Faktor Pemusnah Hewan Ampibi
Jamur mematikan telah menyapu bersih spesies amfibi di seluruh dunia dengan beberapa strategi inovatif, menurut para ilmuwan yang mengkaji efektivitas dari semua strategi yang tersedia. Namun, para peneliti memperingatkan masih terlalu dini untuk merekomendasikan perawatan, karena jamur dapat mengembangkan resistensi terhadap mereka.
Hanya selama 30 tahun terakhi, dengan cepat menyebar infeksi jamur yang menyebabkan penurunan atau kepunahan dari sekitar 200 spesies amfibi, menurut US Fish and Wildlife Service. Jamur tersebut bernama Batrachochytrium dendrobatidis, dan mengarah ke penyakit Chytridiomycosis penyakit, yang mampu membunuh katak dengan cara mengganggu fungsi kulit mereka.
Para peneliti tengah mempelajari teknik untuk mencegah efek dari penyakit dan kepunahan di masa depan. Sampai saat ini, satu-satunya cara efektif guna menanggulangi penyakit ini adalah membangun koloni spesies katak yang berada dalam wilayah punah.
Salah satu teknik terbaru adalah perlakuan termal dengan menunjukkan keberhasilan dalam studi percontohan. Perawatan dengan menjaga berudu yang terinfeksi di penangkaran pada suhu lebih dari 69,8 derajat Fahrenheit (21 derajat Celcius), lebih panas daripada habitat asli mereka. Berudu dipelihara di bawah kondisi ini sampai mereka mengalami metamorfosis dan menjadi katak dewasa. Pada saat itu, mereka dilepaskan ke habitat alami mereka.
Dengan kondisi yang sama, para ilmuwan telah mencoba memberikan itrakonazol antijamur bagi katak yang terinfeksi selama delapan hari berturut-turut. obat ini bekerja dengan cara memperlambat pertumbuhan jamur yang menyebabkan infeksi sejak 2009, dan tingkat kehidupan katak-katak terinfeksi ini meningkat jumlahnya.
Para ilmuwan menyimpulkan bahwa strategi baru ini bisa mencegah wabah penyakit itu, dan mencegah kepunahan lokal, kata peneliti Jaime Bosch dari National Museum Ilmu Pengetahuan Alam di Spanyol dalam sebuah pernyataan.
*Sumber : livescience.com/Kartika Maharani