Program Pengendalian Depresi Bagi Siswa SMA

 

depresiSebuah program yang dikembangkan untuk pencegahan bunuh diri di Cincinnati Children 's Hospital Medical Center secara signifikan telah membantu remaja mengatasi depresi dan pikiran bunuh diri, menurut sebuah studi baru. Penelitianmenunjukkan bahwa siswa yang telah melalui program ini, dilaporkan sedang mempertimbangkan bunuh diri , perencanaan bunuh diri atau telah mencoba bunuh diri sebelum berpartisipasi dalam program ini.

"Mayoritas siswa merasa dapat mempelajari tanda-tanda peringatan bunuh diri dan depresi, sebagai cara efektif mengatasi stres. Langkah yang harus diambil jika mereka atau teman merasa akan melakukan bunuh diri, dan bagaimana berbicara dengan orang tua mereka dan teman-teman mengenai masalah mereka, "kata Cathy Strunk, RN, ahli dalam pembagian Psikiatri di Cincinnati. Program ini adalah salah satu program pencegahan bunuh diri yang memiliki data guna mendukung keefektivitasan dari  program ini.

Hasil dari program ini dilaporkan dalam bentuk perilaku, perasaan, niat dan sikap setelah mengikuti program ini selama tiga bulan dibandingkan dengan sebelum mengikuti program ini adalah :

 

  • Siswa yang dilaporkan akan bunuh diri penurunan 65 persen, dari 4,2 persen menjadi 1,5 persen siswa.
  • Siswa yang dilaporkan berencana untuk mencoba bunuh diri menurun 48 persen, dari 9,9 persen menjadi 5,2 persen siswa.
  • Siswa yang dilaporkan merasa sedih dan putus asa menurun 26 persen, dari 22,6 persen siswa 16,8 persen.

"Program ini mengajarkan siswa bagaimana untuk memiliki lebih percaya diri dan bagaimana untuk terlibat dalam perilaku positif, yang mengurangi risiko mereka bunuh diri," kata Strunk. Survei menunjukkan bahwa setiap siswa diminta untuk memiliki keberanian mengungkapkan masalah yang tengah mereka hadapi kepada orang yang mereka percaya. Seperti orang tua dan teman. Mengetahui faktor pemicu bunuh diri secara signifikan dan segera mencari bantuan begitu mengahadapi tekanan akan suatu masalah.

Strunk dan pembagian Psikiatri di Cincinnati menyediakan informasi, sumber daya dan dukungan untuk membantu remaja dan keluarga melalui pasang surut kehidupan. Kurikulum berfokus pada mendidik siswa tentang tanda-tanda peringatan bunuh diri baik dalam diri sendiri atau teman-teman dan bagaimana mereka bisa mendapatkan bantuan jika mereka atau teman-teman mereka memiliki perasaan ingin bunuh diri. Menurut Institut Nasional Kesehatan Mental, bunuh diri adalah penyebab utama kematian ketiga di usia anak 15-24.

 

 

*Sumber : medicalxpress.com/Kartika Maharani

 

Leave a Reply

CommentLuv badge