Resiko Bayi Yang Terlahir Prematur

bayiBayi yang lahir prematur beresiko untuk mengalami cedera pada materi putih dan abu-abu pada otak yang mempengaruhi perkembangan kortikal dan konektivitas saraf. Dimana menurut Columbia University Medical Center, bentuk-bentuk tertentu dari cedera ini dapat dideteksi dalam periode neonatal dengan menggunakan ultrasound.

Para peneliti yang mengamati kelompok bayi prematur sampai usia 16 tahun menemukan bahwa mereka dengan kelainan USG neonatal mengalami peningkatan resiko untuk gangguan kejiwaan yang spesifik, yaitu berupa attention deficit hyperactivity (ADHD), gangguan tic, gangguan obsesif kompulsif, dan depresi berat, yang semuanya diduga timbul karena disfungsi dari subkortikal-kortikal sirkuit.

Apresiasi terhadap peningkatan hubungan antara cedera otak dan gangguan perinatal kemudian kejiwaan dapat menyebabkan diagnosis dini dan intervensi oleh dokter anak, psikiater, dan ahli saraf yang merawat anak-anak dan remaja. Penelitian di masa depan juga dapat menjelajahi hubungan antara cedera otak perinatal dengan gangguan kejiwaan, seperti skizofrenia.

Sebuah kelompok riset di Columbia University Medical Center / New York State Psychiatric Institute dipimpin oleh Dr Agnes Whitaker, MD, dievaluasi lebih dari 400 remaja nondisabled yang telah lahir secara prematur dan punya ultrasound otak yang abnormal yang diambil ketika lahir. Ketika para peneliti diberikan kuesioner dan tes kognitif kepada orangtua mereka, mereka menemukan hubungan antara cedera otak perinatal dan gangguan kejiwaan tertentu pada remaja yang tidak dapat dijelaskan oleh faktor medis atau sosial lainnya.

Meskipun para ilmuwan telah berspekulasi bahwa selama beberapa dekade cedera otak pada awalnya dapat memiliki efek jangka panjang kejiwaan, namun hasil ini memberikan bukti empiris pertama yang kuat seperti sebuah benang merah. Menurut Whitaker, seorang profesor klinis psikiatri di Departemen Psikiatri di Columbia University dan psikiater penelitian di Divisi Psikiatri Anak dan Remaja di New York State Psychiatric Institute, penelitian ini merupakan sebuah contoh hasil yang indah dari sebuah kerja interdisipliner.

 

 

*Sumber : sciencedaily.com/Kartika Maharani

Leave a Reply

CommentLuv badge