Remaja Perempuan Lebih Rentan Terhadap Minuman Beralkohol
Pesta minum merupakan suatu hal yang lazim dilakukan selama masa remaja. Namun hal ini mampu meningkatkan kekhawatiran akan efek alkohol pada proses neuromaturational selama masa perkembangan. Penggunaan alkohol berat berkaitan dengan decrements kognitif pada dewasa dan remaja, terutama memori kerja spasial (SWM). Penelitian ini mengamati pengaruh dari pesta minuman keras pada SWM, dan menemukan bahwa remaja perempuan sangat rentan terhadap efek negatif dari penggunaan alkohol berat.
"Secara fisik setiap remaja akan tumbuh menjadi dewasa, maka otak mereka pun akan terus berkembang, terutama di daerah otak bagian depan yang berhubungan dengan pikiran, seperti perencanaan dan organisasi," kata Susan F. Tapert, bertindak kepala psikologi di Sistem San Diego VA Healthcare serta profesor psikiatri di University of California, San Diego.
"Penggunaan alkohol berat bisa mengganggu pertumbuhan sel otak yang normal selama masa remaja, terutama di daerah otak bagian depan, yang dapat mengganggu kemampuan remaja ketika beraktifitas di sekolah dan berefek jangka panjang, terutama pada memori kerja spasial, yang merupakan kemampuan untuk mengamati lingkungan di sekitar anda, seperti mengemudi, penalaran figural (seperti kelas geometri), olahraga, menggunakan peta, atau mengingat bagaimana caranya untuk sampai di suatu tempat."
"Studi kami menemukan bahwa remaja perempuan yang peminum berat mengalami beberapa pengurangan aktivasi di daerah otak daripada perempuan remaja bukan peminum ketika melakukan tugas spasial yang sama," kata Tapert. "Perbedaan dalam aktivitas otak berupa kinerja buruk pada kemampuan untuk fokus dan kemampuan memori kerja. Bagi remaja laki-laki menunjukkan hasil yang tidak sebesar remaja perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa remaja perempuan sangat rentan terhadap efek negatif dari alkohol."
Tapert setuju dengan pengujian terhadap perbedaan gender terkait dengan penggunaan alkohol, terutama pada masa remaja, seperti alkohol yang memiliki efek diferensial pada otak, dimana otak pada perempuan dapat berkembang satu sampai dua kali lebih cepat dari laki-laki, sehingga penggunaan alkohol dalam tahap perkembangannya berbeda, meskipun usianya yang sama" katanya.
Selain itu alkohol juga berpengaruh pada fluktuasi hormon yang bisa berpengaruh negatif karena perempuan cenderung memiliki tingkat metabolisme lebih lambat, dan tingginya kadar lemak pada tubuh."
*Sumber : sciencedaily.com/Kartika Maharani