Penilaian Berbeda Pada Sebuah Makanan Yang Sama
Linda Bartoshuk, seorang peneliti perintis di University of Center Florida melakukan studi untuk mempelajari senyawa palatabilitas pada tomat, untuk membuat rasa tomat yang lebih baik. Tujuannya adalah untuk menghasilkan tanaman yang baik dari yang buruk. Tomat mungkin tidak pernah membuat anda tergoda seperti camilan favorit anda. Tapi Bartoshuk mengatakan makanan sehat membuat rasa lebih baik tentu tidak bisa terluka. "Kita perlu melakukan segala yang kami bisa" untuk membantu Amerika dalam membuat pilihan makanan sehat, katanya.
Misalnya, dengan tomat para ilmuwan mengetahui bahwa beberapa senyawa mudah menguap, bahkan dalam konsentrasi tinggi dan tidak menghasilkan sensasi rasa yang kuat. Bartoshuk dan rekan menanam 80 varietas tomat dan mengukur komponen kimianya. Kita bisa melihat apa yang kita dapat ubah untuk membuat tomat memiliki rasa yang lebih baik," kata Bartoshuk.
Namun hal ini mengungkapkan bahwa tidak semua orang mengalami rasa dengan cara yang sama, ujar Bartoshuk. Ini berarti Anda tidak bisa membandingkan penilaian secara subjektif terhadap selera seseorang. Untuk menyiasati perbedaan ini, Bartoshuk dan rekan-rekannya meminta peserta untuk membandingkan rasa makanan yang tidak berhubungan dengan rasa, seperti kenyaringan suara. Bartoshuk mengatakan konsep masyarakat tentang tomat yang ideal akan berbeda untuk kelompok yang berbeda.
Sementara dia tidak mengantisipasi bahwa petani akan menumbuhkan tomat khusus untuk, wanita atau supertasters, ada kemungkinan untuk tumbuh makanan yang sesuai dengan selera orang di berbagai negara. Dalam hal ini, menumbuhkan makanan akan sama dengan cara perusahaan minuman mengubah perasa produk mereka tergantung pada negara, katanya.
*Sumber : livescience.com/Kartika Maharani