Memperlambat Pergerakan Bisa Ular Didalam Tubuh
Sebuah penelitian menemukan serum guna menetralisirkan bisa ular, bagi korban gigitan ular berbisa. Senyawa ini disinyalir merupakan komponen yang digunakan oleh pasien penderita jantung. Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa nitrat oksida mampu memperlambat pergerakan bisa didalam darah.
Dengan pertambahan waktu ini, maka korban gigitan memiliki waktu untuk segera mencari bantuan medis, ujar Dirk Van Helden, profesor School of Biomedical Sciences, University of Newcastle di Australia.
Ketika digigit ular, bisa merupakan molekul besar yang tidak akan sampai masuk kedalam pembuluh darah besar ketika nitrat oksida disuntikan kedalam tubuh. Nitrat oksida itu sendiri memiliki efek memperlambat pemompaan dari sistem limfatik, dan memperlambat pergerakan racun didalam darah manusia, tambahnya.
Sistem limfatik itu sendiri merupakan suatu sistem sirkulasi sekunder yang berfungsi mengalirkan limfa atau getah bening di dalam tubuh. Limfa (bukan limpa) berasal dari plasma darah yang keluar dari sistem kardiovaskular ke dalam jaringan sekitarnya. Cairan ini kemudian dikumpulkan oleh sistem limfa melalui proses difusi ke dalam kelenjar limfa dan dikembalikan ke dalam sistem sirkulasi
Setiap tahun, jumlah penderita gigitan ular diperkirakan 100.000 kematian dan 400.000 korban lainnya berakhir pada amputasi seluruh dunia. Keadaan tersebut banyak terjadi terutama di negara-negara Asia Selatan, Asia Tenggara dan sub-Sahara Afrika karenakan jumlah antivenom tidak tersedia.
*Sumber : newsdaily.com/Tan Ee Lyn