Makanan Enak Belum Tentu Sehat

foodMenurut sebuat studi, ketika berpikir tentang kesehatan sebelum memilih makanan dapat membuat Anda membuat pilihan yang sehat sekalipun Anda tidak berpikir kelezatan makanan tersebut, sebuah studi baru menunjukkan.

Para peneliti dari California Institute of Technology melakukan percobaan pencitraan otak dengan 33 peserta dewasa yang berpuasa selama tiga jam. Sambil berbaring di resonansi magnetik fungsional mesin pencitraan (fMRI), setiap peserta diperlihatkan gambar 180 item makanan yang berbeda. Para peserta, diberikan tiga detik untuk merespon setiap gambar dengan keputusan apakah ya atau tidak mereka ingin makan makanan setelah percobaan selesai.

Untuk menguji apakah pilihan makanan dapat dipengaruhi oleh mengalihkan perhatian terhadap kesehatan, para peneliti memberikan peserta tiga instruksi, "Pertimbangkan sehatnya," "Perhatikan kelezatan" atau "Membuat keputusan secara alami". Setelah pengujian fMRI, subjek diminta untuk menilai kelezatan dan kesehatan makanan.

Para peneliti menemukan bahwa ketika peserta diminta untuk memikirkan kesehatan, mereka cenderung untuk makan makanan yang tidak sehat, bahkan jika mereka menganggap hal itu lezat. Mereka juga lebih cenderung makan makanan sehat, bahkan jika makanan itu tidak enak.

Para peneliti sudah tahu bahwa setiap orang menggunakan daerah yang sama dari otak, ketika memutuskan apa yang dimakan. Tapi scan terbaru mengungkapkan bahwa area otak yang kedua, digunakan ketika pengambilan keputusan. Para peneliti juga menemukan bahwa ketika berpikir mengenai kesehatan maka tidak ada makanan yang lebih sering dimakan daripada ketika diminta untuk membuat keputusan secara alami.

 

 

*Sumber : livescience.com/Kartika Maharani

Leave a Reply

CommentLuv badge