Menopause Dini Pasca Kemoterapi Bisa Di Hindari

menopauseSekitar 6 persen dari wanita didiagnosis dengan kanker payudara sebelum usia 40 tahun, dengan mayoritas pasien muda yang menerima pengobatan dengan kemoterapi, terapi hormonal atau bahkan keduanya. Efek dari kemoterapi berhubungan dengan amenore (tidak haid) minimal 40 persen. Tidak ada strategi standar untuk mencegah kemoterapi akan kegagalan pada ovarium. Data praklinis menyarankan penekanan ovarium sementara dengan gonadotropin (hormon yang disekresikan oleh kelenjar hipofisis) releasing hormone (GnRH) analog ( senyawa kimia ) selama kemoterapi untuk mengurangi toksisitas ovarium.

Lucia Del Mastro, MD, dari Istituto Nazionale per la Ricerca sul Cancro, Genova, Italia, dan rekan melakukan 3 tahap pengujian untuk melihat efikasi supresi ovarium yang disebabkan oleh triptorelin analog GnRH untuk mengurangi kejadian menopause dini pada perempuan muda dengan kanker payudara.

Para pasien wanita premenopause dengan stadium I sampai kanker payudara III, diberikan secara intramuskuler minimal 1 minggu sebelum dimulainya kemoterapi dan 4 minggu selama kemoterapi. Para peneliti menemukan bahwa tingkat menopause dini adalah 25,9 persen pada kelompok kemoterapi sendiri dan 8,9 persen pada kelompok kemoterapi yang ditambah triptorelin. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa pengobatan dengan triptorelin dikaitkan dengan penurunan dari resiko menopause dini. Usia pasien dan jenis kemoterapi tidak berpengaruh pada resiko.

Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penekanan sementara fungsi ovarium dengan pemberian triptorelin, mampu mengurangi menopause dini. Perawatan ini dapat ditawarkan kepada pasien premenopause dengan kanker payudara yang ingin mengurangi resiko kegagalan ovarium permanen terkait dengan kemoterapi.

 

 

*Sumber : medicalxpress.com/Kartika Maharani

Leave a Reply

CommentLuv badge