Lidah Kini Tidak Hanya Untuk Mencicipi, Tapi Bisa Menyimpan Data
Para peneliti di Pusat Molekuler dan Pengembangan Teknologi (IDM) dan kelompok CUINA dari Universitat Politécnica de Valencia (Spanyol) telah mengembangkan lidah elektronik yang dapat diterapkan pada analisis daya antioksidan dan parameter kualitas.
Menurut para peneliti, dalam beberapa tahun terakhir ini, lidah elektronik telah menjadi salah satu media alternatif yang sangat baik untuk menganalisis dan mengendalikan kualitas produk makanan. "Lidah elektronik, menggunakan teknik elektrokimia, yang akan membantu kita untuk memilah sampel makanan dan mengukur parameter fisikokimia dengan cepat dan ekonomis," kata Ramon Martinez Máñez, seorang peneliti di IDM UPV.
Sistem lidah elektronik yang dirancang oleh para peneliti UPV didasarkan pada teknik voltametri dan spektroskopi impedansi, terdiri dari aplikasi PC dan beberapa peralatan pengukuran elektronik. Selain itu, perangkat lunak ini tidak hanya dapat melakukan tes tapi mampu menyimpan data sesuai dengan pengukuran yang diperoleh.
Sejauh ini, para ahli UPV telah menguji kegunaan sistem ini pada antioksidan yang berbeda secara khusus, asam sitrat, asam askorbat (vitamin C) dan asam malat, dan campuran biner dari mereka, dan hasilnya sangat memuaskan. "Yang kami lakukan adalah, menerapkan sinyal listrik pada larutan dan mengukur respon nya. Dengan demikian kita bisa mengukur konsentrasi antioksidan dalam larutan tersebut," kata Miguel Alcaniz, IDM peneliti di Universitat Politécnica de Valencia.
Sekarang, para peneliti di IDM dan Kelompok CUINA Politécnica de Valencia bekerja pada studi degradasi vitamin C dalam jus. "Kami akan menerapkan aplikasi langsung dari lidah elektronik untuk mengevaluasi jus jeruk," kata José Manuel Barat, seorang peneliti di kelompok CUINA UPV itu. Peneliti juga mempelajari aplikasi di laboratorium dari sistem lidah elektronik untuk mendeteksi glifosat, sebuah obat pembunuh rumput-rumputan yang banyak digunakan dalam pertanian, dan untuk pemantauan kualitas air di pabrik pengolahan limbah.
*Sumber : sciencedaily.com/Kartika Maharani