Pengendalian Nyamuk Melalui Sistem Reproduksi
Para ilmuwan bekerja keras dalam pemberantasan malaria yang difokuskan pada nyamuk malaria. Penelitian terbaru menghasilkan metode pengobatan radiasi yang mampu mensterilkan secara efektif beberapa nyamuk jantan steril. Hal ini bisa memiliki efek drastis pada populasi nyamuk.
Nyamuk betina hanya kawin sekali seumur hidup, dan kemudian menyimpan sperma untuk digunakan sepanjang sisa hidupnya. Hal terpenting dalam temuan baru ini adalah bahwa nyamuk betina tampaknya tidak membedakan antara laki-laki steril dan pejantan subur. Proses untuk mensterilkan nyamuk jantan, akan mengakibatkan penurunan yang cukup serius dalam jumlah nyamuk baru.
Sterilisasi tidak baru, tapi biasanya dilakukan melalui radiasi, yang cenderung membuat nyamuk jantan sangat lemah dan tidak mampu mengambil bagian dalam perilaku kawin. Para ilmuwan dari Imperial College London menemukan cara untuk menyuntikkan embrio nyamuk dengan sedikit RNA yang dapat mengganggu salah satu gen yang diperlukan untuk produksi sperma. Nyamuk akan tetap sehat, namun steril.
Namun, masih banyak masalah dalam penggunaan sistem. Hal ini dapat memusnahkan seluruh spesies dan makhluk lain, termasuk kelelawar yang bergantung pada nyamuk sebagai sumber makanan. Dan pemberantasan nyamuk dalam skala besar umumnya tidak dipandang sebagai sebuah strategi yang baik. Tapi penemuan itu masih bisa digunakan untuk mengontrol populasi nyamuk malaria yang telah menyebabkan 20% dari kematian anak di Afrika.
*Sumber : popsci.com/Kartika Maharani