Transplantasi Jantung Pada Anak-Anak
Para peneliti telah mengidentifikasi faktor resiko kematian transplantasi pada anak dengan indikasi kardiomiopati dilatasi (penyakit jantung otot), menurut hasil dari sebuah studi yang didukung oleh National Heart, Lung, dan Blood Institute (NHLBI) dari Institut Kesehatan Nasional. Hal tersebut digunakan oleh para dokter agar dapat mengidentifikasi dengan lebih baik apakah dapat mendapatkan keuntungan dari hematoperasi transplantasi atau tidak.
Jika temuan ini berhasil, maka transplantasi jantung dapat memberi anak-anak lebih banyak akses guna memperpanjang hidup mereka. "Resiko kematian pada transplantasi jantung anak-anak dengan kardiomiopati dilatasi merupakan hasil dari Registry Cardiomyopathy Pediatric, diterbitkan dalam Circulation, jurnal dari American Heart Association.
Faktor resiko diidentifikasi baik kematian, transplantasi atau keduanya termasuk adanya kegagalan jantung kongestif, membuktikan bahwa echocardiographic merupakan penyakit yang lebih berat, ketika usia penderita bertambah, pelebaran pada ventrikel kiri dan pengaruh dari tinggi badannya.
Perawakan pendek meningkatkan risiko kematian tapi tidak pada transplantasi. Para peneliti juga menemukan bahwa penyebab kardiomiopati dilatasi yang sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor resiko yang prediktif kematian atau transplantasi. Hal ini menunjukkan bahwa menetapkan penyebab penyakit sesegera mungkin sangat penting.
Penelitian berbasis populasi menggunakan data dari Registry Cardiomyopathy Pediatric (PCMR). Dari tahun 1990 hingga 2007, PCMR, yang dipimpin oleh University of Miami Leonard M. Miller School of Medicine, terdaftar 1.731 anak dengan usia 18 tahun atau kurang yang didiagnosis dengan cardiomyopathy membesar, penyakit otot jantung anak yang paling umum. Cardiomyopathy membesar dapat menyebabkan masalah katup jantung, aritmia (detak jantung tidak teratur), pembekuan darah di jantung, dan bahkan gagal jantung.
Untuk 57 persen anak-anak yang menderita cardiomyopathy, penyebab penyakit ini tidak diketahui. Registri nasional didirikan untuk mengumpulkan dan membuat data untuk menentukan penyebab penyakit dan menemukan pengobatan baru yang lebih baik.
*Sumber : medicalxpress.com/Kartika Maharani