Sistem Pengamatan Hewan Di Alam Liar

 

gorilaUntuk melindungi spesies yang terancam punah, penjaga mempelajari perilaku kera besar yang masih hidup di alam liar. Dengan menggunakan sebuah perangkat lunak yang berupa sistem baru untuk menganalisis wajah binatang dengan lebih mudah dan teridentifikasi dengan baik, membuat para penjaga mudah untuk mengamati hewan-hewan langka di alam liar.

Gambar-gambar dari sistem yang menggunakan video ini sangat menggembirakan. Seekor gorila jantan yang muda tampak beberapa kali bergelayutan dari satu pohon ke pohon lainnya, bergerak bebas dalam hutan, untuk mencari makanan. Ini adalah pertanda baik bagi petugas taman. Hal ini menunjukkan bahwa perlindungan akan hewan-hewan tersebut berjalan dengan sukses. Mengingat pengetahuan tentang berapa banyak individu yang tinggal di wilayah tertentu sangat penting jika spesies tersebut terancam kepunahan dan harus lebih efektif untuk dilindungi.

Para ilmuwan dari Institut Fraunhofer untuk Sirkuit Terpadu IIS dan Digital Media Teknologi IDMT beserta Institut Max Planck untuk Antropologi Evolusi, bersama-sama mengembangkan sistem dalam proyek SAISBECO.

"Gambar-gambar disaring untuk menemukan wajah primata untuk dapat dilihat dengan jelas," ujar Alexander Loos dari IDMT di Ilmenau. Tugas ini ditangani oleh sebuah program perangkat lunak deteksi yang dikembangkan oleh para ilmuwan penelitian di IIS di Erlangen untuk mendeteksi wajah pada gambar individu serta pada video stream secara real time. Perangkat lunak ini menganalisis wajah primata  dengan menggunakan algoritma khusus.

"Algoritma ini sangat dipengaruhi oleh pengaruh eksternal," jelas Loos. Sistem perangkat lunak baru ini juga menganalisa sinyal audio dan memberikan mereka berbagai suara yang dibuat oleh kera, misalnya ketika memukul dadanya dan mendengus untuk mengancam. Ini tidak hanya menyediakan dasar untuk mempelajari perilaku sosial mereka, tetapi juga memungkinkan individu-individu tertentu menjadi cepat diidentifikasi, dan ilmuwan tidak lagi harus merekam semua materi .

Sebagai langkah berikutnya, para ilmuwan berniat untuk memperluas data mereka, karena perangkat lunak sistem ini bersifat analisis, dan meningkatkan jumlah gambar per individu pada kolam data. Sebuah modul lebih lanjut juga akan ditambahkan ke sistem. Ini secara otomatis mengenali kegiatan kera ketika bergerak dan memberikan informasi yang berharga khususnya untuk mempelajari perilaku sosial mereka.

 

 

*Sumber : Physorg.com/Kartika Maharani

 

Leave a Reply

CommentLuv badge