Sosial Media Bukan Tempat Untuk Mengumpat
Segala kelebihan pasti memiliki kekurangan. Begitu pula yang terjadi pada keberadaan situs jejaring tidak selamanya digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat. Sebuah survey yang dilakukan Plymouth University menemukan bahwa lebih dari sepertiga guru telah menjadi korban penghinaan secara online melalui situs-situs jejaring.
Sebagian besar penghinaan diketahui berasal dari para murid mereka sendiri sebanyak 72%. Dan 35% guru mengaku menjadi korban penghinaan dan 60% adalah guru wanita. Dengan menggunakan media chat hingga situs berbagi video digunakan untuk melakukan aksi yang sangat tidak terpuji ini.
Jejaring sosial merupakan media yang paling banyak dipakai, termasuk Facebook. Bahkan, mereka sengaja membuat grup khusus untuk mengolok-olok gurunya. Situs YouTube pun tak luput dalam aksi ini. Mereka sengaja memposting video yang ditujukan bagi para guru, dengan komentar-komentar yang tidak sepantasnya diunggah.
Kejadian penghinaan di mana anak-anak menjadi korban, telah banyak menyedot perhatian khalayak ramai. Namun tidak ketika para guru yang menjadi korbannya. Pihak Facebook tidak menutup mata akan masalah ini, dan menawarkan tips bagi para guru yang menjadi korban atau guna menghalau hal tersebut terulang kembali. Mereka juga berjanji akan menanggapi laporan mengenai isu ini selama 24 jam.
*Sumber : detikinet.com/Kartika Maharani