah teman-temannya. Mereka ditilang karena suara knalpot motor sport 150cc yang dipakainya bersuara bising. Setelah tawar-menawar sejumlah uang pun berpindah tangan. ”Padahal, saya memakai knalpot standar bawaan produsen motor,” sergah dia kecewa, beberapa waktu lalu.
Nah, ketika saya melihat daftar seperti yang ada di foto di bawah ini, saya jadi bertanya-tanya. Apakah saat razia kebisingan suara knalpot para aparat dilengkapi dengan alat pengukur? Lantas seperti apa yang dimaksud batasan 85 dan 90 desibel? Polda Metro Jaya belakangan sempat mengaku bakal menyediakan alat ukur kebisingan dalam menunjang razia kebisingan.
Coba perhatikan, foto di bawah ini yang diambil dari buku panduan yang disosialisasikan saat menjelang mudik Lebaran 2011. Untuk sepeda motor dengan kapasitas silinder mesin 80cc ke bawah, batas ambang kebisingannya sekitar 85 desibel. Lalu, untuk yang direntang 80cc ke atas hingga 175 cc, batasnya 90 desibel. Dan, untuk yang di atas 175cc juga 90 desibel. Oh ya, aturan itu berlaku sampai dengan 30 Juni 2013.

Setelah itu, atau mulai 1 Juli 2013, ketentuannya berubah menjadi, motor 80cc ke bawah sebesar 77 desibel. Sedangkan yang di atas 80cc hingga 175cc sebesar 80 desibel dan yang di atas 175cc sebesar 83 desibel.
Tampaknya, aturan tersebut mengacu pada ketentuan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 07/2009 tentang Ambang Batas Kebisingan Kendaraan Bermotor Tipe Baru.
Hemmm…lantas, apa arti 77 hingga 90 desibel itu? Suaranya memekakan telinga kah? Atau bikin kegaduhan luar biasa saat bersepeda motor bersama-sama? Ada yang bisa membantu? Silakan dibagi disini. (edo rusyanto)
Comments (0)
8:19 am by lucky junan subiakto in Automotive,Headline,Horse,POLICE STORY,RETRO,Weapons
BUKAN lantaran kami, Road Safety Association (RSA) diundang hingga dua kali ke stasiun TV O Channel, lantas saya memberi jempol buat tv siaran lokal ini. Acungan jempol karena O Channel peduli masalah keselamatan jalan. Pantas diapresiasi.
Saya dan RSA juga pernah diundang Indosiar, Metro TV, dan TV One, kami juga apresiasi. O Channel tergolong cukup gencar. “Kami mengangkat tema keselamatan jalan karena berkaitan dengan kehidupan kota Jakarta,” kata Dewi, pengelola rubrik Pagi Jakarta, Rabu (21/9/2011) pagi, di sela sarapan nasi uduk di sekitar kantor O Channel. Stasiun TV ini berkantor di Gedung SCTV, Senayan City, Jakarta Pusat.
Sarapan di pinggir jalan seusai siaran, lumayan mengganjal perut saya dan bro Benny. Maklum, saya berangkat dari rumah sekitar pukul 05.00 WIB, hanya sempat minum segelas susu hangat.
Balik lagi soal O Channel. Stasiun TV yang bernaung di bawah kelompok SCTV ini, memang membidik pemirsa di Jakarta dan sekitarnya.
Amat wajar jika mengupas soal keselamatan jalan, terlebih jika terkait para pemotor. Jakarta yang dipadati sekitar 11 juta kendaraan, memiliki catatan angka kecelakaan lalu lintas jalan yang cukup tinggi. Data Kepolisian Daerah Metro Jaya menyebutkan, dalam tiga tahun terakhir jumlah korban tewas rata-rata per hari mencapai sebanyak tiga orang. Keterlibatan sepeda motor berkisar 60-70%.

“Kami juga tertarik membahas soal kurikulum keselamatan jalan yang dipakai untuk sekolah,” ujar Dewi yang berangkat dari kos-kosan ke kantor naik ojek motor.
O Channel melihat persoalan perilaku menjadi momok dalam kecelakaan. “Cuma bagaimana yah mengubah perilaku berkendara dari seruntulan menjadi berkendara yang aman dan selamat,” tanya sang host Pagi Jakarta, Lucy Wiryono, Rabu pagi.

Lucy termasuk host yang peduli keselamatan jalan. Saat saya titipkan pesan agar dalam membawakan acara siaran langsung MotoGP diselingi pesan keselamatan, Lucy tersenyum. “Iya nanti saya selipkan deh,” selorohnya. Janji yah. (edo rusyanto)
Comments (0)
6:06 pm by lucky junan subiakto in Automotive,Headline,Horse,POLICE STORY,RETRO,Weapons
Jakarta, 21 September 2011 - Menyikapi kriminalitas di dalam angkutan umum belakangan ini, Road Safety Association (RSA) Indonesia mendesak perwujudan moda transportasi massal yang aman, nyaman, dan terjangkau. Hal itu adalah amanat Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).
