Obat Ilegal Membanjiri Dunia Online
Semakin banyak apotik online yang menjual obat ilegal membanjiri web untuk menjual resep yang tidak sah dan berbahaya, menurut laporan baru dari para ahli cybersecurity di Carnegie Mellon University. Nicolas Christin, direktur asosiasi dari Jaringan Institut Informasi (INI) dan seorang ilmuwan senior di sistem INI dan CyLab bersama dengan Leontiadis Nektarios dari Departemen Teknik dan Kebijakan Publik (EPP), dan Tyler Moore dari Wellesley College, menemukan adanya situs yang mengarahkan konsumen ke apotik terlarang.
"Kami telah mengetahui bahwa apotek online yang tidak sah telah menggunakan email spam untuk memanfaatkan keuangan konsumen online yang tidak waspada, dan menginfeksi situs web untuk mengarahkan konsumen ke ratusan apotik online yang ilegal,'' kata Christin. Christin dan tim menemukan bahwa sepertiga dari 7.000 situs web yang terinfeksi dipicu untuk redirect ke beberapa situs apotek. Seperempat dari 10 hasil pencarian teratas diamati untuk secara aktif mengarahkan ke apotik terlarang, dan lain 15 persen dari hasil teratas adalah situs yang tidak lagi diarahkan, tetapi sebelumnya telah dikompromikan.
Peneliti dari Carnegie Mellon melaporkan bahwa memanipulasi mesin pencari jauh lebih efisien dari spam email. "Jadi, untuk mereka yang bertujuan untuk mengurangi penjualan farmasi yang tidak sah, dapat memerangi transaksi yang fasilitasi oleh pencarian web'' kata Christin. Penelitian yang dilakukan oleh Carnegie Mellon ini didukung oleh Asosiasi Nasional Dewan Farmasi (NABP) Amerika tentang bahaya obat-obatan yang dibeli melalui apotek online palsu. Para NABP melaporkan bahwa 98 persen dari situs web farmasi ilegal terus beroperasi diluar dari peraturan hukum farmasi AS.
*Sumber : sciencedaily.com/Kartika Maharani