Wanita Yang Menjalani Kemoterapi Tetap Bisa Hamil
Banyak wanita yang memilih indung telur mereka diangkat atau dibekukan ketika menjalani kemoterapi hingga kelak ketika mereka menginginkan untuk memiliki anak nanti. Tapi praktik invasif ini mungkin sudah tidak diperlukan lagi.
Elisabeth Larsen dan rekan-rekannya di Copenhagen University Hospital di Denmark mengukur tingkat kesuburan pada 53 wanita yang telah menjalani kemoterapi atau radioterapi selama 10 tahun. Meskipun kelompok itu jumlah telurnya lebih sedikit dibandingkan dengan sukarelawan yang tidak pernah menjalani kemoterapi, perbedaan itu tidak cukup besar untuk mencegah mereka dapat hamil, kata Larsen.
"Sepuluh tahun lalu kami khawatir bahwa mereka akan memasuki menopause dini," katanya. "Sebaliknya, mayoritas dari mereka kini telah memiliki anak.
Dalam sebuah studi terpisah, Kirsten Tryde Schmidt di Copenhagen University Hospital, menemukan bahwa 35 dari 56 wanita yang berusaha untuk hamil setelah salah satu ovarium mereka diangkat sebelum terapi berhasil melahirkan, dengan 91 persen hamil secara alami.
Geraldine Hartshorne di Warwick Medical School di Coventry, Inggris, mengatakan bahwa setelah menjalani kemoterapi pun ovarium mampu untuk mempertahankan oosit dan memproduksi telur yang memadai untuk mendukung pencapaian terjadinya kehamilan," katanya.
Penelitian ini dipresentasikan minggu lalu di Masyarakat Eropa untuk Reproduksi Manusia dan Embriologi pertemuan tahunan di Stockholm, Swedia.
*Sumber : newscientist.com/Kartika Maharani