Kemampuan Berkomunikasi Pada Simpanse Layaknya Manusia
Seorang linguistik Noam Chomsky, pada awal tahun 1960-an mengatakan bahwa bahasa berevolusi hanya dalam garis keturunan manusia dan tidak ada pada hewan lain. Tetapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa ada spesies lain yang mampu berkomunikasi dengan baik, dan tidak sedikit peneliti telah meninggalkan pendapat Chomsky mengenai hal tersebut.
Hal itu dibuktikan oleh tim pada Panzee, seekor simpanse yang berusia 25 tahun, untuk menguji bahwa hanya manusia yang memiliki bakat ini. Panzee dirawat oleh perawat sejak usia 8 hari. Panzee tidak bisa bicara, Ia hanya berkomunikasi dengan orang-orang yang dikenalnya dengan menggunakan papan lexigram simbol yang sesuai dengan kata-kata dalam bahasa Inggris. Dia dapat menunjuk ke 128 lexigrams berbeda ketika ia mendengar kata yang diucapkan.
Hal tersebut mengusik rasa keingintahuan sebuah tim yang dipimpin oleh Lisa Heimbauer, seorang psikolog kognitif di Georgia State University, Atlanta, untuk mengungkapkan seberapa baik Panzee bisa meniru bakat manusia tersebut. Tim menggunakan dua metode elektronik yaitu noise-vocoded (NV) sintesis, yang membuat kata-kata atau suara yang asing baginya, dan gelombang sinus (SW) untuk Kata atau istilah yang tidak asing terdengar olehnya, seperti pisang, kentang, menggelitik, dan balon.)
Hasil sementara menunjukkan bahwa Panzee mampu memahami 55% dengan kata-kata NV dan sekitar 40% dengan kata-kata SW, bahkan untuk kata-kata yang sulit untuk dipahami oleh manusia. Ini hampir sama baiknya dengan koresponden dari 32 manusia yang menggunakan 48 kata yang sama. Dengan hasil 70% untuk NV dan 40% untuk SW.
Heimbauer dan rekan-rekannya mengatakan bahwa kemampuan Panzee dalam berkomunikasi, mampu menjelaskan pendapat mengenai kemampuan berkomunikasi antara manusia dan simpanse sekitar 5-7000000 tahun yang lalu. tim menulis, bahwa fenomena berkomunikasi pada manusia mungkin terdapat pula pada nonhumans. Tim menambahkan, bahwa eksperimen ini tidak mengesampingkan bila manusia telah berevolusi dalam hal kemampuan persepsinya.
Para penulis telah datang dengan hasil yang bagus, kata ahli biologi Johan Bolhuis dari Universitas Utrecht di Belanda, tetapi tidak harus datang sebagai kejutan besar. Sebagai contoh, burung finch zebra telah terbukti bisa membedakan perbedaan suara yang sangat kecil dalam kata yang diucapkan oleh manusia.
*Sumber : news.sciencemag.org