Amati Perubahan Warna Dan Aroma Urine Pada Diri Anda
Urin yang sehat akan tampak seperti limun dicampur dengan bubuk, air terlihat keruh, dengan aroma yang menyengat. Bagi seorang dokter, urin dapat memberikan informasi lebih apa yang terjadi di dalam tubuh. Jadi sangatlah lumrah bila seorang dokter meminta sampel urine untuk sebuah penyakit. Urinurinalisis dapat mengungkapkan banyak hal mengenai kesehatan seseorang. Bahkan perubahan warna urin dapat memberitahu orang kapan harus mencari bantuan medis. Perubahan pada warna urin dapat berubah karena beberapa hal, diantaranya konsumsi obat atau makanan, infeksi atau kanker.
Apabila urine berwarna merah muda atau merah disertai darah, hal itu perlu diwaspadai. "Jika Anda melihat darah dalam urin, dapat dipastikan anda membutuhkan pertolongan dokter dokter. Karena bisa jadi indikasi batu ginjal atau kanker. Namun, urine juga dapat berwarna merah marun, hal ini disebabkan pembekuan darah pada ginjal" kata Marshall Stoller, seorang profesor urologi di University of California, San Francisco.
Kemungkinan jumlah pasien dengan urin berwarna beda adalah 1 persen," kata Stoller. Sebaliknya, sebagian besar dokter melihat petunjuk yang terdeteksi di laboratorium urinalisis. "Ada dipsticks yang dapat digunakan pada urin dan mampu mengidentifikasi kemungkinan infeksi," kata Stoller. Laboratorium urinalisis dapat menguji jumlah gula, darah, asam amino dan molekul lain, tambahnya.
Dehidrasi adalah masalah pada kemih seseorang yang dapat diatasi. Meskipun terdengar biasa, namun dapat menjadi masalah yang sangat serius untuk sistem kemih. "Masalahnya adalah ketika Anda terfokus pada urin, maka hal-hal yang lain bisa tersumbat," katanya. "Kebutuhan air bagi orang dewasa rata-rata sekitar satu setengah liter per hari, kata Stoller. Sehingga bila anda banyak berkeringat, maka anda perlu minum jauh lebih banyak.
*Sumber : myhealthnewsdaily.com/Kartika Maharani