"Pemerintah tidak konsisten dalam penegakan peraturan lalu lintas dan harus bertanggung jawab" tutur Rio Octaviano, ketua umum RSA, di Jakarta, Rabu (21/9).
Rio menilai, kasus-kasus seperti pemerkosaan terhadap wanita di angkutan umum belakangan ini, hanya permukaan gunung es. “Substansinya adalah terwujudnya moda angkutan umum yang aman. Kalau tidak terwujud, justru Pemerintah yang memperkosa hak pengguna angkutan umum" tegasnya.
Karena itu, pembenahan moda transportasi massal tidak bisa ditunda. Penyelenggaraan angkutan umum harus berbasis badan hukum sehingga mudah dikontrol dan dievaluasi. Selain itu, menciptakan iklim pengemudi yang sejahtera dengan sistem penggajian. Bukan sistem setoran.
"Di sisi lain, konsistensi penegakan hukum sebagai ajang kontrol terhadap keselamatan angkutan harus terus dijalankan," tukas Rio.
RSA juga menilai, tanpa sinergi seluruh stakeholder transportasi, perwujudan angkutan umum yang aman, nyaman, dan terjangkau sulit diwujudkan.
"Karena itu, sinergi dan konsistensi harus dipraktikan. Buang ego sektoral antar instansi demi keselamatan rakyat banyak," pungkas Rio. (*)
Comments (0)
10:35 am by lucky junan subiakto in Automotive,Headline,Horse,POLICE STORY,RETRO,Weapons

Setelah beberapa waktu lalu RSA hadir pada live talk show yang bertajuk “Pagi Jakarta” di O Channel TV, seakan tidak pernah lelah RSA menyebarkan virus keselamatan berkendara kepada seluruh masyarakat. Kami hadir kembali pada hari Rabu, 21 September 2011 mulai pukul 06.30 sampai dengan 07.00 wib.
RSA akan hadir berbagi tips aman berkendara dengan sepeda motor. Kenapa sepeda motor? ya! karena berdasarkan data kecelakaan lalu lintas, pemotor lah yang memiliki porsi terbesar sebagai penyumbang data kecelakaan tersebut. Bayangkan lebih dari 60% kecelakaan lalu lintas melibatkan sepeda motor.
Jadi, jangan sampai terlewat menyaksikan live talk show ini, karena akan hadir narasumber dari punggawa-punggawa RSA menyebar virus keselamatan berkendara.

Comments (0)
12:40 am by digitalmbul in Automotive,Headline,Lainnya
Tanggal 18 September 2011 lalu, Silvie kembali melakukan perawatan, setelah dia melewati sejumlah perawatan lainnya, seperti service besar AC dan ganti set kopling.
Kali ini Silvie memilih tempat Om Yanto, di bilangan Pondok Bambu, Jakarta Timur, dengan nama bengkel Yanto Motor.

Sebetulnya, saya sudah ingin ke tempat ini lebih dari sebulan yang lalu, tapi karena keterbatasan waktu, baru kemarin saya merapat ke lokasi beliau, sebelumnya juga bertanya-tanya kepada rekan-rekan DTC dan kakak sendiri tentang Carbon Clean. Beberapa masukan saya terima, dan informasi tersebut variatif, bahkan ada info tentang ketidakpuasan terhadap hasil pelayanan bengkel tersebut.
Jam 8 kurang saya sampai di tempat beliau, bertanya apakah bisa booking tempat, ternyata Pak Hakim sebagai mekanik disana menyanggupi, kebetulan saya harus kembali menjemput anak saya sekolah pada pukul 11 siang.
Jam 11.05 saya sampai di lokasi, dengan estimasi selesai pukul 14.00, pada awalnya memang saya mau melakukan service Carbon Clean, Kalibrasi injektor, Kuras Tangki bensin, dan Tune Up. Para mekanikpun datang menghampiri, dan mulai mengerjakan pekerjaannya.
Karena pada saat itu saya sedang bersama anak saya, jadi pada awalnya memang tidak terlalu fokus dalam mengawasi pekerjaan, sampai akhirnya saya bertemu dengan Pak Yanto sendiri, kami lumayan terlibat pembicaraan yang cukup akrab, karena sebelumnya kami sudah berhubungan melalu Blackberry Messenger. Tentunya kesempatan itu saya sampaikan tentang informasi tentang ketidakpuasan beberapa rekan hasil dari service disana. Selain menerima semua informasi, pak Yanto juga memberikan informasi tentang beberapa anggota klub yang janji datang pagi, tapi datangnya siang, sehingga pekerjaan dilakukan secara terburu-buru.
Di dalam pengawasan pak Yanto selaku pemilik Yanto Motor atau lebih dikenal dengan Yan’s Speed itu, step awal adalah melakukan pembersihan carbon melalui jalur pembakaran kendaraan, dengan dimasukannya semacam cairan ke dalam lubang busi. Setelah beberapa saat, dibawa alat vakum, untuk menghisap kotoran yang rontok akibat cairan tersebut, dan lumayan hitam hasilnya, akibat endapan kotoran hasil pembakaran dari kendaraan. Paralel dengan itu, injektor saya juga dibawa ke mesin kalibrasi, dan dilakukan kalibrasi ulang dari rasio distribusi bahan bakar dan lain sebagainya.

