Rasa Khawatir Berlebihan Mengganggu Hubungan Sosial Seseorang
Kebanyakan orang merasa khawatir dari waktu ke waktu. Sebuah studi penelitian baru, yang dipimpin oleh seorang anggota Case Western Reserve University fakultas dalam psikologi, menunjukkan bahwa rasa khawatir bisa mengganggu kehidupan seseorang dan membahayakan kesehatan hubungan sosial. Orang-orang ini menderita gangguan kecemasan umum (GAD), kata Case Western Reserve psikolog Amy Przeworski.
Individu dengan GAD sering menempatkan hubungan sosial dengan keluarga, teman, atau rekan kerja di bagian atas daftar kekhawatiran mereka. Przeworski dan rekan-rekannya di Penn State University mengamati bahwa orang-orang dalam terapi untuk GAD memanifestasikan kekhawatiran mereka dengan cara yang berbeda berdasarkan bagaimana mereka berinteraksi dengan orang lain.
"Semua individu dengan gaya khawatir pada tingkat yang sama dan ekstrim, namun dimanifestasikan mereka khawatir dengan cara yang berbeda," kata Przeworski.
"Khawatir mungkin serupa, tetapi dampak dari rasa khawatir pada hubungan interpersonal mereka yang akan sangat berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa adanya hubungan antar masalah interpersonal dan khawatir" kata Przeworski.
Kebanyakan pengobatan untuk GAD mengandalkan terapi perilaku kognitif, namun hanya sekitar 60 persen orang yang berhasil dalam terapi ini. Salah satu cara terapi untuk rasa khawatir ini dengan cara mengintegrasikan teknik pada masalah hubungan interpersonal.
*Sumber : sciencedaily.com/Kartika Maharani