Keberadaan Hewan Peliharaan Dalam Kehidupan Manusia
Bagi sebagian orang, memiliki hewan peliharaan merupakan hal yang menyenangkan. Mereka akan menyambut si empunya di pintu setelah seharian bekerja, berada di pangkuan ketika sedang menonton TV, atau 'bernyanyi' bersama ketika menyenandungkan sebuah lagu. Mereka menyediakan persahabatan dan bahkan rasa nyaman. Maka, tidak dapat dipungkiri bila hewan peliharaan adalah baik bagi kita, dan mampu membuat hidup menjadi lebih bahagia. Tapi apakah benar-benar ada 'efek hewan peliharaan' universal pada kesehatan mental dan fisik manusia?
Menurut Harold Herzog, Profesor Psikologi di Western Carolina University, tidak ada bukti yang kuat untuk mengklaim bahwa hidup dengan hewan peliharaan akan membuat hidup lebih bahagia atau sehat. Herzog berpendapat bahwa penelitian yang ada atas kepemilikan hewan peliharaan telah menghasilkan hasil yang sangat bertentangan.
Sementara beberapa studi menunjukkan bahwa memiliki hewan peliharaan dikaitkan dengan hasil kesehatan positif seperti kecepatan penurunan depresi atau tekanan darah rendah, penelitian lain menunjukkan bahwa pemilik hewan peliharaan tidak lebih baik, dan bahkan mungkin lebih buruk untuk beberapa hal.
Herzog mengatakan, adalah bahwa studi tentang kepemilikan hewan peliharaan sering mengalami masalah metodologis. Selanjutnya, penelitian sangat sedikit menggunakan eksperimen yang melibatkan pemilik untuk menunjukkan bahwa hewan peliharaan mereka benar-benar menyebabkan peningkatan kesehatan dan kebahagiaan bagi pemiliknya.
Untuk mengetahui apakah memiliki binatang pemeliharaan mampu memberikan efek baik bagi pemilik, Herzog mengatakan agar dilakukan penelitian lebih awal unuk mengetahui apa fungsi hewan tersebut. Apakah sebagai peliharaan, media pengobatan atau terapi, atau sebagai jasa layanan. Mengingat penggunaan binatang sudah mulai digunakan untuk berbagai keperluan atau untuk memenuhi kebutuhan akan suatu hal yang dilakukan secara legal oleh beberapa lembaga terkait.