Step kedua adalah melakukan Tune Up, dengan melakukan stel klep pada mesin,


pada saat ini sebelumnya pak Yanto juga mengingatkan tentang tutup plastik timing belt yang sering getas dan pecah, sehingga serpihannya masuk ke dalam crank shaft, yang mengakibatkan timing belt melakukan looping, betul saja, ketika tutup itu dibuka, ternyata pecah, dan anak buahnya diperintahkan untuk mengganti juga memeriksa kembali apakah ada serpihan yang sempat masuk ke dalam crank shaft.

Hal ini paralel dilakukan sambil dilakukan pengurasan tangki bensin, dan pembersihan filter bensin dalam.


Setelah selesai, pak Yanto kembali datang untuk melakukan double check, luar biasa bapak dari 2 anak ini, selain beliau mengerjakan beberapa pekerjaan sendiri, beliau menemukan kejanggalan pada tempat putaran fan belt Silvie, ada satu baut yang patah ternyata. Kembali mekanik yang sedang mengerjakan Silvie harus membuka fan belt, dan melakukan penggantian baut di tempat tersebut. Lumayan lama pengerjaan penggantian tutup timing belt dan penggantian baut tersebut karena harus turun radiator.

Pak Yanto kembali memeriksa hasil kerjaan mekaniknya, ternyata hasil dari ketelitiannya, kembali ditemukan kejanggalan pada pemasangan tutup timing belt, ada satu baut yang belum terpasang kembali, setelah ditelusuri, penyebabnya karena perbedaan usia antara tutup timing belt atas dan bawah, sehingga lubang baut nya tidak lagi presisi seperti masih baru, ada sedikit trik yang dilakukan untuk memasang baut tersebut. Sehabis itu, semuanya mulai dikembalikan seperti semula, dan mesin mulai dihidupkan, tapi ternyata ada suara dari fan belt Silvie, tentunya langsung dikoreksi oleh mekanik dibawah perintah pak Yanto.
Hari sudah mulai gelap, kendaraan sudah mulai selesai, dan Pak Yanto sendiri yang melakukan test drive, namun pada saat saya mau bawa pulang, terdapat bunyi dari fan belt kembali, sedikit setting, karena memang Taruna hanya memiliki satu fanbelt untuk handle banyak fungsi.
Pekerjaan selesai sekitar pukul 18.30, memang ada jadwal yang saya harus batalkan, tapi tidak menjadi masalah, karena ketelitian pekerjaan yang membuat saya menerima pembatalan tersebut.
Hari kemarin dan sekarang, saya masih melakukan pemantauan selama seminggu, karena ini adalah kali pertama saya memasukan Silvie ke bengkel non-resmi Daihatsu, saya juga sampaikan ke Pak Yanto, bahwa kendala di bengkel non-resmi adalah, saya harus berulang kali datang untuk melakukan koreksi.
Total yang dikeluarkan dari service tersebut adalah Rp. 1.255.500, dengan rincian sebagai berikut,
|
No
|
Barang/Jasa |
Harga |
|
1
|
Busi ND K20TNR-S |
Rp 180.000.00 |
|
2
|
Spirit Carbon Cleaner |
Rp 300.000.00 |
|
3
|
Kuras Tangki |
Rp 150.000.00 |
|
4
|
Oli Shell |
Rp 175.000.00 |
|
5
|
Carbon Cleaner Run 99 |
Rp 25.000.00 |
|
6
|
Tune Up |
Rp 100.000.00 |
|
7
|
Tester & Injector Cleaner |
Rp 200.000.00 |
|
8
|
Cover Timing Belt atas |
Rp 265.000.00 |
|
SUB TOTAL
|
Rp 1.395.000.00 |
|
Discount Daihatsu Taruna Club
|
10%
|
|
TOTAL
|
Rp 1.255.500.00 |
Overall, saya melakukan angkat topi kepada Pak Yanto untuk ketelitian dan pengawasan kinerja anak buahnya.
Comments (1)
9:03 am by digitalmbul in Lainnya
Powered by Twitter Tools
Comments (0)
3:03 am by lucky junan subiakto in Automotive,Headline,Horse,POLICE STORY,RETRO,Weapons
Sering kali kita menganggap menjaga jarak antar kendaraan adalah dengan hitungan Metric atau Meter.
Berikut sedikit tips dari Road Safety Association Indonesia,
Mari kita simulasikan perjalanan dengan kecepatan : 80 Km/Jam
Sedikit penjabaran, 80 Km/Jam = 80.000 Meter / 3600 Detik = 22.2 Meter/Detik.
Ini berarti, pada saat anda berkendara 80 Km/Jam, dalam waktu 1 Detik, badan dan kendaraan anda berpindah 22.2 Meter.
"Silahkan simulasikan dengan menatap ke samping atau ke depan anda dan perkirakan jarak 22.2 Meter tersebut"
Kenapa menjaga jarak?
