Pendidikan Gizi Menurunkan Jumlah Penderita Gangguan Makan
Pelajaran dan pelatihan mengenai gizi yang dilakukan didalam kelas sekolah menengah dapat mengurangi gangguan makan di kalangan anak perempuan dan menghemat biaya medis, menurut sebuah studi yang dilakukan oleh tim peneliti dari Boston.
Para peneliti menganalisis studi sebelumnya di sekolah menengah Massachusetts yang mengadopsi program pencegahan obesitas dalam ruang Kesehatan. Ruang kesehatan mengajarkan anak-anak mengenai makanan sehat, membatasi waktu didepan layar TV dan lainnya, dan meningkatkan aktivitas fisik. Studi ini diterbitkan dalam Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine.
Data dari studi sebelumnya menunjukkan bahwa anak perempuan berusia 10 sampai 14, di sekolah-sekolah dengan yang memiliki ruang kesehatan, setengah siswa perempuannya tidak mengalami seperti muntah setelah makan, atau menggunakan pil diet untuk mengendalikan berat badan mereka. Dimana Bulimia nervosa merupakan gangguan makan yang ditandai dengan banyak makan dan mengeluarkannya kembali, dan biasanya terjadi pada usia remaja.
Dengan menggabungkan data dari studi sebelumnya, peneliti menemukan bagaimana kemajuan gangguan makan pada wanita muda. Dimana gangguan makan dapat dicegah pada usia 17, namun tidak pada anak-anak. "Kami tidak tahu apa perbedaannya," kata S. Bryn Austin, ahli epidemiologi sosial di Children's Hospital Boston, dan penulis senior. Ini mungkin pertanda bahwa perempuan remaja mungkin dapat menyesuaikan diri pada pesan kesehatan dan berpikir tentang apa yang mereka makan.
Austin mengatakan bahwa jika program pencegahan obesitas yang tidak terstruktur dengan benar, mereka dapat menciptakan rasa bersalah, dan benar-benar dapat berkontribusi untuk gangguan makan. Tim Austin memperkirakan akan ada $ 680.000 tabungan perawatan kesehatan untuk penyakit gangguan makan. "Ini sangat mahal untuk mengobati bulimia nervosa bagi individu dan keluarga mereka dalam biaya medis,''kata Austin.
*Sumber : articles.boston.com/Kartika Maharani