Masa Depan Para Gadis Yordania Yang Cerah
Sebuah kamp sains yang didirikan oleh seorang remaja untuk membantu para gadis yang kurang beruntung agar mendapatkan pendidikan ditingkat perguruan tinggi. Kamp sains ini untuk para gadis yang berumur 12-15 tahun dari Jabal Al-Natheef distrik Amman, dibangun oleh seorang gadis berusia 17 tahun, Yara Sifri.
Sifri, yang dibesarkan di Yordania memiliki ide untuk perkemahan dan membutuhkan dana sebesar 22.000 dinar Yordania (sekitar $ 30.000) untuk mewujudkannya. Setiap hari, dengan menggunakan bus para gadis dari berbagai daerah di Yordania datang untuk belajar elektronik, robot dan matematika. Selain itu mereka juga belajar seni dan sepak bola.
Menurut Institut Statistik UNESCO untuk laporan tahun 2010 tentang perempuan dalam ilmu pengetahuan, hanya 21% peneliti dari Yordania adalah perempuan, dibandingkan dengan 34% rata-rata di Eropa.
Jabal Al-Natheef adalah sebuah komunitas yang terdiri dari 50.000 - 75.000 jiwa yang tinggal di Amman Timur dalam kondisi sempit dengan bangunan yang buruk dan sedikit akses ke pendidikan tinggi, menurut Ruwwad , sebuah LSM lokal yang bekerja di daerah tersebut. Samar Dudin, direktur program regional untuk Ruwwad, mengatakan sementara anak perempuan di Yordania pada umumnya mendapatkan pendidikan yang baik, dibandingkan dengan Jabal Al-Natheef, yang berisi sebuah kamp pengungsi tidak resmi. Sifri mengatakan daerah tersebut merupakan daerah campuran antara Muslim, Kristen, Yordania, Suriah, Mesir dan Palestina.
Selama beberapa tahun, Sifri siswa sekolah tinggi Massachusetts, telah mengajar bahasa Inggris dan catur di pusat komunitas Ruwwad dengan kakek-neneknya di Amman. Dia berkata: "Saya sangat tertarik pada ilmu pengetahuan, dan saya ingin beberapa gadis mendapat kesempatan seperti saya di Montreal, dengan cara memilih 44 perempuan yang memiliki nilai ilmu tertinggi di sekolah di daerah tersebut.
Dudin, dari Ruwwad, mengatakan: "Jabal Al Natheef adalah komunitas konservatif dan dengan gadis-gadis remaja orang tua cenderung terlalu protektif dan takut untuk memungkinkan perempuan luar kecuali disertai oleh anggota keluarga. Jadi kepercayaanlah yang menjadi kunci agar para gadis tidak melewatkan kesempatan seperti perpustakaan dan lokakarya kreatif yang kami tawarkan.
"Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti dengan gadis-gadis dan mengembangkan pendidikan ilmu mereka.", tambahnya.
*Sumber : edition.cnn.com/Kartika Maharani