Ilmu Pengetahuan Membutuhkan Banyak Praktek Daripada Teori
Dengan mengubah pola pengajaran ilmu pengetahuan, anak-anak akan lebih berapresiasi kepada ilmu pengetahuan. Kuncinya adalah para pendidik berusaha menyeimbangkan antara teori dengan praktek berjalan bersama. Guna menjauh dari hal penyajian ilmu pengetahuan yang membosankan.
Laura Schulz, seorang ilmuwan kognitif di Institut Teknologi Massachusetts di Cambridge, melakukan eksperimen untuk menentukan bagaimana mengajar balita mengenai hal baru melalui pola permainan. Schulz dan rekan menciptakan mainan dengan empat cara yang berbeda dan meminta 85 anak prasekolah bermain dengan salah satu dari empat permainan yang berbeda.
Hasil penelitian tersebut menyimpulkan bahwa, jika anda berpikir sudah mengetahu hal yang perlu Anda cari tahu, maka kemungkinan anda untuk menemukan hal-hal baru sangat kecil, kata Schulz.
Schulz memperingatkan bahwa hasil penelitian ini seharusnya tidak mendorong para guru untuk menyingkirkan teori. Praktek sering lebih efektif bila Anda mengetahui beberapa aturan dasar sebuah masalah. Bahkan ahli genetika yang paling canggih pun membutuhkan waktu untuk mempelajari dasar-dasar tentang DNA sebelum mereka bisa mulai bereksperimen.