Gajah Asia Bukan Hewan Antisosial
Gajah Asia telah lama dianggap hewan antisosial. Namun pengamatan baru menunjukkan bahwa banyak gajah betina Asia yang seperti kupu-kupu sosial, dengan banyak teman. Dan mereka mampu mempertahankan persahabatan yang kuat bahkan bila mereka tidak bertemu dalam satu tahun atau lebih.
Studi ini memasukkan gajah Asia ke dalam daftar spesies yang memiliki kemampuan kognitif, seperti mempertahankan hubungan sosial secara kompleks, meskipun tidak memiliki bertemu sehari-hari, layaknya lumba-lumba.
"Orang-orang mengira gajah Asia antisosial berdasarkan apa yang mereka lihat di penangkaran," kata Shermin de Silva, seorang ahli ekologi perilaku dengan Gajah, Hutan dan Konservasi Yayasan Lingkungan di Kolombo, Sri Lanka. Gajah Asia memang sangat sulit ditemukan di alam liar, ia menambahkan.
Mereka dengan jumlah populasi terkecil, terbukti menjadi yang paling setia. Bagaimana genetik berhubungan gajah dewasa ini tidak diketahui tapi akan diselidiki dalam studi di masa depan, para peneliti mengatakan.
"Gajah menunjukkan ikatan kuat mereka selama musim kering," kata de Silva. Ketika sumber daya air menjadi langka, beberapa teman gajah akan membentuk tim untuk mendorong spesies lain agar menjauh dari kolam tersebut.
*Sumber : news.sciencemag.org/Kartika Maharani