Menerawang Keberadaan Hutan Di Masa Depan

 

hutanDalam hutan tertentu, beberapa spesies pohon tumbuh bersama secara alami, baik kayu keras dan tumbuhan runjung, tua dan muda, melalui semua tahap pertumbuhan. Di daerah pegunungan misalnya, perbedaan spesies memastikan vegetasi tertutup selama terus menerus dari waktu ke waktu, sebagai sebuah faktor penting dalam menjaga alam dari bahaya.

Simulasi Samsara Model dikembangkan oleh para ilmuwan Cemagref untuk dapat mengantisipasi dinamika hutan gunung dalam menanggapi rencana manajemen yang berbeda. Ini membantu pengaturan hutan dalam menentukan frekuensi pemotongan kayu, diameter batang yang paling efektif, dan dalam rangka untuk menjaga keseimbangan terbaik diantara berbagai jasa ekosistem yang diberikan oleh hutan, seperti perlindungan, produksi dan sebagai habitat keanekaragaman hayati. D

Platform ini juga menyediakan model Cemagref lain yang dirancang untuk meningkatkan percampuran dengan hutan dataran rendah, seperti yang terdiri dari ek dan pohon pinus. Salah satu tujuan utama dari model ini adalah untuk memastikan jumlah kayu yang cukup tanpa mengubah keseimbangan ekosistem. Faktor lain yang sekarang diperhitungkan dalam model adalah perubahan iklim global. Para peneliti mengintegrasikan variabel untuk temperatur dan curah hujan dalam model, untuk prakiraan iklim 50 tahun ke depan.

Dampak perubahan iklim pada tatanan dan produktivitas hutan merupakan sarana yang tepat untuk mengukur kerentanan mereka terhadap risiko iklim. Dengan mensimulasikan apa yang akan terlihat seperti hutan di masa depan. Model ini memberitahukan kita bagaimana manajemen hutan untuk memastikan bahwa hutan bisa melawan kekeringan dan intensitas angin.

 

 

*Sumber : sciencedaily.com/Kartika Maharani

 

Leave a Reply

CommentLuv badge