Penyebaran Bakteri Melalui Penggunaan Jarum Tato

tatooInfeksi bakteri biasanya menyerang orang dengan sistem kekebalan yang terganggu, namun untuk pertama kalinya hal ini terdapat pada orang sehat memiliki sebuah tato pada tubuhnya, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). Dua kasus infeksi kulit tersebut disebabkan oleh bakteri Mycobacterium haemophilum, dan telah menginfeksi beberapa orang yang memiliki tato di wilayah Seattle, kata CDC.

Bakteri ini merupakan kerabat yang sama dengan penyebab tuberkulosis dan lepra. Dengan gejala benjolan kecil di lokasi infeksi, kulit memerah, nyeri, dan membengkak. Infeksi ini tidak responsif terhadap pengobatan antibiotik tradisional, dan bahkan dengan obat yang tepat untuk menyembuhkannya. Karena kelangkaan infeksi, tato penggemar seharusnya tidak terlalu khawatir, ujar para peneliti.

Tapi para peneliti ingin meningkatkan kesadaran dari infeksi sehingga dokter mengetahui asal muasal dari bakteri ini, kata peneliti Meagan Kay, sebuah Epidemi CDC Intelijen Petugas dengan departemen kesehatan masyarakat di Seattle dan King County. "Dokter harus mempertimbangkan bakteri ini sebagai penyebab infeksi kulit pada orang yang baru-baru ini menerima tato," kata Kay.

Kay dan rekan diminta untuk menyelidiki kasus seorang pria 44 tahun yang mengembangkan ruam, maka benjolan kecil di lengannya setelah mendapatkan tato di sana pada bulan Agustus 2009. Tidak sampai sebulan para peneliti menemukan orang itu terinfeksi Mycobacterium haemophilum. Dokter kemudian memberikan tiga antibiotik yang berbeda secara bersamaan, dan membutuhkan waktu sekitar enam bulan untuk menyembuhkan.

Kasus kedua juga berasal dari salon tato yang sama. Pasien mengalami gejala mirip dengan pria 44 tahun. Setelah dilakukan penyelidikan atas salon tersebut, tidak di temukannya kejanggalan pada salon tato tersebut. Salon telah memenuhi standar keselamatan Washington State dan standar sanitasi. Keran air yang digunakan untuk mencairkan tinta tato, dan mungkin telah menjadi sumber bakteri, kata CDC. Para peneliti menyarankan seniman tato menggunakan air suling atau steril setiap saat. Tidak jelas mengapa kedua orang terinfeksi Mycobacterium haemophilum meskipun mereka memiliki sistem kekebalan tubuh yang sehat, tetapi mungkin karena tato istirahat kulit, yang biasanya merupakan penghalang terhadap infeksi, Kay berkata.

Untuk menghindari infeksi tato, konsumen harus pastikan salon tato mereka pergi ke seniman telah dilatih dengan benar, bersih dan menggunakan peralatan steril, dan segera menghubungi dokter bila mereka merasa bila tato tang berada pada tubuh mereka telah terinfeksi, tambahnya.

 

 

*Sumber : livescience.com/Kartika Maharani

Leave a Reply

CommentLuv badge