Skizofren Bukan Penyakit Turunan
Columbia University Medical Center peneliti menunjukkan bahwa kesalahan genetik yang hadir pada pasien tetapi tidak pada orang tua mereka memainkan peran lebih dari 50 persen. Hal ini membuktikan bahwa kasus skizofrenia bukanlah penyakit turunan.
Sebuah kelompok yang dipimpin oleh Maria Karayiorgou, MD, dan Yusuf A. Gogos, MD, PhD, memeriksa genom pasien dengan skizofrenia dan keluarga mereka, serta kelompok sehat. Temuan ini melengkapi studi sebelumnya oleh Karayiorgou, profesor psikiatri di Columbia University Medical Center.
Hasil menemukan ratusan lebih mutasi yang berkontribusi terhadap genetika skizofrenia, dimana langkah yang diperlukan untuk memahami bagaimana penyakit tersebut berkembang semakin luas. "Identifikasi ini mengubah pemahaman kita tentang dasar genetik dari skizofrenia," kata Bin Xu, PhD, asisten profesor neurobiologi klinis di Columbia University Medical Center.
"Fakta bahwa semua gen bermutasi dengan berbeda-beda," kata Karayiorgou. Hal ini mungkin karena kompleksitas dari sirkuit saraf yang dipengaruhi oleh penyakit, banyak gen yang diperlukan bagi perkembangan mereka. Karayiorgou dan timnya sekarang akan mencari secara spesifik mutasi yang memberikan kontribusi untuk skizofrenia.
Hasil studi ini juga membantu menjelaskan teka-teki kegigihan dari skizofrenia. Meskipun fakta bahwa mereka dengan penyakit ini tidak cenderung mewariskan mutasi mereka melalui anak-anak, namun kejadian penyakit ini secara global cukup tinggi, meskipun dengan variasi lingkungan yang cukup luas.
*Sumber : sciencedaily.com/Kartika Maharani