Atasi Kebosanan Agar Produktivitas Meningkat
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganalisa depresi, dengan membandingkan beberapa negara untuk menentukan tingkatan dari diagnosis depresi. Penelitian ini mengamati hampir 90.000 orang di 18 negara, yang diterbitkan dalam jurnal BMC Medicine. Tim Menemukan bahwa orang di Prancis yang paling mungkin untuk mengalami depresi dalam hidup mereka, yaitu sebanyak 21% dari survei.
AS sendiri merupakan negara yang menderita kebosanan eksistensial, sebanyak 19,2% dari mereka yang disurvei. Secara keseluruhan, orang-orang dari negara-negara kaya lebih mungkin untuk mengalami tekanan dalam hidup mereka sebanyak 15%, dibandingkan negara-negara yang digolongkan sebagai berpenghasilan rendah.
Ronald Kessler, profesor kebijakan perawatan kesehatan di Harvard Medical School, mengatakan "Ada banyak orang di AS yang mengatakan mereka tidak puas dengan kehidupan mereka. AS berharap tidak ada batas bagi orang-orang di negara lain yang hanya senang memiliki makanan di atas meja saja."
Studi ini menemukan bahwa depresi adalah penyebab paling umum ketiga penyebab produktivitas kerja berkurang, dan bahwa perempuan dua kali lebih banyak mengalami depresi. Mungkin tidak mengejutkan, perceraian atau perpisahan dikutip sebagai pemicu depresi.
*Sumber : inquisitr.com/Kartika Maharani