Kita tidak pernah tahu kapan kita harus mengerem secara mendadak, ini sedikit hitungannya, anggap kita sedang menghadapi situasi yang mengharuskan rem mendadak.
1 Detik = Mata menangkap situasi dari lingkungan dan ditangkap otak
1 Detik = Otak memerintahkan kaki untuk menginjak pedal rem
1 Detik = Kemampuan traksi ban dan kondisi kendaraan kita pada saat rem mendadak, ingat, kendaraan kita tidak serta merta berhenti ketika injak rem!
Sehingga RSA Indonesia menyimpulkan total menjaga jarak ideal adalah 3 Detik dari kendaraan di depan. Dan tetap pada posisi ini, walau disalip kendaraan lain.
Comments (0)
11:23 am by lucky junan subiakto in Automotive,Headline,Horse,POLICE STORY,RETRO,Weapons
13092011
situasi slope di tol Cipularang
Pasca kecelakaan yang terjadi di tol Purbaleunyi, berbagai pendapat bermunculan seputar penyebab kecelakaan, dari mulai opini bahwa pengemudi yang lalai, adanya sebab mistis di lokasi kejadian, hingga adanya staff khusus presiden yang bilang bahwa kecelakaan di tol itu terjadi karena adanya pergeseran sesar Lembang dan Cisarua. Weleh..masyarakat diombang-ambing berbagai pandangan. Another Pembodohan Otomotif..?
Namun adakah yang menganalisa dari sisi teknis bin logis..? Ada dong.. Pak Ofyar Z. Tamin, dosen yang juga pakar transportasi ITB sudah memberikan opininya tuh, namun sayang pemberitaan media seolah lebih menyukai meliput sisi mistis dan termehek-mehek.
Comments (0)
11:04 am by lucky junan subiakto in Automotive,Headline,Horse,POLICE STORY,RETRO,Weapons

Televisi si kotak ajaib. Mereka merangsek ke ruang keluarga. Bak mantera, dia menyihir kehidupan masyarakat. Materi siaran yang disuguhkan bisa mengubah pemirsa dengan cepat.
Derasnya aneka program menyetir kehidupan masyarakat kota dan perdesaan. Siaran iklan secara vulgar maupun terselubung mendikte naluri konsumtif. Suguhan hiburan film dan musik mengubah gaya hidup. Sajian berita dan perbincangan mencuci otak kita. Daya saringlah yang menentukan kemampuan pemirsa menepis imbas negatif si kotak ajaib tersebut.
Comments (0)
7:56 am by lucky junan subiakto in Automotive,Headline,Horse,POLICE STORY,RETRO,Weapons
Berita duka mencuat Senin (12/9/2011). Tabrakan angkutan umum elf dengan bus Sumber Kencono di Mojokerto, Jawa Timur. Sebanyak 19 nyawa melayang sia-sia. Belum hilang dari ingatan kita, sebuah angkutan travel terguling di jalan tol Cipularang, Jawa Barat, baru-baru ini. Sebanyak enam jiwa tewas.
Dua kasus kecelakaan itu menambah deretan panjang korban-korban yang bergelimpangan di atas aspal. Indonesia patut super serius menangani masalah kecelakaan. Kita semua tahu, pada tahun 2010, setiap hari ada 85 nyawa tewas sia-sia di jalan raya akibat kecelakaan. Memilukan.
Apa yang bisa kita lakukan? Selain senantiasa berdoa saat berkendara, mari kenali faktor-faktor pemicu kecelakaan. Ada tiga faktor utama, yaitu manusia, kendaraan, dan jalan atau lingkungan.
Tiga Faktor
Tidak mudah menentukan sebuah kecelakaan dipicu oleh faktor apa. Butuh investigasi yang komprehensif. Jangan-jangan dalam suatu kecelakaan ketiga faktor tadi menyatu. Kalau sudah begini pekerjaan rumah para stakeholder keselamatan jalan kian besar.
Faktor manusia menjadi dominan karena manusialah pengendali kendaraan. Unsur manusia mencakup beberapa hal, mulai keterampilan berkendara, fisik saat berkendara, hingga ketaatan pada aturan dan etika berkendara di jalan. Unsur fisik bisa jadi memagang andil vital, kondisi tubuh sedang sakit, lelah, hingga mengantuk.
Jika dikaitkan dengan kestabilan emosi saat berkendara, ceritanya bisa runyam lagi. Rasa marah dan emosional bisa meruntuhkan konsentrasi saat berkendara. Padahal, kita tahu, konsentrasi mutlak saat berkendara.

Masih soal faktor manusia. Kebiasaan memeriksa kondisi kendaraan juga harus ditanamkan. Faktor kendaraan yang kerap kali menghantui kecelakaan adalah fungsi rem, kondisi ban, hingga pencahayaan. Dalam kasus angkutan umum, bisa jadi ada persoalan kelebihan beban angkut. Sang sopir dan kernet memaksakan jumlah orang dan barang yang diangkut guna mendapat uang lebih banyak.
