Menguap Tidak Berarti Tengah Bosan
Menguap pada kuda nil bukanlah pertanda kantuk atau kebosanan, namun merupakan sebuah isyarat ancaman. Dengan menampilkan gigi taring yang tajam, tebal dan panjang, mampu menggigit sebuah perahu kecil di bagian tengah. Untuk melindungi wilayah mereka, kuda nil telah menewaskan ratusan lebih orang di Afrika daripada hewan liar lainnya.
Kuda nil amphibius berarti "kuda sungai" memiliki berat hingga 1.800 kg (4.000 pon) lebih, dan hidup di Afrika, selatan Sahara di sepanjang sungai Nil. Hippos menyukai sungai yang dalam dan dekat dekat alang-alang dan padang rumput. Mereka memakan rumput, buah, dan kadang-kadang tanaman yang dibudidayakan seperti tebu atau jagung, dan menghabiskan sebagian besar hari didalam air.
Kuda nil adalah hewan darat terbesar ketiga, sedikit lebih kecil tapi lebih berat dari badak putih. Terlepas dari ukurannya yang besar kuda nil dapat berlari lebih cepat dari manusia. Pekikan kuda nil mampu memekakkan telinga 115 desibel, dan terdengar seperti raungan singa.
Bukti DNA terbaru menunjukkan bahwa kuda nil memiliki hubungan kekerabatan dengan Cetacea (paus dan lumba-lumba) daripada artiodactyl lain (bahkan berujung mamalia berkuku). Gading dan taring akan terus menerus tumbuh. Gading pada kuda Nil, dinilai lebih tinggi dari gading gajah karena mereka tidak akan berubah menjadi kuning karena usia.
Telinga dan lubang hidung yang terletak di atas kepala, akan menutup secara otomatis ketika binatang itu berada di bawah air. Kulit kuda nil mengeluarkan cairan merah berminyak yang membuat kulit lembab ketika keluar dari air. Cairan tersebut telah menyebabkan mitos bahwa kuda nil berkeringat darah. Seekor bayi kuda Nil satu akan lahir setelah kehamilan sekitar 230 hari. Kuda nil muda akan berjemur di punggung ibu mereka.
*Sumber : didyouknow.org/Kartika Maharani