Kandungan Kedelai Sebagai Penurun Tekanan Darah
Susu dan suplemen protein kedelai dikaitkan dengan tekanan darah sistolik yang lebih rendah dibandingkan dengan suplemen makanan olahan karbohidrat, dalam sebuah studi yang dilaporkan dalam Circulation: Journal of American Heart Association.
Hasil studi itu menunjukkan bahwa mengganti karbohidrat olahan dengan makanan atau minuman tinggi protein kedelai dapat membantu mencegah dan mengobati tekanan darah tinggi, kata Jiang Dia, MD, Ph.D., peneliti utama studi tersebut. Uji coba, acak klinis terkontrol adalah yang pertama untuk mendokumentasikan bahwa protein susu menurunkan tekanan darah bagi orang-orang dengan pra-hipertensi dan tekanan darah tinggi tahap-1.
Peserta penelitian yang mengambil suplemen protein susu memiliki 2,3 milimeter merkuri (mmHg) dengan tekanan sistolik darah yang lebih rendah, dibandingkan dengan mereka yang mengambil suplemen karbohidrat olahan. Peserta yang mengambil suplemen protein kedelai memiliki tekanan darah sistolik 2,0 mmHg lebih rendah bila dibandingkan dengan suplemen karbohidrat halus.
Tekanan darah sistolik adalah nomor teratas dalam alat pengukur tekanan darah ketika jantung berkontraksi. Suplemen karbohidrat olahan tidak terkait dengan perubahan tekanan darah sistolik. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa diet kaya lemak rendah-produk susu mampu menurunkan tekanan darah, dimana hampir 75 juta orang Amerika memiliki tekanan darah tinggi, "silent killer" yang dapat menyebabkan serangan jantung, gagal jantung, stroke, kerusakan ginjal dan kejadian fatal lainnya.
Berdasarkan penelitian sebelumnya, 2 mmHg dari penurunan tekanan darah sistolik dapat menyebabkan berkurangbya kematian akibat stroke sebanyak 6 persen, 4 persen untuk kematian akibat penyakit jantung dan 3 persen kematian secara keseluruhan di kalangan orang Amerika.
*Sumber : sciencedaily.com/Kartika Maharani
wah jadi semakin yakin saya untuk mengkonsumsi susu kedelai, kaya manfaat namun ramah di kantong.
tongkat ali recently posted..What is Tongkat Ali?
Reply