Ketika menyinggung infrastruktur jalan yang kurang memadai, rambu dan marka yang tidak jelas, penerangan jalan yang minim, plus cuaca tidak bagus, menambah risiko berkendara. Peluang kecelakaan bisa membesar.
Kita para pengendara, khususnya pemotor seperti saya, cuma bisa memperkuat diri dengan secara disiplin memeriksa kendaraan sebelum berkendara. Lalu, tidak memaksakan diri berkendara jika dalam kondisi fisik melemah.
Budaya keselamatan memang harus kita tanam sedari dini. Bila sudah mengakar, saya optimistis fatalitas kecelakaan bisa ditekan. (edo rusyanto)
Comments (0)
7:49 am by lucky junan subiakto in Automotive,Headline,Horse,POLICE STORY,RETRO,Weapons
Sepekan menjelang hari raya Idul Fitri dan sepekan sesudahnya, perhatian terhadap pemotor meninggi. Media massa pun bak mendapat angle berita yang tak ada habisnya. Pengendara motor menjadi obyek perhatian dadakan.
Fokus perhatian pada satu titik, pemotor sumber kecelakaan lalu lintas jalan. Motivasi kepedulian pada pemotor pun beragam, ada yang karena tugas dan kewajibannya. Lalu, ada yang karena latar belakang ekonomi bisnisnya. Sedikit yang karena ikhlas peduli atas nama kemanusiaan. Paling repot kalau latar belakang pencitraan politis. Kalau yang ini pasti butuh timbal balik berkepanjangan. Tak ada makan siang yang gratis.
Mayoritas pemakai sepeda motor adalah anak-anak bangsa yang mencoba bertahan hidup. Mereka mencari alternatif moda transportasi untuk bertahan hidup. Motor sebagai solusi mobilitas dalam mengais rejeki. Maklum, transportasi umum belum memadai.
Di sisi lain, kondisi ini menjadi peluang bisnis amat manis. Puluhan triliun rupiah omzet bisnis sepeda motor setiap tahunnya. Para pemain bisnis ini, jika memiliki kepedulian kepada pemotor, bersifat semu. Lebih kepada upaya merawat kepercayaan sang konsumen pada produsen. Termasuk yang seperti ini adalah para pemain jasa keuangan yang terkait penjualan si kuda besi.
Kelompok yang peduli karena tugas dan kewajibannya tentu beralasan agar pekerjaannya berprestasi. Pemotor menjadi obyek pelik manakala statistik kecelakaan membubung terus. Santunan harus terus digelontorkan. Walau pundi-pundi pendapatan pajak terus gendut.
Bagaimana dengan para pemotornya sendiri?
Pemotor tentu punya cara untuk bertahan dari risiko yang mengancam. Ada yang terus meningkatkan keterampilan berkendara. Ada pula yang terus mencari tahu mengurangi risiko. Umumnya secara berkelompok sebagai kekuatan akar rumput. Tapi tak sedikit yang tak mau ambil pusing. Mengalir begitu saja.
Semestinya getok tular soal segala risiko berjalan dua arah. Mereka yang lebih dulu tahu berbagi kepada yang awam. Sebaliknya, kelompok yang minim informasi bertanya pada sipemilik informasi. Peer education lebih leluasa menyampaikan pesan.
Setiap sel yang bergerak peduli terhadap pemotor bakal meraksasa dan berimbas signifikan jika terangkum dalam satu wadah dan dirigen skala besar juga. Maklum keterlibatan sepeda motor dalam kecelakaan masih tinggi, tahun 2010, kontribusinya mencapai sekitar 53%.
Butuh andil pengambil keputusan dan media massa dalam menasionalkan gerakan peduli pemotor. Regulasi kita memungkinkan hal itu. Lihat saja Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Disitu ada yang namanya Forum Lalu Lintas Jalan. Strukturnya mulai tingkat nasional hingga daerah.
Pertanyaannya, sudah lebih dari dua tahun kapan Forum itu terwujud? Jangan-jangan tidak ada kemauan politis untuk mewujudkannya. (edo rusyanto)
Comments (0)
11:00 am by Pengajar + in Automotive,Headline,Horse,POLICE STORY,RETRO,Weapons
Penelitian menunjukkan bahwa 27 persen orang dewasa hanya mendapatkan tiga porsi sayuran yang direkomendasikan per hari. Sedangkan anak-anak mendapatkan kurang dari yang seharusnya mereka konsumsi. Sebuah studi menemukan bahwa hanya 22 persen sayuran yang dikonsumsi pada anak-anak usia 2-5 tahun dan 16% pada anak-anak usia enam sampai 11 tahun. Dan setahun yang lalu sepertiga dari buah-buahan dan sayuran disajikan bagi anak-anak di beberapa kantin sekolah, berakhir di tempat sampah. Seringkali, penambahan sayuran pada diri seseorang bertujuan untuk menurunkan berat badan, sekalipun sayuran atau buah-buahan tersebut tidak disukai.
