Manfaat Mendengarkan Dan Memainkan Alat Musik
Mendengarkan atau memainkan alat musik dapat mengurangi kecemasan dan rasa sakit pada pasien kanker serta dapat meningkatkan kualitas hidup mereka, menurut review baru. Temuan menunjukkan terapi musik dapat digunakan dalam pengobatan kanker lain untuk meningkatkan kehidupan pasien sehari-hari. "Saya pikir hal itu menawarkan metode baru yang layak untuk pasien dan melihat apakah bekerja pada pasien," kata peneliti Joke Bradt, seorang terapis musik dan asosiasi profesor seni kreatif di Drexel University di Philadelphia. Berbeda dengan obat yang berfungsi untuk mengurangi kecemasan. Dengan terapi musik hampir tidak ada risiko efek samping dan lebih murah, kata Bradt.
Temuan ini menunjukkan musik yang memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan, termasuk mengurangi tekanan darah pada pasien jantung dan mengurangi jumlah obat penenang yang diperlukan sebelum operasi.
Dalam sebuah percobaan, sekitar 64 persen pasien yang menerima terapi musik dilaporkan mengalami perbaikan dalam gejala kecemasan mereka, dibandingkan dengan 36 persen pasien yang tidak menerima terapi musik, kata Bradt. Sekitar 73 persen pasien terapi musik melaporkan peningkatan kualitas hidup, dibandingkan dengan 27 persen dari pasien yang hanya melakukan pemeriksaan secara rutin semata.
Perbaikan kecil terlihat dalam denyut jantung, laju pernapasan dan tekanan darah pada pasien yang menerima terapi musik dibandingkan dengan mereka yang tidak. Manfaat dari terapi musik terlihat dari apakah pasien pasif mendengarkan musik atau berpartisipasi dalam sesi dengan terapis musik. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah efek terapi musik lebih kuat dengan bantuan terapisnatau tidak, tambahnya.
Musik dapat mengalihkan perhatian orang dari rasa sakit atau kecemasan tentang efek samping pengobatan kanker. Musik juga dapat membantu pasien berkomunikasi dengan keluarga mereka. Bradt mengatakan, terkadang pasien mengalami kesulitan untuk berkomunikasi dengan teman-teman, keluarga atau perawat mengenai kondisi mereka dan mengekspresikan bagaimana perasaan mereka.
*Sumber : livescience.com/Kartika Maharani