Pemindai Sidik Jari Yang Pintar
Sebuah kejadian tidak menyenangkan terjadi di Negara malaysia. Dimana pada tahun 2005 telah terjadi aksi pencurian melalui Pemindai sidik jari oleh bangkai manusia. Pelaku tindak kriminal ini menggunakan jari jempol dari tubuh yang sudah tidak bernyawa sebagai akses untuk melancarkan tindakan kriminalnya.
Untuk memerangi kejahatan berdarah seperti itu, para peneliti di Sistem Identifikasi Dermalog di Hamburg, Jerman, telah mengembangkan cara untuk scanner sidik jari yang mampu membedakan antara jaringan hidup dan mati. Dengan cara mendeteksi jaringan yang talah "memucat" perubahan warna, aliran darah hingga pola ujung jari ketika permukaannya ditekan.
Clarissa Hengfoss dan rekan-rekannya di Dermalog menemukan bahwa jari-jari dari insan yang masih hidup mampu menyerap cahaya LED pada 550 nanometer pada sentuhan pertama, dan sebaliknya jari-jari dari mayat tidak menunjukkan perubahan.
Menggunakan jari yang terputus bukan satu-satunya cara untuk menipu tes biometrik. Sidik jari palsu dapat dibuat dengan menggunakan cetakan gel silikon karet atau plastik, kata Marcela Espinoza dari Institut Ilmu Kepolisian di Lausanne, Swiss. Kini Kami sedang mengembangkan sebuah algoritma untuk mendeteksikan pemalsuan tersebut, tambahnya.
*Sumber : newscientist.com/Kartika Maharani