Sebuah penelitian dari Pennsylvania State University menemukan bahwa sup kental sayuran yang dimasukkan ke dalam makanan, secara efektif menggandakan asupan serat, menurunkan kandungan kalori dan menambahkan nutrisi tanpa mengorbankan rasa. Penulis buku masak, Jessica Seinfeld, telah mendorong orang tua untuk menyelipkan sayuran ke dalam makanan seperti spaghetti. Namun, penting untuk diingat, sayuran harus dalam keadaan utuh di samping makanan sehingga anak-anak mengembangkan rasa untuk sayuran.
Jika anda berkeinginan agar keluarga anda memiliki gaya hidup sehat, Anda mungkin sudah membuat beberapa rencana untuk mengurangi jumlah kalori, seperti rendah lemak pada susu atau burger vegetarian. Minyak zaitun merupakan lemak sehat, tapi Anda dapat mengkonsumsinya dalam takaran secukupnya. Menambahkan dua sendok makan minyak zaitun untuk menumis, berarti anda akan mengkonsumsi 250 kalori.
*sumber : huffingtonpost.com/Kartika Maharani
Comments (0)
9:00 am by Pengajar + in Automotive,Headline,Horse,POLICE STORY,RETRO,Weapons
Bangganya memiliki tanah air seperti Indonesia. Negara dengan kekayaan budaya yang telah mengakar, membuat Indonesia dilirik sebagai negara yang memiliki adat istiadat secara turun temurun. Negara dengan ibukota Jakarta, juga merupakan negara kepulauan terbesar dan terpadat ke-4 di dunia. Dengan 300 kelompok etnis, yang memiliki 365 bahasa yang berbeda. Bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi, dengan bahasa lain yang turut meramaikan khasanah budaya Indonesia, seperti bahasa Aceh, Ambon, Batak, Bugis, Ceramese, Dayak, Halmahera, Jawa, Minahasa, Sunda, Sasak, Tetum, dan Toraja.
Indonesia yang merupakan kepulauan terbesar di dunia, memiliki lima pulau utama dan kelompok pulau yang lebih kecil. Pulau-pulau utama adalah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Irian Jaya. Secara total, Indonesia terdiri dari 13.667 pulau, dimana sekitar 6.000 yang dihuni. Pada tahun 1600-an, Indonesia terkenal dengan pulau-pulau di Maluku sebagai Kepulauan yang kaya akan rempah. Perdagangan rempah-rempah menjadi kekayaan besar bagi Eropa, dan hal itu menyebabkan mereka mencari rute untuk rempah-rempah yang menyebabkan perjalanan besar dari Ferdinand Magellan, Christopher Columbus dan orang lain.
Beberapa hewan menarik dapat ditemukan di iklim tropis Indonesia. Salah satunya, Komodo (Varanus komodoensis). Kadal terbesar di dunia dan diyakini sebagai spesies dari dinosaurus terakhir ini, dapat tumbuh sampai 3 meter (9,8 kaki). Kerbau kerdil adalah salah satu hewan paling langka di dunia, dan Badak bercula satu. Indonesia dikenal di seluruh dunia untuk spesies ikan hias dan Rafflesia arnoldi, yang bunga terbesar di dunia. Yang hanya ditemukan di daerah-daerah tertentu di Sumatera.
Indonesia berada dalam zona tropis, dan memiliki kelembaban rata-rata antara 70 hingga 90%. Negara ini didominasi oleh pegunungan dengan 400 gunung berapi, 100 diantaranya termasuk gunung berapi aktif.
*sumber : didyouknow.org/Kartika Maharani
Comments (0)
7:00 am by Pengajar + in Automotive,Headline,Horse,POLICE STORY,RETRO,Weapons
Meningkatkan efisiensi bahan bakar dengan smartphone dalam konferensi MobiSys Computing Machinery bulan juni. Dimana para peneliti dari MIT dan Princeton University menggunakan jaringan smartphone yang dipasang di dashboard mobil untuk mengumpulkan informasi sinyal lalu lintas dan memberitahu driver saat melambat untuk membantu mereka menghindari menunggu di lampu lalulintas.
Tes yang dilakukan oleh Cambridge, Mass membantu pengemudi memotong konsumsi bahan bakar sebesar 20 persen. Mobil bertanggung jawab untuk 28 persen dari konsumsi energi dan 32 persen dari emisi karbon dioksida di Amerika Serikat, kata Emmanouil Koukoumidis, seorang peneliti tamu di MIT yang memimpin proyek tersebut. Sistem ini dimaksudkan untuk memanfaatkan tren yang berkembang, di mana driver dapat menggunakan smartphone pada dashboard sebagai GPS navigator saat mengemudi.
Menurut Koukoumidis, infrastruktur komputasi yang mendasari sistem dapat disesuaikan dengan berbagai aplikasi, seperti kamera yang dapat menangkap informasi tentang harga di pompa gas yang berbeda, lokasi dan tingkat kemajuan bus kota, atau sekitar ketersediaan ruang parkir di daerah perkotaan, yang semuanya bisa berguna untuk penumpang. Koukoumidis berharap sistem juga bisa digunakan dalam hubungannya dengan routing software yang ada. Seperti bila mobil dalam keadaan mellambat untuk menghindari lampu merah.
