Makanan Bukan Hal Penentu Diet yang Sukses
Beberapa faktor perubahan gaya hidup dalam hal diet, memiliki pengaruh dalam jangka panjang dalam penambahan berat tubuh. Hal ini dibuktikan melalui penelitian yang dilakukan oleh Harvard School of Public Health (HSPH) yang menemukan bahwa perubahan sederhana dalam hal seperti makanan dan minuman, aktivitas fisik, Menonton TV, dan durasi tidur memiliki keterkaitan dengan jangka panjang dalam penambahan berat badan.
Penelitian sebelumnya, menitik beratkan pada penurunan badan pada penderita obesitas. Namun hanya sedikit faktor yang mempengaruhi hal tersebut ditemukan. Karena berat badan akan mengalami penurunan secara bertahap dan akan terjadi selama bertahun-tahun, ujar pemimpin penulis Dariush Mozaffarian , profesor di Departemen Epidemiologi di HSPH dan Divisi Kedokteran Kardiovaskular, Rumah Sakit Brigham dan Wanita (BWH), dan Harvard Medical School.
Makanan penting yang paling berguna untuk mencegah jangka panjang penambahan berat badan dapat difokuskan pada peningkatan kualitas karbohidrat dengan mengkonsumsi makanan rendah gula (misalnya soda) dan permen lainnya, serta tepung yang lebih sedikit (misalnya kentang) dan biji-bijian olahan (misalnya roti tawar, nasi putih, sereal sarapan rendah serat, dan karbohidrat olahan lainnya).
Fokus pada makan makanan yang alami (misalnya buah, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, yoghurt) dan makanan yang diproses lebih sedikit (misalnya roti putih, daging olahan, minuman manis). Pola diet yang lebih sehat dapat berpengaruh dalam jangka panjang. Dimana dalam hal faktor penyebaba kenaikan berat badan misalnya, melalui efek biologis seperti rasa lapar, kadar insulin, cepat kenyang, atau dengan meningkatnya perilaku makan yang berkaitan dengan ukuran porsi rata-rata dan pola makanan dan minuman yang dikonsumsi.
"Temuan ini menggarisbawahi pentingnya membuat pilihan makanan yang bijaksana dalam mencegah penambahan berat badan dan obesitas," kata Frank Hu, profesor gizi dan epidemiologi di HSPH dan penulis senior. "pemikiran mengenai makanan yang 'baik' atau 'buruk' hanyalah sebuah mitos", ujarnya.
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa perubahan aktivitas fisik dan menonton TV-perubahan dipengaruhi berat badan. Juga, mereka yang tidur 6-8 jam semalam bertambah berat badan kurang dari mereka yang tidur kurang dari 6 atau lebih dari 8 jam.
Secara keseluruhan, perubahan berat badan seseorang terkait pada perubahan gaya hidup seseorang yang cukup kecil. "perubahan gaya hidup pola makan dan lainnya sekalipun kecil bentuknya, akan dapat membuat perbedaan besar, untuk baik atau buruk," kata Mozaffarian.
*Sumber : sciencedaily.com