Perbaikan Ruang Kelas Sekolah Dipercepat Penyelesaiannya

kelasKabar baik bagi seluruh sekolah di Indonesia yang mengalami kerusakan. Mengingat bila sekolah merupakan salah satu tempat untuk menuntut ilmu. Berbagai kerusakan yang terjadi di dalam sekolah, mulai dari ruang kelas yang tidak layak digunakan hingga atap sekolah yang nyaris menimpa para siswa yang tengah beraktifitas didalam ruangan, tak ayal membuat pemerintah turun tangan.

”Perbaikan akan dipercepat pada tahun ini dan tahun depan,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan Nasional Suyanto di Jakarta, Minggu (14/8). Hal ini berdasarkan data Kementerian Pendidikan Nasional, pada 2009/2010 yang menemukan adanya beberapa kerusakan ruang kelas di beberapa SD Negeri. Dengan jumlahnya tidak main-main, sekitar 808.872 kasus. Hanya 476.209 ruang yang kondisinya layak pakai. Dan 101.000 kelas di antaranya rusak berat.

Taufik Hanafi, Staf Ahli Menteri Pendidikan Nasional Bidang Sosial dan Ekonomi Pendidikan, mengatakan bahwa secara nasional ada penurunan jumlah ruang kelas SD negeri selama tujuh tahun terakhir. Namun, jika ditambah dengan ruang kelas sekolah dasar swasta, terjadi peningkatan. Tahun 2003/2004.

”Dari perhitungan kami, jumlah ruang kelas yang ada dapat memuat anak usia 7-12 tahun,”ujarnya. Penurunan jumlah siswa SD negeri disebabkan menurunnya anak usia sekolah dasar (7-12 tahun) dari 25,3 juta anak pada 2005 menjadi 24,4 juta anak pada 2010. Tak hanya itu, penggabungan SD di beberapa daerah karena jumlah siswa SD yang sedikit, disinyalir sebagai penyebab penurunan siswa sekolah Dasar, tambahnya.

Penggabungan sekolah dasar, dilakukan apabila jumlah siswa di dalam satu kelas jauh di bawah standar, yakni 1 : 30 per kelas. Hal itu dilakukan untuk efisiensi biaya operasional pendidikan, ujar Suyanto.

 

 

*Sumber : kompas.com/Kartika Maharani

Leave a Reply

CommentLuv badge