*sumber : medicalxpress.com/Kartika Maharani
Comments (0)
6:25 am by lucky junan subiakto in Automotive,Headline,Horse,POLICE STORY,RETRO,Weapons
Road Safety Association Indonesia
Road Safety Association adalah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang keselamatan jalan. Lahir dari kepedulian para pengguna jalan yang terhimpun dalam kelompok pengguna sepeda motor pada 15 Desember 2007. Dalam perkembangannya, meluas ke seluruh pengguna jalan.
Sejak berdiri hingga kini, sepak terjang mencakup edukasi dan advokasi terhadap para pengguna jalan, sekaligus sebagai kelompok penekan bagi para stake holder transportasi.
Sebagai bagian dari masyarakat madani, juga bermitra dengan media massa untuk menyuarakan advokasi keselamatan jalan. Di sisi lain, terlibat pula dalam pergerakan nasional yang diwadahi oleh pemerintah maupun pihak Kepolisian RI.
Informasi dan kontak:
Eko Cahyo Wibowo, SekJen : +628569957386
Lucky J. Subiakto, Humas : +62811891892
Email: sekretariat@rsa.or.id
Adress: Jl. Intendans H-36 KPAD Jatiwaringin, Jakarta – 13620, Indonesia.
Comments (0)
3:00 am by Pengajar + in Automotive,Headline,Horse,POLICE STORY,RETRO,Weapons
Para peneliti dari Rutgers University dan University of Texas di Austin telah melaporkan penemuan yang dapat membantu para ilmuwan untuk mengembangkan obat melawan epidemi influenza musiman yang disebabkan oleh strain B influenza . Penemuan mereka juga menjelaskan bagaimana influenza B jumlahnya terbatas pada manusia, dan mengapa hal itu tidak dapat sebagai virulen A strain yang menggabungkan gen baru dari virus influenza yang menginfeksi spesies lain. Para peneliti telah menentukan struktur tiga dimensi kompleks antara protein virus B influenza dan salah satu protein manusia, yang mengakibatkan penekanan pertahanan alami sel untuk infeksi dan membuka jalan bagi virus untuk bereplikasi secara efisien.
"Studi kami menunjukkan dasar protein non-struktural 1 influenza B, atau NS1B, yang mengikat protein inang manusia untuk mencegah virus," kata Gaetano Montelione, profesor biokimia dan molekul biologi, Sekolah Seni dan Ilmu Pengetahuan, di Rutgers. Protein pada manusia, yang dikenal sebagai interferon atau protein 15 ISG15 merupakan bagian penting dari mekanisme pertahanan yang digunakan sel manusia untuk melindungi diri dari infeksi virus. Bahan kimia yang menghambat pengikatan NS1B untuk ISG15 mungkin memiliki potensi antivirus terhadap virus influenza B.
Penelitian yang dipimpin oleh profesor Montelione dan Robert Krug di University of Texas di Austin, juga mengungkapkan mengapa NS1B tidak dapat mengikat molekul ISG15 pada spesies lain, seperti anjing atau tikus. Hanya manusia dan primata non-manusia ISG15 protein memiliki urutan molekul yang unik di bagian kecil dari protein yang memungkinkan untuk mengikat protein NS1B. Sejauh ini, influenza B virus telah ditemukan hanya pada manusia.
"Infeksi Flu terus menjadi masalah kesehatan utama. Dimana obat yang lebih efektif sangat diperlukan untuk merawat orang yang terinfeksi dan mengontrol pandemikl" kata Aaron Shatkin, direktur Pusat Bioteknologi dan Kedokteran Lanjutan (CABM) di Rutgers dan ahli virus terkemuka. Penemuan ini membuka kemungkinan baru untuk mencapai tujuan-tujuan yang sangat penting.
*sumber : Sciencedaily.com/Kartika Maharani
Comments (0)
1:00 am by Pengajar + in Automotive,Headline,Horse,POLICE STORY,RETRO,Weapons
Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa trauma kepala dapat meningkatkan risiko skizofrenia. Hasil penelitian menunjukkan orang yang menderita cedera otak traumatis (TBI) 1,6 kali lebih mungkin untuk terkena skizofrenia dibandingkan dengan mereka yang tidak menderita cedera. Risiko ini terutama tinggi pada mereka dengan riwayat keluarga skizofrenia.
Sementara temuan baru tidak membuktikan bahwa skizofrenia menyebabkan cedera otak. Dan itu berpengaruh pada kondisi kejiwaan ketika cedera terjadi. Trauma cedera otak merupakan hasil dari pukulan pada kepala yang mengenai tengkorak, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). Gejala ringan TBI dapat berupa gegar otak atau lebih parah seperti amnesia, dan meningkatkan risiko beberapa gangguan kejiwaan, termasuk gangguan kecemasan, gangguan penggunaan narkoba dan mengubah kepribadian seseorang, kata para peneliti.
Mary Cannon dari Royal College of Surgeons di Dublin dan rekan menganalisis peserta yang telah menderita TBI dan peserta dari populasi umum yang tidak menderita TBI. Secara keseluruhan, TBI dikaitkan dengan peningkatan risiko skizofrenia. Orang-orang yang menderita TBI dan memiliki saudara dengan skizofrenia, 2,8 kali lebih mungkin berpengaruh pada kondisi kejiwaan daripada mereka yang tidak punya TBI, menurut studi tersebut.
