Tulang Dapat Tumbuh Pada Jaringan Otot
Para peneliti telah menemukan mengapa pada beberapa orang otot mereka mampu ditumbuhi tulang. Kondisi, yang disebut osifikasi heterotopic, terjadi ketika area tubuh ditandai dengan tumbuhnya tulang daripada jaringan lain. Singkatnya, kondisi menimbulkan tulang yang tumbuh di tempat-tempat mereka biasanya tidak ditemukan. Orang mungkin mengalami fenomena ini setelah pulih dari cedera atau mungkin memilikinya sejak lahir.
Meskipun tidak ada cara untuk mencegah atau mengetahui ketika seseorang memiliki pengerasan heterotopic, para ilmuwan kini memiliki titik awal untuk mengembangkan obat yang dapat memecahkan masalah tersebut.
Sekitar 1 orang dari setiap 2 juta orang di seluruh dunia lahir dengan kondisi yang disebut Fibrodysplasia ossificans progressiva (FOP) , yang menyebabkan otot-otot secara konsisten menghasilkan tulang, terutama ketika seseorang terluka atau sakit. Dalam kasus yang lebih serius, penyakit ini dapat menghambat mobilitas seseorang dan bahkan memperpendek hidupnya.
Dalam sebuah studi dalam Journal of Cellular Biochemistry , peneliti di Northwestern University Feinberg School of Medicine menemukan tingkat tinggi dari neuropeptida disebut "Zat P," atau SP, pada kedua pasien FOP dan individu yang mengembangkan pengerasan heterotopic. Dari penelitian sebelumnya, diketahui bahwa SP menyebabkan peradangan dan digunakan oleh neuron pada otak untuk membantu mengirimkan sel-sel darah putih ke daerah tubuh yang cedera.
Dengan mempelajari 16 sampel jaringan dari pasien dengan pengerasan heterotopic dan FOP, para ilmuwan melihat lonjakan dalam kompleks. Dalam percobaan lain, mereka menemukan bahwa gen yang menghasilkan SP pada tikus transgenik menurunkan kemungkinan mereka berada dalam kondisi tersebut. Meskipun banyak pilihan pengobatan di masa depan, peneliti perlu menemukan lebih banyak hal mengenai bagaimana SP dapat berhasil memberikan kehidupan yang lebih panjang bagi penderita osifikasi heterotopic dalam jumlah yang lebih besar.
*Sumber : news.discovery.com/Kartika Maharani