Bukan Jumlah Jam Tidur Yang Memiliki Peran

tidurPara ilmuwan telah menggunakan metode baru untuk memanipulasi sel-sel otak yang mempengaruhi pola tidur. Metode terbaru tersebut dikenal sebagai optogenetics, .

sebuah penelitian menunjukkan bahwa "terlepas dari berapa jumlah total jam tidur, minimal tidur yang terganggu akan berpengaruh pada konsolidasi memori," Penelitian yang dipimpin oleh Luis de Lecea, PhD, profesor psikiatri dan ilmu perilaku, dan H. Craig Heller, PhD, profesor biologi.

Para ahli telah lama berhipotesa bahwa tidur memiliki peranan penting untuk memori, tetapi ini telah menjadi daerah yang sulit untuk dipelajari karena kurangnya metode yang digunakan dalam penelitian ini. Penanganan yang baik adalah salah satu cara untuk menjaga subyek agar tidak terbangun dari tidur, de Lecea menjelaskan, "Tikus sangat sensitif terhadap gerakan disekitarnya, dan itu membuatnya stres." Dan stres itu sendiri mempengaruhi memori.

Tim Stanford dan para ilmuwan lain, berpendapat bahwa memori akan menjadi terganggu karena kurangnya kontinuitas tidur. Dimana defisit memori sering terlihat pada orang dengan kondisi neurologis dan kejiwaan tertentu, seperti alkoholisme dan apnea tidur.

 

 

*Sumber : sciencedaily.com/Kartika Maharani

Leave a Reply

CommentLuv badge