Skizofrenia telah mempengaruhi sekitar 7 dari setiap 1.000 orang dewasa di seluruh dunia, menurut Organisasi Kesehatan Dunia.
*sumber : myhealthnewsdaily.com/Kartika Maharani
Comments (0)
11:00 am by Pengajar + in Automotive,Headline,Horse,POLICE STORY,RETRO,Weapons
Sumber Kolera pandemi yang ditemukan mengungkapkan bahwa tipe kolera tertentu bertanggung jawab saat pandemi ditelusuri kembali ke nenek moyang yang pertama kali muncul 40 tahun lalu di Teluk Benggala. Dari nenek moyang ini, kolera telah menyebar ke berbagai belahan dunia. Temuan ini menawarkan pemahaman yang lebih baik mengenai mekanisme di balik penyebaran kolera dan infeksi diare yang dikaitkan dengan kondisi sanitasi buruk yang ditemukan di daerah bencana, seperti gempa bumi Haiti pada bulan Oktober 2010. Diperkirakan bahwa kolera telah mempengaruhi 3 hingga 5.000.000 orang setiap tahun, dengan 100.000 hingga 120.000 kematian.
Tim melacak penyebaran organisme dengan menganalisis genom dari bakteri Vibrio cholerae penyebab penyakit ini dari 154 pasien di seluruh dunia selama 40 tahun terakhir. Dengan menggunakan kemampuan untuk melacak perubahan DNA dalam genom strain, mereka telah memetakan rute transmisi bakteri guna membantu kesehatan masa depan dalam perencanaan dan memungkinkan 'backtracking' penyakit ke asalnya.
Mereka menemukan bahwa strain pada saat ini yang dikenal sebagai strain El Tor menjadi resisten terhadap antibiotik pada tahun 1982 dengan memperoleh kotri wilayah genetik, yang memasuki bakteri genom dan memicu transmisi global baru dari sumber aslinya. "Melalui membandingkan genom dari 154 kasus kolera, kami telah membuat penemuan penting seperti bagaimana pandemi telah berkembang" kata Dr Julian Parkhill, seorang pemimpin kelompok senior di Wellcome Trust Sanger Institute.
Studi ini krusial mengidentifikasi asal-usul strain pandemi ke akar-akarnya 40 tahun lalu di Teluk Benggala. Dari dasar ini, sejak itu orang yang terinfeksi di seluruh dunia, termasuk Afrika, Asia Selatan dan Amerika Selatan.
"40 tahun terakhir transmisi dari benua ke benua, menemukan bahwa Teluk Bengal bertindak sebagai reservoir untuk kolera, di mana ia dapat berkembang dan menyebar," jelas Nicholas Thomson dari Institut Sanger. Dengan pelacakan bagaimana penyakit ini menyebar, kami transmisi dapat menentukan bagaimana mengatasi penyakit ini dikemudian hari.
*Sumber : medicalxpress.com/Kartika Maharani
Comments (0)
9:00 am by Pengajar + in Automotive,Headline,Horse,POLICE STORY,RETRO,Weapons
Penelitian baru dari University of Alberta di Edmonton, Kanada menunjukkan bahwa kafein dapat memberikan keuntungan bagi perempuan. "Pesan yang ingin disampaikan bagi perempuan adalah apakah Anda kecanduan kafein atau tidak, bila ingin meningkatkan kewaspadaan mental dan menenangkan detak jantung Anda," kata Michael Kennedy, seorang profesor di fisiologi olahraga di University of Alberta Fakultas Pendidikan Jasmani dan Rekreasi. "Selain itu, kopi memiliki cukup kafein untuk melihat perubahan ini."
Kennedy dan tim mengamati wanita berusia 18 hingga 37 yang minum kafein selama 10 hari dan 10 wanita yang minum kurang dari dua porsi per minggu untuk mengukur denyut jantung, tekanan darah, kewaspadaan dan kemampuan untuk melakukan tes mental setelah mengkonsumsi kopi sebanyak 350-mililiter. Setelah makan sarapan normal, peserta diminta untuk minum secangkir kopi biasa mengandung sekitar 140 miligram kafein. Setelah 50 menit, peserta di kedua kelompok diminta untuk menyelesaikan dua tugas kata. Denyut jantung, tekanan darah dan kewaspadaan sebelum dan sesudah tes.
Kennedy menyimpulkan bahwa tekanan darah yang diambil sebelum kelompok mencerna kafein secara signifikan lebih tinggi pada peminum kopi terbiasa. "Hal ini menunjukkan bahwa ada beberapa penyesuaian jangka panjang untuk mencerna kafein kardiovaskular setiap hari," kata Kennedy. "Untuk orang dengan resiko tekanan darah tinggi, dianjurkan untuk mengurangi asupan kafein untuk mengurangi tekanan darah Anda.
*Sumber : sciencedaily.com/Kartika Maharani
Comments (0)