Hidup Sehat Dengan Cara Vegetarian
Menjadi seorang vegetarian memiliki kemuningkinan lebih sedikit mendapatkan gangguan usus pada umumnya umum daripada yang menkonsumsi daging menurut sebuah studi baru yang diterbitkan di British Medical Journal website.
Penyakit divertikular telah disebut sebagai "penyakit peradaban barat" karena jumlah yang lebih tinggi dari kasus penyakit lain di negara-negara seperti Inggris dan AS dibandingkan dengan negara-negara Afrika. Kondisi ini mempengaruhi usus besar atau usus besar yang disebabkan kurangnya asupan serat. Dengan gejala khas seperti kram perut yang menyakitkan, kembung, angin, sembelit dan diare.
Penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa diet rendah serat dapat menyebabkan penyakit divertikular, dan menjadi vegetarian mungkin memiliki risiko lebih rendah dibandingkan dengan pemakan daging, tapi hanya sedikit bukti untuk mendukung ini. Dr Francesca Crowe dan timnya dari Unit Epidemiologi Kanker di Universitas Oxford memeriksa hubungan antara diet vegetarian yang kaya akan asupan serat makanan dengan risiko penyakit divertikular.
Mereka direkrut, 15.459 orang yang menjalani diet vegetarian. Selanjutnya, peserta dengan asupan serat yang tinggi (sekitar 25g per hari) memiliki risiko lebih rendah dengan menjalani rawat di rumah sakit atau kematian akibat penyakit divertikular, dibandingkan dengan mereka yang mengkonsumsi kurang dari 14g serat perharinya.
Temuan ini memberikan dukungan bagi kesehatan masyarakat agar mengkonsumsi makanan serat tinggi seperti roti gandum, sereal gandum, buah-buahan dan sayuran. Berdasarkan temuan ini, David Humes dan Joe memperkirakan bahwa sekitar 71% pemakan daging harus menjadi vegetarian untuk mencegah satu diagnosis penyakit divertikular."
Mereka menambahkan, Secara keseluruhan kesempatan untuk mencegah terjadinya penyakit divertikular dan kondisi lain, seperti kanker kolorektal, tergantung dalam modifikasi diet, baik di suatu populasi atau tingkat individu. Namun, mereka masih membutuhkan bukti lebih banyak sebelum merekomendasikan diet ini untuk masyarakat umum.
*Sumber : sciencedaily.com/Kartika Maharani