Asap Rokok Penyebab Terjadinya Kerusakan Pada Pendengaran
Para orang tua perlu beribu alasan untuk membuat anak-anak mereka berhenti merokok. Namun kini, para peneliti telah menghubungkan pendengaran pada remaja dengan asap rokok. Remaja yang tinggal serumah dengan perokok memiliki kemungkinan 83 persen lebih besar mengalami gangguan pendengaran pada tinggi rendahnya frekuensi dari remaja di rumah tanpa perokok, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan Archives of Otolaryngology. Bedah Kepala dan Leher.
Penelitian sebelumnya telah menyinggung bahwa asap rokok mampu meningkatkan resiko masalah kesehatan pada anak-anak termasuk infeksi telinga pada bayi, masalah pernapasan, sindrom kematian bayi mendadak, dan serangan asma.
Para penulis studi, dari New York University Medical Center Lagone, mencatat bahwa remaja yang tidak secara rutin diskrining untuk gangguan pendengaran, tetapi bahwa temuan sekarang mungkin memerlukan skrining bagi mereka yang terkena asap rokok.
Para peneliti menemukan bahwa anak-anak yang orangtuanya merokok memiliki lebih dari dua kali kemungkinan mengembangkan masalah kognitif seperti gangguan perhatian defisit hiperaktif, ketidakmampuan belajar, dan gangguan perilaku pada saat mereka berusia 11.
Para peneliti, dari Harvard School of Public Health, menemukan bahwa 50 persen lebih penyebab permasalahan ini adalah mereka yang tinggal dengan perokok. Penelitian ini mengambil faktor-faktor pedukung lainnyal seperti status sosial ekonomi, berat lahir, dan tingkat pendidikan orang tua.
"Secara absolut, 274.100 lebih kasus gangguan ini bisa dicegah anak-anak agar tidak terkena SHS di rumah mereka," tulis para peneliti. Hal ini bisa mengurangi beban kesehatan dan ekonomi secara signifikan jika secara sukarela sebuah runah bisa bebas asap rokok.
*Sumber : boston.com/Kartika Maharani